Wa'alaikumussalam Wr. Wb sanak Muhammad Hanif.

Supayo palanta indak langang bana dan mambuek cameh MakNgah di Tapi Riak
Nan Badabua, ambo kutip status FB ambo pagi ko sajo.
Jika ado nan kurang tapek atau indak sasuai dari status ko, dengan sanang
hati ambo menerima masukan dan perbaikan dari para asatidz dan buya n.a.h
di palanta ko.

Wassalam,

ANB


Akmal Nasery Basral <https://www.facebook.com/akmal.n.basral?fref=nf>
6 hrs <https://www.facebook.com/akmal.n.basral/posts/10152991979407780> ·
Edited <https://www.facebook.com/akmal.n.basral#> ·
 <https://www.facebook.com/akmal.n.basral#>

*TABAYUN*. Salah satu kata serapan yang makin populer sekarang ini dalam
bahasa Indonesia adalah tabayun (recheck). Berasal dari kata kerja
"tabayyana" dengan akar kata (masdar) "at-tabayyun" yang bermakna "mencari
kejelasan hakekat suatu atau kebenaran suatu fakta dengan teliti, seksama
dan hati-hati."

Jika dikaitkan dengan pola stimulus-respon, maka stimulus bisa berbentuk
apa saja, dan muncul dari siapa saja. Namun tabayun harus dilakukan SEBELUM
mengeluarkan sebuah respon (tanggapan) atas satu hal tertentu, bukan
SESUDAH memberikan tanggapan baru melakukan tabayun. Tersebab itulah
Rasulullah bersabda, "Tabayyun (pembuktian) itu berasal dari Allah,
sedangkan ketergesa-gesaan berasal dari setan."

Tanggapan terhadap satu hal yang dilakukan secara tergesa-gesa akan membuat
sang pembuat tanggapan mudah terjerumus dalam prasangka buruk. Jika si
pembuat tanggapan sudah menyadari prasangka buruknya, Al Qur'an memastikan
bahwa "... akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." (QS: 49:6).

Menyesali perbuatan yang diakibatkan kesalahan sendiri akibat tergesa-gesa
menilai sesuatu tentu saja sebuah sikap terpuji. Tetapi "kerusakan" --
minimal gonjang-ganjing -- sudah terjadi. Jauh lebih mulia jika penyesalan
seperti itu -- sebaik dan sesantun apapun terdengar -- sejak awal sudah
dihindari dengan melakukan tabayun.

Maka, lakukan verifikasi atas sebuah berita dengan teliti, seksama dan
hati-hati, sebelum mengeluarkan sebuah tanggapan. Letakkan makna tabayun
secara tepat pada konteksnya: "sebelum" bukan "sesudah".
Like <https://www.facebook.com/akmal.n.basral#> ·  · Share
<https://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=22&appid=25554907596&id=10152991979407780&p%5B0%5D=791097779&p%5B1%5D=10152991979407780&share_source_type=unknown>

   -  <https://www.facebook.com/akmal.n.basral#>
   Farishad 'echa' Latjuba <https://www.facebook.com/farishadlatjuba>, Arief
   Budhiman <https://www.facebook.com/profile.php?id=751834802>, Sie Oet VL
   <https://www.facebook.com/masud.yahya> and 39 others
   
<https://www.facebook.com/browse/likes?id=10152991979407780&actorid=791097779>
like
   this.
   - <https://www.facebook.com/shares/view?id=10152991979407780>
   7 shares <https://www.facebook.com/shares/view?id=10152991979407780>




Pada 12 Desember 2014 10.44, Muhammad Hanif <[email protected]> menulis:
>
> Assalamu’alaikum ww
>
> Dusanak Palanta NAH
>
> Ko sketek ado artikel yang ambo kutip dari http://www.suara-islam.com/
> mudah2an bisa manjadi bahan renungan bagi kito basamo.
>
> *Rezim Jokowi : Dari Watak Mbulet dan Suka Ngeles Sampai Mau Gusur Doa
> Islami*
>
> Dalam pergaulan sering terdengar lafal “ngeles”. Lafal itu muncul karena
> memang ada orang tertentu yang gemar “ngeles”. Dalam sebuah blog ada yang
> menulis begini: *Ngeles* itu artinya menghindar dari kesalahan,
> pembicaraan, perdebatan.
>
> Menghindar itu bisa dengan menimpakan kesalahan ke orang atau objek lain,
> atau menjawab dengan jawaban yang tidak nyambung. Sepertinya pernyataan
> pernyataan pejabat/mantan pejabat, artis, politisi dll di surat kabar atau
> tv isinya ngeles terus, apalagi yg lagi sibuk menangkis isu/rumor yang
> sedang dihadapinya.
>
> Contoh,  Versi pejabat kasus korupsi, "...saya tidak menerima suap
> apapun,…” (lihat *thecrowdvoice.com <http://thecrowdvoice.com>,*
> diisingkat). Selanjutnya, mari kita simak mengenai watak *mbulet.*
>
>
> *Watak Mbulet, Modal Sukses Orang dan Media di Indonesia*
> *Apa itu mbulet?*
>
> *Mbulet *adalah lafal dari Bahasa Jawa, artinya (sikap atau perkataan)
> memutar-mutar, sulit dipegang, sulit dipercaya, (mengandung makna pandai
> berkelit dan berkilah *plus ndableg *dan tebal muka atau nekad).
>
> Watak *mbulet* (berkelit, tidak mudah diusut dan sulit dipercaya)
> tampaknya sudah mewabah di Indonesia. Siapa yang paling* mbulet* maka
> boleh jadi akan mendapatkan tempat di jajaran paling depan.
>
> Ini bukan memukul rata manusia Indonesia ataupun media massa. Tetapi
> tampaknya sudah sampai mewabah di kalangan manusia Indonesia, bahkan media
> massa.
>
>  ------------------------------------------------------------------- cut
> ------------------------------------
>
>
>
> Untuak lebih lengkapnya bisa dicigok langsuang di
> http://www.suara-islam.com/read/index/12736/Rezim-Jokowi---Dari-Watak-Mbulet-dan-Suka-Ngeles-Sampai-Mau-Gusur-Doa-Islami
>
>
>
>
>
> Wassalam
>
>
>
>
>
> Hanif / BKS / 41
>
> ===================
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke