Keputusan AirAsia QZ 8501 Tetap Terbang Dipertanyakan
Senin, 29 Desember 2014 , 05:32:00 WIB

RMOL. Hingga saat ini penyebab hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 rute
Surabaya-Singapura masih misterius. Berbagai spekulasi muncul. Namun,
keputusan tetap berangkatnya pesawat meski ada fakta bahwa awan
Comulunimbus (CB) membentang panjang menghalangi lintasan terbang, menjadi
pertanyaan.

Pengamat penerbangan Capt Sumarwoto mengungkapkan kalau awan CB ketika
kecelakaan terjadi sudah terbentuk seperti pagar. Berdasar foto satelit
dari BMKG, panjang awan CB sekitar 100 mil (160,9 kilometer). Awan tersebut
membentang mulai dari di atas sekitar Bangka Belitung hingga di atas
Kalimantan Selatan.

"Ini (awan) jangan ditembus. Saya juga tidak tahu kenapa keputusannya tetap
terbang dan juga tetap lewat jalur tersebut," kata Sumarwoto dilansir dari
JPNN, Minggu (28/12).

Mantan tes pilot PT Dirgantara Indonesia ini melanjutkan kalau awan CB itu
sangat berbahaya bagi sebuah penerbangan. Sebab, awan tersebut mengandung
listrik dan es.

"Nggak boleh sampai menabrak," tegas Sumarwoto, sambil melanjutkan, kalau
ada bentangan awan CB yang begitu panjang, pilihannya tinggal dua. Yaitu,
menunda penerbangan atau memindah jalur.

Sebagaimana diketahui, jalur penerbangan itu seperti jalan. Untuk menuju
tujuan tertentu tidak boleh seorang pilot seenaknya menggunakan jalur
lainnya. Termasuk, soal ketinggian yang juga telah diatur sesuai jalur
masing-masing.

Berdasar keterangan yang dihimpun, ketika menghadapi di depannya adalah
awan CB, pilot pesawat QZ 8501 sempat meminta izin ke menara pantau untuk
belok kiri dan menaikkan ketinggian. Permohonan belok kiri sudah mendapat
lampu hijau, sedangkan izin untuk naik belum sempat turun, namun pesawat
sudah lebih dulu lost contact.

"Kemungkinan pertama, pesawat sudah mengalami icing," kata Sumarwoto
menjelaskan sejumlah kemungkinan penyebab kecelakaan. Kondisi itu adalah
ketika udara yang disedot mesin pesawat membeku menjadi es. Selain suhu
dingin, awan udara di awan CB juga banyak mengandung air.

"Mesin kemudian blame out, bahkan kompresor bisa rompal," lanjut satu dari
dua tes pilot N-250 saat pertama terbang tersebut.

Kemungkinan yang lain, ungkap Sumarwoto, adalah situasi unusual attitude.
Yaitu, ketika sistem auto pilot menjadi tidak bisa lagi mampu mengendalikan
pesawat. Umumnya, karena pesawat menemui cuaca buruk, semisal menabrak awan
aktif. Ketika itu, turbulensi kemudian menjadi sangat parah. Hidung pesawat
lalu naik dan saat titik tertentu kemudian stall (jatuh).

"Nah, ini jika pilot terlambat merecovery seper sekian detik, unusual
attitude makin tak terkendalai dan secara spiral drive pesawat menghunjam
ke bawah," bebernya.

Sumarwoto menilai dua kemungkinan itu sama-sama terbuka terjadi pada
pesawat AirAsia. Hal itu mengingat situasi cuaca sebagaimana tergambar
berdasar foto satelit. "Bisa salah satu, bisa juga dua-duanya. Tapi, saya
juga berharap dua-duanya tidak terjadi. Finalnya kita tunggu saja hasil
pencarian dan penyelidikan," pungkasnya. [jpnn/rus]
On Dec 31, 2014 10:29 AM, "Sjamsir Sjarif" <[email protected]> wrote:

> "Kita" siapa yang "latah"? Arahkan saja serangan kata latah itu kepada
> Zorion yang memosting, jangan diserembankan saja kepada "kita" semua di
> Lapau ....
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke