Adidunsanak RN nan ambo hormati

Ass ww

“Parak bundo takah indak bapaga”. Mungkin ampia samo jo “ Parak bundo
takah bapaga” . Barangkali ampia samo jo ungkapan galeh satangan
panuah jo galeh satangah kosong, tagantrung dari suduik ma awak
mamandangnyo. Pandapek  duns di Palantako , nampaknya memang tabalah
duo.

 Parak bundo  nan takah indak bapaga tu mungkin intinya ABS SBK bisa
diterapkan tanpa merubah Propinsi Sumbar menjadi DIM..Yang
dipentingkan tentu saja penghayaran masyarakat tentang ABS-SBK  .
Bahwa ABS-SBK adalah ciri khas masyarakat Minang , merupakan budaya
turiun  temurun yang berlaku di masyarakat Minangkabau. ABS SBK itu
seperti tidak nampak tapi nyata dalam masyarakat Minang. Tentu saja
penerapannya hanya untuk warga Minang saja, yang bukan warga Minang
tidak perlu tunduk pada ABS SBK.

Parak bundo takah bapaga sepertinya  itulah DIM yang  dibayangkan
sebagian masyarakat. Paga DIM ada secara formal, tapi apakah paga tu
bisa  berfungsi menghadang budaya luar yang masuk melalui komunikasi
modern seperti Internet, TV , Film dan sebagainya ? Informasi masuk
itu bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan
masyarakat. Tapi kita semua tahu bahwa informasi itu tidak semuanya
bagus, ada yang bersifat merusak tatanan budaya , adat   dan pola
pikir masyarakat yang seharusnya ber ABS SBK.  Paga nan dibuek bisa
pulo manjadi pisau bamato duo. Paga nan talapau rapek bisa mambuek
awak takuruang didalam, awak nan di dalam parak tidak tersentuh
kemajuan karano  paga nan talampau rapek, informasi nan baguno pun
indak bisa masuak. Investor luar indak bisa masuak atau ‘sagan’ masuak
,takuik jo aturan aturan ABS SBK.  Akibat logisnyo pembangunan nagari
awak tatingga dibandingkan propinsi tetangga.

 Kalau paga talampau jarang DIM indak ado bedanyo jo Propinsi SUMBAR.
Manuruik pandapek ambo sepanjang DIM menjamin efektifitas penerapan
ABS-SBK dalam masyarakat Minang maka pembentukan DIM bolehlah
diperjuangkan ,tapi paga nyo diatur hanyo manyangkuik adat dan budaya
(ABS-SBK) dan  sama sekali tidak sebagai lembaga yang melakukan
seleksi bidang ekonomi dan investasi  yang akan masuk  DIM. Jaminan
efektifitas penerapan ABS-SBK tentu harus didahului dengan study yang
mendalam, hal hal apa dalam DIM itu yang akan menopang penyebaran dan
imlementasi ABS-SBK, dibandingkan dengan  kondisi Propinsi Sumbar saat
ini

Perlu pula dingat bahwa walau DIM sudah berhasil dibentuk ,dia tetap
bagian dari NKRI. Karenanya Kebijakan ekonomi DIM tidak boleh
bertentangan dengan kebijakan ekonomi Pemerintah Pusat termasuk dalam
penerapan  pasar bersama ASEAN

Wass
Dunil Zaid, 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia , Pdg, Tingga di Jkt.

2015-01-12 6:16 GMT+07:00 Asmardi Arbi <[email protected]>:
>
>
> Dinda Ajo Duta, bilo diawali jo kato kalau kasado alahe nan awak karajokan
> iyo indak ado nan kajadi do...
>
> Wassalam,
> AA
>
> On 07/01/2015 22:04, ajoduta wrote:
>
> Ambo  setuju  jo  pandapek  ko. Apolah arti  namo  kalau  beko  indak  bisa
> diisi  sasuai  jo  namo...
>
> -------- Original message --------
> From: "Akmal N. Basral" <[email protected]>
> Date:01/07/2015 9:21 AM (GMT-05:00)
> To: [email protected]
> Cc:
> Subject: [R@ntau-Net] DIM: Parak Bundo Indak Bapaga (Darman Moenir)
>
> Assalamu'alaikum Wr. Wb adidunsanak Palanta RN n.a.h,
>
> Salah seorang sastrawan Minang terkemuka saat ini, Darman Moenir, yang
> kebetulan juga tinggal di ranah, menuliskan opininya di harian Singgalang
> edisi 6 Januari 2015.
>
> Terlepas nanti setuju atau tidak dengan pendapat ybs, menarik mengetahui
> sudut pandang seorang sastrawan yang sehari-hari berpeluh dan berinteraksi
> dengan masyarakat setempat.
>
> Salam,
>
> ANB
>
>
> * * *
>
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke