1. Fatwa MUI 1981 tidak berisi pengharaman mengucapkan selamat natal. Isi fatwa itu mengharamkan mengikuti natal bersama. Silakan baca baik-baik isi fatwa itu melalui link yang ambo lewakan kapatang. Kalau sampai sekarang, dua tahun kemudian sejak diskusi Desember 2012, pak TR tetap beranggapan Fatwa MUI 1981 berisi pengharaman mengucapkan selamat natal, ya berarti sederhana saja: Pak TR tidak pernah membaca isi Fatwa 1981 itu sama sekali. (Apalagi Ketua MUI sekarang Din Syamsuddin juga sudah menyatakan MUI tak pernah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan ucapan natal, ditambah testimoni Irfan Hamka bahwa ayahnya mengucapkan selamat natal kepada tetangga).
Jadi, jangan bawa-bawa Buya Hamka sebagai orang yang menyatakan mengharamkan ucapan selamat natal melalui Fatwa MUI 1981. Pak TR tentu tahu apa sebutannya dalam Islam untuk mengatakan sesuatu yang tidak terjadi, bukan? 2. Tulisan Pak TR ""ANDA TIDAK MUSLIM PUN TIDAK MASALAH. KARENA TIDAK ADA MANFAATNYA BAGI ISLAM" itu adalah tulisan paling kasar dan arogan yang pernah ambo baca dalam sebuah diskusi dunia maya. Bahkan ketika di awal tahun 2000-an ambo sering dilecehkan Jusfiq Hadjar St. Madjolelo dengan panggilan "anjing buduk", "anjing kurap" dst sebutan kebun binatang (siapa yang pernah berdebat LANGSUNG dengan Jusfiq pasti pernah juga mendapat panggilan serupa), ambo bisa paham karena Jusfiq adalah murtadin yang sudah tercerabut dari cahaya Islam, sehingga akhlaknya kasar, dan memanggil orang seenak perutnya. Dan itu pun berlangsung dalam milis-milis umum yang berisi ribuan orang yang heterogen, di mana ada juga pendukung Jusfiq yang ingin merusakkan Islam. Tetapi apa yang terjadi dengan sikap Pak TR? Pak TR melakukannya di BBG orang Minang (yang maksimal 30 orang) terhadap sesama muslim pula yang baru kini pak TR nyatakan "Ambo sangat2 tahu Ilmu sanak jauh diatas pemahaman ambo." Hipokrit! Jadi dulu karena belum kenal dan belum tahu, Pak TR merasa sah saja menyebut orang seenaknya, bukan? Supaya jadi cermin bagi Pak TR, jika bapak menyebut saya "tidak muslim pun tidak masalah, karena tidak ada manfaatnya bagi Islam", maka saya pun bisa menyebut akhlak bapak dalam cara menyebut lawan diskusi itu jauh, jauh, jauh lebih buruk dari kelakuan Jusfiq Hadjar yang non-muslim. Pak TR sekarang sebut: "Tapi soal keyakinan tentu lain pulo kotak2nyo, mungkin sajo beda kotak kito, dan tidak ada pemaksaan atau menang-kalah dalam hal keyakinan ini" Kotak-kotak keyakinan? Keyakinan apa? Keyakinan kita sama, Pak TR: Islam. Yang kita bicarakan adalah FAKTA SEJARAH soal Fatqwa MUI 1981. Redaksinya jelas, siapa yang menandatangani jelas, kasus yang membuat Buya Hamka mundur juga jelas. Maka BACALAH hai orang-orang yang berakal? Allahu a'lam, ANB Pada 26 Desember 2014 23.11, taufiq rasjid <[email protected]> menulis: > > > He he karano namo ambo tasabuik pulo baliak dek sanak ANB > > Tapaso pulo ambo katangah agak sajamang > > Dengan segala keawaman ambo dan dan hanya punya secuil basic Islami maso > sekolah umum dulu. Tantu pemahaman ambo memang lebih banyak dipengaruhi > oleh kelompok Ulama nan ambo yakini sasuai jo Islam nan asli dari Muhammad > SAW > > > Apalagi kini taraso banyak sekali pemahaman yg berlandaskan pemikiran2 yg > dipengaruhi para Orientalist dll diluar Islam > > > Kembali pada masalah Natal, karano di komunitas tampek tingga ambo. Ambo > tamasuak Minoritas, mako sebelum ado Fatwa MUI itu, terus terang ambo > selalu mengunjungi para tetangga yg merayakan Natal. Pada saat Idul Fitri > pun mereka selalu berkunjung karumah ambo > > Tapi...setelah ambo mengetahui ado Fatwa mengenai Natal itu. Ambo indak > berkunjung ketetangga lagi dan salaman pun tidak. Walau dalam keseharian > kita masih bergaul seperti biasa > > Kelihatannya mereka memahaminya dan tidak timbul masalah. Pergaulan kita > juga masih biasa tidak ada perubahan > > Untuk info Buya Hamka pernah mengucapkan Selamat Natal itu, ambo alun tahu. > Apakah dilakukan sebelum adanya Fatwa MUI itu atau sesudahnya > > Kalau sebelumnya, mungkin karena waktu itu beliau belum menemukan alasan > utk tidak melaksanakannya > > Kalau beliau masih mengucapkan itu pasca adanya Fatwa MUI, kita harus > memperhatikan juga adanya batasan dari ucapan tsb > > Bagi ambo sendiri insyaallah ambo masih bersikap seperti tahun yg lalu, > para kolega ambo bisa memahaminya dan tidak menyudutkan ambo > > Kembali pada ucapan ambo bahwa apakah seseorang itu Islam atau tidak tidak > akan berpengaruh bagi agama itu > > Terus terang bukan krn ambo merasa terdesak dlm diskusi itu. > > Sekali lagi dengan segala ke awam-an ambo, ambo akan menyatakan apa yg > ambo yakini sesuai basic Islami ambo > > Itu krn ambo pernah membaca : > > Bagi Allah/Islam, terserah saja orang/manusia memilih Islam atau tidak. > Krn Allah/Islam tidak memerlukan itu justru manusialah yg akan memerlukan > Islam itu > > Jadi kira2 begitulah pemahaman ambo, sekali lagi jangan dianggap ambo > terdesak dlm diskusi itu > > Ambo sangat2 tahu Ilmu sanak jauh diatas pemahaman ambo. Tapi soal > keyakinan tentu lain pulo kotak2nyo, mungkin sajo beda kotak kito, dan > tidak ada pemaksaan atau menang-kalah dalam hal keyakinan ini > > Salam ambo > --TR > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
