SANG MENTERI ITU LAHIR DI MIS CIK TAM Selasa, 28 Oktober 2014 02:31 Rumah keluarga besar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago sunyi senyap. Belum ada seremonial apapun di rumah sederhana yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir no.266, Mata Air, Padang. Begitupun dengan papan bunga ucapan selamat, belum satupun terpajang di depan rumah, lazimnya rumah keluarga besar orang penting yang baru dilantik.
Meskipun suasana rumah itu lengang, di halaman terparkir dua unit mobil yang sepertinya belum dipanaskan, terlihat dari kondisi pagar yang masih terkunci. Haluan kemudian memasuki pekarangan rumah tersebut, membaca salam beberapa kali sebelum seorang wanita menyambut kedatangan. “Silakan masuk,” tutur wanita yang kemudian diketahui adalah adik ipar dari sang menteri. Melihat suasana di luar dan di dalam rumah, satu kata yang akan terlintas dalam benak adalah kesederhanaan. Memang kesederhanaan adalah bukti sebuah perjuangan. Hidup serba susah yang dialami keluarga Andrinof Chaniago telah dijawab dengan kemauan yang tinggi untuk belajar demi meraih sukses. Setelah kesuksesan datang, kesederhanaan tetap menjadi baju kebesaran. Beberapa saat kemudian datanglah lelaki yang tiada lain adalah adik kandung Andrinof Chaniago. Lelaki ramah bernama Guslim Chaniago itu kemudian sedikit membagi cerita tentang keseharian udanya di masa kecil, hingga meniti karir dan melesat tinggi. “Kegigihan dan keteguhan hati untuk belajar, itu yang tak bisa dilepaskan dari sosok Da An. Dari kenyataan hidup susah di masa kecil, kami badunsanak ditempa untuk tekun belajar oleh ibu. Sehingga hasilnya bisa dilihat dari prestasi yang dicapai sejauh ini,” tuturnya. Guslim melanjutkan, sejak sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cik Tam, karakter Da An sebagai anak yang pintar dan berfikiran jauh ke depan sudah terlihat. Karakter tersebut makin terasah pada pendidikan selanjutnya di Madrasah Tsanawiyah Parak Laweh, lalu memutuskan merantau ke Jakarta, bersekolah di SMA 56 Cengkareng hingga memilih Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia sebagai labuhan akademisnya. Lebih lanjut Guslim beserta sang istri mengungkapkan, belum ada kepastian kapan akan mengadakan acara syukuran di rumah keluarga. Musyawarah keluarga baru akan dilakukan untuk menggelar acara tersebut. Hal itu turut dibenarkan oleh Siti Fatimah, kakak Andrinof Chaniago yang saat dihubungi Haluan via telfon genggamnya, sedang berada di istana untuk menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah Kabinet Kerja. Pantauan Haluan kemudian diteruskan ke MIS Cik Tam tempat Andrinof Chaniago melewati masa-masa kecilnya. MIS Cik Tam. Sekolah setingkat SD yang bernuansa Islam itu dulu bukan sekedar tempat aktivitas sekolah di siang hari, melainkan juga menjadi surau tempat siswa-siswi mengaji di waktu malam. Haji Ansal Gani, tokoh masyarakat setempat yang merupakan teman masa kecil Andrinof Chaniago kemudian menemani Haluan berkeliling di MIS Cik Tam. Sebuah bangunan gaya lama berlantai kayu dan berdinding tadir masih kokoh berdiri di samping bangunan sekolah yang baru. “Bangunan lama itu MIS Cik Tam yang lama, di situ saya dan Andri belajar siang dan malam, tidurpun kami di sana. Belajar pidato, bermain rebana dan mengaji kami lakukan di bangunan tersebut. Sedangkan bangunan yang baru adalah MIS Cik Tam yang sekarang,” ujar Ansal. Ansal kemudian menceritakan, betapa masa kecil Andrinof sebagai seorang teman menjadi contoh bagi yang lainnya. Andrinof sang juara kelas itu selalu membantu ibunya menjual kue talam. Tempat kue dijujung di atas kepala tapi senyum dan hati selalu riang. “Kami dulu suka bermain berbagai macam permainan, yang paling kami sukai itu main alang-alang (layang-layang). Andri itu banyak kawannya. Orangnya tidak bisa marah meskipun terkadang dijahili teman. Tapi sebaliknya Andri kadang juga suka menjahili temannya,” kenang Ansal. Perjalanan ke rumah dan sekolah masa kecil Andrinof Chaniago sekali lagi menjadi bukti. Pendidikan jika ditempuh dengan serius, belajar jika dijalani dengan kesungguhan, maka kata sukses hanya menunggu waktu untuk datang. Siapa mengira siswa MIS Cik Tam, sekolah swasta berlantai kayu dan berdinding tadir itu, sekarang jadi menteri. *** OLEH: JULI ISHAQ PUTRA http://harianhaluan.com/index.php/feature/35242-sang-menteri-itu-lahir-di-mis-cik-tam -- *Wassalam* *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
