TOKOH TRIOMACAN CALEG SUMBAR II
Selasa, 04 November 2014 01:41

DITAHAN KARENA PERAS PETINGGI PT TELKOM

Misteri akun Twitter @TrioMacan2000 akhirnya terungkap, setelah Polda Metro
Jaya menangkap dua pelaku yang diduga memeras petinggi PT Telkom.  Admin
akun twitter tersebut Raden Nuh, ternyata Caleg DPR-RI  Dapil Sumbar II
dari Partai Hanura.

PADANG, HALUAN — Ra­den Nuh, admin akun twitter @TrioMacan 2000 yang kini
 ditahan Polda Metro Jaya sejak Minggu (2/11) dini hari, ternyata pernah
mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI untuk daerah pemilihan Sum­bar II
dari Partai Hanura.

Raden Nuh tercatat sebagai caleg nomor urut dua untuk daerah yang meliputi
Pasaman, Pasaman Barat, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Bukittinggi, Agam, Kota
Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Berdasarkan hasil pemilu 9 April lalu dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Sumbar, ternyata Raden Nuh berhasil meraih 4.339 suara di Dapil Sumbar II.
Perolehan ini menempatkan dirinya di urutan keempat setelah dida­hului
Endang Tirtana, Tien Aspasia, dan Zefri.

Berdasarkan perolehan suara ini, Raden memperoleh suara terbanyak di
Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 997 suara, diikuti Limapuluh Kota
seba­nyak 970 suara, Kabupaten Agam sebanyak 836 suara dan terkecil berada
di Kota Bukit­tinggi sebanyak 77 suara.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sumbar M Tauhid mengakui selama
musim kampanye, ia tidak pernah bertemu dengan Raden Nuh bahkan untuk
mencalon­kan diri sebagai caleg DPR RI dari Hanura. Meskipun pernah
mendengar Raden Nuh menyambangi konstituennya, tetapi tak satu kalipun ia
bertemu di lapangan.

“Saya kira, kami pernah bertemu sewaktu pembekalan caleg di gedung
serbaguna Gelora Bung Karno. Namanya saya tahu, tapi kalau wajah saya tidak
ingat lagi,” ujar Tauhid ketika dihubungi, Senin (3/11).

Tauhid sendiri menyatakan, untuk penetapan nama-nama caleg yang duduk untuk
DPR RI merupakan ketetapan pusat. Daerah hanya menerima saja. M Tauhid
sendiri melihat nama Raden Nuh juga tidak tertera pada pengurus partai,
sehingga tidak banyak hubu­ngan yang terjalin dengan kader Hanura.

Sementara itu, pengakuan yang sama juga dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan
Cabang (DPC) Hanura Agam Helmon Datuak Hitam yang mengatakan belum pernah
bertemu sama sekali dengan Raden Nuh.

“Meskipun pernah berkam­panye di Agam, dan pernah beberapa kali ingin
menemui saya, tapi kami tak kunjung bertemu. Karena kesibukan
masing-masing,” jelasnya.

Tak hanya itu, anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Hanura Armiati yang mengaku
pernah bertatap muka dengan Raden Nuh mengatakan, ia bukanlah orang yang
terbuka dengan banyak orang.

“Kami hanya pernah bertemu, tidak pernah tandem saat kampanye. Jika ingin
bersosia­lisasi, Raden Nuh memilih turun sendiri ke lapangan tanpa mengajak
caleg lainnya. Yang saya tahu ia lebih banyak berkampanye di daerah Baso
dan Canduang,” katanya.

Ketika ditanya apakah Raden Nuh merupakan orang Sumbar atau tidak, Armiati
tidak menge­tahui dengan pasti. Meskipun Raden Nuh sempat mengatakan ia
berasal dari Sumatera Barat.

“Saya tidak tahu persis. Begitu juga siapa saja tim yang mendu­kungnya,
kami juga tidak tahu. Karena itu, saya sebut ia kurang open,” tutur Armiati.

Berdasarkan informasi dari situs beritasatu.com, diketahui Raden Nuh yang
berusia 42 tahun adalah mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Almarhum ibunya Roslai­ni adalah guru dan juga mantan Ketua Aisyiyah di
Medan, Sumatera Utara.  Ibu Raden Nuh juga disebut ikut dalam pergera­kan
melawan PKI di Sumut. Ibunya juga sempat masuk urutan ketiga dari target
PKI yang hendak dibunuh pada tahun 1965. Tidak hanya itu, Roslaini juga
salah seorang perempuan aktivis yangg pernah diundang Presiden Soekarno di
Istana untuk diskusi problem politik  dan negara.

Raden Nuh bersekolah SD dan SMP Muhammadiyah Medan dan juga disalah satu
SMA Negeri di Medan. Mulai SMP hingga SMA, ia senantiasa menjadi Ketua
OSIS. Dia juga kuliah di FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) dan
akuntansi USU di Medan. Karena tergolong orang yang cerdas, Raden Nuh waktu
itu adalah aatu-satunya mahasis­wa yang kuliah pada dua Fakul­tas berlainan
di USU.

Selama kuliah berlangsung, Raden Nuh aktif di sejumlah kegiatan, seperti
pernah menjadi Ketua Ikatan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Ketua
Persatuan Mahasiswa Adminis­trasi Indonesia (Permadi), dan juga pernah
menjadi aktivis lingkungan hidup bernama Kepalah.

Raden Nuh juga kerap mela­wan kebijakan rezim orde baru di bawah
kepemimpinan Presiden Soeharto. Lebih lagi, akibat aktivitasnya tersebut,
Raden Nuh sering masuk penjara. Salah satu aktivitas Raden Nuh yang
menggemparkan adalah dia menggalang masyarakat untuk tetap melaksanakan
acara Pekan Bemo 1990.

Pekan Bemo itu diadakan untuk membela para pengemudi bemo di Medan yang
dilarang beroperasi penguasa. Akibat kejadian itu, ia ditangkap dan ditahan
selama 21 hari oleh polisi, kopkamtib, dan intel pelaksana khusus (laksus).

Sebelumnya, tim dari Sub­direk­torat Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus
Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Raden Nuh, terduga salah satu
administrator akun @Trio­Macan­2000, pada Minggu (2/11) dinihari. Sebelum
mencokok Raden Nuh, polisi menangkap administrator lain akun Twitter
tersebut, Edi Saputra, Selasa (28/10).

“Raden Nuh ditangkap sema­lam (Minggu,red) di Tebet,” kata Wakil Direktur
Kriminal Khusus Ajun Komisaris Besar Sandy Nugroho Minggu, (2/11).

Menurut dia, penangkapan Raden Nuh tersebut masih berkaitan dengan kasus
peme­rasan yang melibatkan Edi, salah satu komisaris media online.

“Berdasarkan laporan yang lain juga,” katanya.

Sandy menuturkan tempat penangkapan Raden Nuh dan Edi Saputra berbeda meski
sama-sama berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. “Raden ditangkap di
sebuah kos-kosan,” ujarnya. Sedangkan Edi ditangkap di sebuah kantor yang
merangkap rumah.

Dalam kasus Edi, polisi menduga dia memeras AP, bos PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk, sebesar Rp50 juta. Edi disinyalir menggunakan modus
mengin­timidasi AP dengan pemberitaan fitnah yang ditayangkannya di media
online. Polisi menangkap Edi saat tengah menerima uang tersebut.

Namun, akun Twitter @Trio­Macan2000 membantah telah menerima sejumlah uang
dari pejabat PT Telkom. “Maksud kami mengungkap ini adalah utk MEMBANTAH
pemberitaan media2 tertentu yg tuduh kami seolah2 memeras dan menerima
suap. ITU BOHONG,” cuit akun yang telah berganti nama menjadi @TM2000Back
itu, Kamis (30/10) dini hari. (h/net/eni)

http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/35419-tokoh-triomacan-caleg-sumbar-ii



Pada 4 November 2014 19.24, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis:

> Kalau menengok profil Raden Nuh (RN) yang sampai ke KPU (KPU
> mengklarifikasi semua ?), dengan banyak pengalman dan pengetahuan akademis
> orangnya mungkin  cukup intelektual. Integritasnya akan ditentukan
> perjalanan hidup kemudian.
>
> Sebaiknya RN kalau memang mempunyai pengalaman dan pendidikan seperti yang
> sampaike KPU diatas,   layani saja penegak hukum dengan elegan. Kalau ada
> pelayanan penegak hukum yang kurang baik, sampaikan saja ke rekan media
> atau selesai perkaranya nanti ditulis semua, beberkan ke pers yang penting
> masih dalam koridor pers..
>
> Sayang kalau RN teriak, marak kepada petugas. Sebagai intelektual, baik
> dicontoh bapak-bapak Dir Bank Indonesia dalam melayani petugas.
> Petugas hanya menjalankan tugas, mereka juga orang dapat perintah.
>
> RN ini nampaknya pada pileg lalu,pendulang suara Hanura untuk  Sumatera
> Barat bagian  Utara. apa memang RN dikenl didaerah itu.
>
> Wass,
>
> Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
> --
>



*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke