Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Telkomsel.
  Pesan Asli  
http://news.fimadani.com/read/2014/11/12/kota-pariaman-dijadikan-kota-kembar-dengan-kota-syiah-di-iran/

 
Rabu, 12 November 2014 (11:06) / Nasional
Kota Pariaman Dijadikan ‘Kota Kembar’ dengan Kota Syiah di Iran

Prosesi puncak Pesta Budaya Tabuik Pariaman 2014 di Kota Pariaman, kemarin (9/11) agak berbeda, pasalnya Wakil Dubes Iran untuk Indonesia, Hojatullah Ibrahimian, kembali ikut hadir dalam tradisi peringatan Asyura tersebut.
Bagi Hojatullah, tahun ini kali ketiga dia menghadiri puncak prosesi Tabuik. Hojatullah bahkan menawarkan kerja sama kota kembar (sister city) antara Kota Pariaman dengan Kota Kashan dan Kota Qum, dua kota di Iran yang memiliki kesamaan budaya dan topografi dengan Pariaman.
Kehadiran Hojatullah menjadi daya tarik khusus dari pesta Tabuik tahun ini. Dengan terbata-bata, Hojatullah berusaha menyapa warga Pariaman saat sambutan menggunakan Bahasa Indonesia, bercampur Bahasa Minangkabau.
Hojatullah tanpa basa-basi mengakui selalu menunggu prosesi puncak pesta Tabuik tahun ini. Ia menyebut, Pesta Budaya Tabuik ini layak menjadi destinasi tujuan wisata islami internasional. Ia juga telah mengenalkan tentang kemeriahan pesta Tabuik ini kepada rakyat Iran.
”Warga Iran sangat tertarik dengan pesta budaya Tabuik ini. Ada peluang, Kota Pariaman akan menjadi tujuan wisata islami internasional. Bahkan, dua kota di Iran, Kota Kashan dan Kota Qum menyatakan minat untuk menjadi kota kembar (sister city) dengan Kota Pariaman,” ujarnya seperti dikutip Padang Ekspress.
Kota Qum adalah adalah sebuah kota yang juga merupakan ibukota Provinsi Qom di Iran. Terletak sekitar 156 km barat daya Teheran. Memiliki penduduk sekitar 1.042.309 jiwa pada 2005, berada di tepi Sungai Qom. Qom menjadi sebuah kota suci bagi penganut  Syi’ah, dimana di kota ini terdapat makam dari Fatimah al-Ma’sum, saudari dari Imam Ali ar-Ridha. Kota ini merupakan pusat pendidikan Syi’ah terbesar di dunia. Banyak warga Indonesia beraqdah Syiah yang tinggal di kota ini untuk belajar Syiah.
Di kota inilah nikah mut’ah menjadi aktivitas yang tumbuh subur di tangan para Mullah (ulama Syiah) dan hauzah Syiah, semacam pesantren bagi penganut Syiah.
Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutannya menyatakan Tabuik juga menyumbang peningkatan kunjungan wisatawan ke Pariaman. Ini terbukti dengan peningkatan kunjungan wisata selama lima tahun belakangan. Tahun 2009 jumlah kunjungan 69.699 orang, sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 791.624 orang.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke