Nampak no berita ko salah judul, seharus no " Subsidi Oleh Rakyat Dihapus,
Harga Premium Langsung Turun" 

 

 

 

Subsidi Dihapus, Harga Premium Langsung Turun

Rista Rama Dhany - detikfinance

Senin, 29/12/2014 11:16 WIB

Description:
http://beta.newopenx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=9129&campaignid=3381
&zoneid=1108&loc=1&referer=http%3A%2F%2Ffinance.detik.com%2Fread%2F2014%2F12
%2F29%2F110540%2F2788890%2F1034%2Fsubsidi-dihapus-harga-premium-langsung-tur
un&cb=b184cd2e40

Description:
//images.detik.com/content/2014/12/29/1034/111030_spbusentul5.jpg

Jakarta -Pemerintah berencana merilis kebijakan baru soal subsidi Bahan
Bakar Minyak (BBM), yang salah satunya adalah kemungkinan dihapuskannya
subsidi untuk Premium. Bila kebijakan ini ditetapkan, maka harga Premium
akan langsung turun.

Menteri ESDM Sudirman Said mengakui bahwa penurunan harga minyak dunia
membuat harga keekonomian Premium ikut turun. Bahkan saat ini harga pasar
Premium lebih murah dibandingkan dengan harga subsidi yang ditetapkan
pemerintah yaitu Rp 8.500/liter.

"That's it, subsidi Premium dihapuskan. Kalau dilepas dengan harga
keekonomian, harganya akan jadi lebih rendah dari yang ditetapkan pemerintah
November lalu Rp 8.500/liter," ungkap Sudirman saat ditemui detikFinance di
kediaman pribadinya, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2014).

Sudirman menambahkan, harga Premium yang sedang murah menjadi momentum tepat
untuk menghapuskan subsidi. Pasalnya, meski sekarang menikmati sedikit
keuntungan, tetapi sepanjang tahun ini pemerintah masih nombok subsidi BBM.

"Ini mumpung harga minyak dunia begitu rendah, sehingga lebih baik
ditetapkan harga keekonomian. Mungkin saat ini pemerintah untung sedikit
karena harga keekonomian Premium di bawah harga subsidi. Tapi secara net
setahun pemerintah masih nombok karena harus bayar subsidi BBM," jelas
Sudirman.

Nantinya, kata Sudirman, hanya harga BBM diesel alias Solar yang disubsidi
tetap oleh pemerintah. Kemungkinan subsidi yang diberikan adalah Rp
1.000/liter.

"Nantinya harga Solar juga akan naik-turun mengikuti harga market, tapi
setiap liter solar ada subsidinya. Diusulkan misalnya Rp 1.000/liter,"
tuturnya.



(rrd/hds) 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke