ISLAM DAN MUSLIM DALAM PERKISARAN SEJARAH
Mochtar Naim 12 Juli 2013 / 3 Ramadhan 1434 H “DAN HARI2 itu Kami peredarkan di antara manusia2.” Demikian kata Allah dalam Al Qur’an, Surah Ali ‘Imran Ayat 140. Tidak ada yang sekali di atas akan tetap di atas, dan sekali di bawah akan tetap di bawah. Sejarah itu bagai “roda pedati,” kata para tetua kita, sekali di atas sekali di bawah. Setelah selesai masa formasinya di penggal kedua abad ke 6 dan awal abad ke 7, -- 10 tahun di Makkah dan 12 tahun di Madinah--, pokok2 ajaran Islam selesai dan genap sudah, sehingga selanjutnya tinggal praktek pengamalan bagi para penganutnya menelusuri sejarahnya. Sejauh ini, setelah 15 abad merintis gerak perjalanannya, 3 periode Gelombang Sejarah Tamaddun Dunia Islam sudah dan sedang dilalui: Gelombang Pertama, 7 abad, sejak masa dilahirkan di abad ke 6 dan ke 7 Masehi sampai mencapai titik zenithnya di abad ke 13 dan 14 di Baghdad dan Kordoba. Gelombang Kedua, 7 abad pula, dari titik zenith-tertinggi di zaman Persia dan Spanyol itu, meluncur habis sampai ke titik nadir-terendahnya seusai Perang Dunia Kedua di pertengahan abad ke 20 yl. Seluruh Dunia Islam selama masa Gelombang Kedua itu praktis berada di bawah penjajahan Barat. Dengan satu per satu, yang kebetulan dipelopori oleh Indonesia dalam memerdekakan diri setelah usainya PD II, Dunia Islam mulai memasuki tamaddun Gelombang Ketiganya, yang diharapkan juga akan berjalan selama 7 abad ke depan pula. Sampai saat ini masih saja ada satu-dua, termasuk Palestina dan Afghanistan yang masih saja harus menyelesaikan sayapnya sebagai negara Islam merdeka. Di bagian Asia Tenggara ini termasuk Pattani di Thailand Selatan dan Moro di Filipina yang kedua-duanya menghendaki negara Melayu yang islami dan berdiri sendiri. Selama abad2 mendatang dalam konteks Gelombang Ketiga Tamaddun Dunia Islam ini, Islam dan masyarakatnya, sesuai dengan tuntutan sejarah itu, akan kembali berjaya dalam mencapai zenithnya kembali. Tanda2 pencerahan dalam banyak hal makin nyata dan kentara. Contoh! Tak banyak yang mengimpikan sebelumnya bahwa sistem ekonomi dan perbankan Syariah tanpa riba tidak hanya di Dunia Islam tetapi menjalar ke seluruh penjuru Dunia Maju, termasuk Eropah, Amerika dan Australia di samping Asia lainnya. Dalam perbandingannya dengan sistem ekonomi ribawi yang bersifat liberal-kapitalistik-materialistik yang merajai ekonomi pasar bebas selama ini, sistem ekonomi syariah yang lebih massif dan kolaboratif lebih ampuh bertahan menghadapi gejolak fluktuatif dibanding dengan ekonomi kapitalistik yang makin rentan dalam menghadapi gejolak pasar bebas itu. Di bidang pendidikan, makin menyusutnya dikotomi dan dialektika sistem pendidikan umum dan agama dan beralih ke sistem integral-holistik-multifaset yang memadu berbagai unsur yang ikut menentukan sistem dunia pendidikan itu, termasuk intelektual, spiritual, emosional, sosial, kultural, fisikal, dsb, itu. Tidak kurangnya di bidang sosial-kultural sendiri, makin meluasnya peranan pendamping dari kelompok wanita di hampir semua corak kehidupan dengan justeru makin sensitif akan perlunya adab berjilbab berseberangan dengan sistem bebas gender. Di bidang politik sendiri, gerakan kesamaan dan kebersamaan dengan prinsip kesetaraan dan egaliterianisme bahkan telah merajai sistem demokrasi global yang didasarkan pada prinsip musyawarah dan kata mufakat. Abad ke 21 dan ke depan selama paling kurang 7 abad itu pula akan makin memperlihatkan supremasi kontribusi Tamaddun Dunia Islam itu. Indonesia termasuk yang ikut menyemangati dan mempelopori. Islam vs Non-Islam, Muslim vs Non-Muslim Sebagai konsekuensi logis dari sekian lamanya terpuruk dalam penjajahan Dunia Barat yang non-muslim, yang terlihat dalam Dunia Islam itu sendiri adalah kontradiksi antara prinsip ajaran Islam dengan praktek pengamalan dari manusia dan masyarakat Islam itu sendiri. Tegasnya, apa yang diajarkan oleh Islam dalam praktis semua sisi kehidupan tidak segera terlihat dari praktek pengamalan yang dilakukan oleh kelompok muslim itu sendiri di manapun. Seperti yang diekspos di YouTube oleh mantan biarawati, Hj Irene Handono, yang sekarang beralih menjadi da’i muslimah yang gigih dalam menyiarkan Islam, Indonesia yang begini kaya dengan penduduk muslim yang begitu besar tetapi rata2 miskin dan terbelakang – sementara Islam mengajarkan hidup bekerjasama dan bekerja keras dalam menghapus kemiskinan dan keterbelakangan itu. Berbanding terbalik dengan penduduk non-pri Cina yang jumlahnya begitu sedikit tetapi menguasai hampir semua dari kekayaan ekonomi di Nusantara ini, baik di darat, laut dan udara, dan dari hulu sampai ke muara. Di dunia Barat sendiri, sebaliknya, mereka menyibukkan diri mempelajari prinsip2 ajaran Islam di hampir semua sisi kehidupan, dan tak sedikit karenanya yang berpindah ke agama Islam, terutama dari kelompok saintis-intelektual dan pemikir. Dan ini terjadi justeru setelah peristiwa Nine-Eleven di kota New York dan Washington, kendati bawah sadar mereka sudah cukup lama mencari alternatif pengganti dari prinsip hidup keagamaan yang mereka anut yang umumnya tidak kompatibel dengan cara berfikir saintifik yang mereka anut. Mereka melihat justeru yang mereka cari dan dambakan itu ada tersedia dalam ajaran Islam, sementara temuan2 sains tidak satupun yang bertentangan dengan Islam – dan sebaliknya. Chauvinisme dari ajaran para orientalis yang cenderung menyorot Islam dari segi yang negatifnya terdesak sendirinya oleh temuan2 saintifik itu. Studi komparatif antar agama2 yang mereka lakukan telah membikin banyak dari mereka yang telah berpindah agama ke Islam. Sampai tiga-empat dekade yl kita masih jarang sekali menemukan ada mesjid2 di kota2 di Eropah dan Amerika; sekarang, sebaliknya, tidak ada kota yang tidak ada mesjidnya. Banyak2 dari mesjid itu adalah konversi dari gereja-gereja yang sudah tak terpakai lagi, lalu beralih ke mesjid. Di banyak negara di Eropah dan benua Amerika Islam telah menjadi agama kedua dengan pertumbuhan yang relatif pesat. Semua ini adalah indikan dari telah masuknya Dunia Islam ke era gelombang ketiga seperti dijelaskan di atas, yang sekarang sifatnya global, tidak lagi hanya Asiatik. *** -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
