Dari FB urang sabalah rumah :

*DAMPAK SISTEMIK KERUGIAN PILKADA MELALUI DPRD*

INIKAH dampak kerugian Pilkada melalui DPRD?

1. MEDIA: Pendapatan iklan dari calon Gubernur, Walikota Dan Bupati akan
menurun drastis.

2. BERITA: Sumber berita juga kehilangan sumber, karena kekacauan kampanye
tidak akan terjadi lagi.

3. WARTAWAN: Turunnya penghasilan tambahan awak media yang melakukan kerja
pencitraan palsu.

4. BUZZER: Perusahaan ‘buzzer social media’ akan kehilangan pelanggan.
Rekayasa pencitraan tidak lagi laku.

5. PENGAMAT POLITIK: Mengecilkan penghasilan pengamat politik dan
mengurangi kesempatan sebagai publik figur.

6. KONSULTAN POLITIK: Konsultan politik tidak laku karena partai politik
yang menentukan calon kepala daerah.

7. LEMBAGA SURVEY: Akan gulung tikar karena hanya mendapat pekerjaan 5
tahun sekali di Pilpres dan Pileg.

8. KPU - BAWASLU - PANWASLU: Akan kehilangan smbr pendapatan utama & hny
bekerja 5 thn sekali saat Pileg & Pilpres. Jual beli suara stop total.

9. MK : Akan kehilangan sumbr pendapatan utama & hanya bekerja utk
mengevaluasi konstitusi yg minim biaya operasi (suap macam Akil akan hilang)

10. INCUMBENT: Tidak ada jaminan terpilih lagi karena pengerahan Bansos
tidak akan berpengaruh pada keterpilihan kembali.

11. KPK: Korupsi relatif berkurang akibat pemilihan Kepala Daerah yang
selektif, sehingga rejeki penyidik berkurang.

12. POLISI: Polisi akan kehilangan rejeki dan mengurangi kesempatan naik
pangkat akibat tidak ada konflik massa dan perkelahian antar kampung.

13. ARTIS: Mempersulit artis tampil sebagai politisi karena yg penting
bukan popularitas lagi tapi visi misi.

14. JASA PENGERAH MASSA: Pengangguran politik bertambah akibat tidak ada
order aksi karena tidak ada kampanye.

15. JASA PEMBUATAN SPANDUK: Akan bangkrut akibat minim order, pohon ngeluh
kenapa tidak dipaku lagi.

Baa gakti?
*mm****
---------- Pesan terusan ----------
Dari: 'ZulTan' via RantauNet <[email protected]>
Tanggal: 3 Oktober 2014 05.58
Subjek: Re: [R@ntau-Net] Harimau mati maninggakan balang?
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>



Pak Fashridjal dan Dunsanak NB,

Pak GF adalah orang yang sejak beberapa tahun lalu dalam berbagai
kesempatan selalu berkeinginan mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada
DPR/DPRD.  Seharusnya beliau tidak ada dalam ratas ini.
Semoga dengan perjuangan ini, Presiden SBY dikenang sebagai presiden yang
meninggalkan nama.

Jika upaya ini pun dijegal, satu-satunya upaya Jokowi dalam menjalankan
kebijakan-kebijakan pro-rakyatnya tapi ditolak para aleg adalah dengan cara
"turun ke jalan" lalu meminta persetujuan langsung kepada rakyat.

Hidupkan "polling center" melalui sms berbiaya murah, tidak melalui
internet, agar menjangkau masyarakat secara luas.

Dengan adanya "public interest polling" ini, tidak akan ada lagi
program-program pemerintah yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat akan
terhenti di ruang-ruang sidang legislatif.  DPR/D akan "berhadapan
langsung" dengan rakyat.

Minta televisi non-partisan meliput secara langsung (bukan rekaman)
sidang-sidang penting di DPR/D agar rakyat melihat partai mana yang
berjuang untuk kemaslahatan ummat dan mana yang berjuang untuk ketua
partainya.

Sebaliknya Jokowi-JK pun melakukan hal yang sama dengan membiarkan televisi
meliput sidang-sidang kabinet secara terbuka supaya rakyat pun tahu mana
menteri yang bekerja, mana yang tidak bagi rakyat; mana yang qualified mana
yang sebatas wakil partai.

Saya sebenarnya kecewa dengan Jokowi karena tidak mampu mengatasi kemacetan
di DKI.  Bagi saya, tanpa bermaksud takabur, ini hanya perkara mudah dan
yakin bisa selesai dalam hitungan hari.

You may say I'm a dreamer...


Salam,
ZulTan

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke