Sekadar ajakan becermin pada salah satu episode sejarah Islam yang
menenteramkan.

Semoga bermanfaat.

Wassalam,


ANB

* * *


UMAR, FUNGSI EKSEKUTIF & KELIMPAHAN BAITUL MAL

Khalifah Umar bin Khattab r.a. berkata, "Perkara yang aku anggap gampang
dalam memperbaiki kondisi masyarakat adalah dengan cara mengganti pejabat
yang sedang memimpin (kurang cakap) dengan pejabat yang lain." (Imam As
Suyuti, "Tarikh al-Khulafa").


Dalam sejarah Islam, Khalifah Umar yang memimpin selama 10 tahun
pemerintahan (13-23 H/634-644 M) adalah salah seorang pemimpin tersukses.
Selain sebagai panglima militer, dan pemimpin yang adil dan tegas (Umar
pernah memarahi orang yang menyarankan agar putranya Abdullah bin Umar
diangkat sebagai pejabat), prestasi lain beliau yang kurang banyak
diketahui adalah sebagai perintis manajemen modern terhadap rumah harta
negara (Baitul Mal), dari ibu kota Madinah di tingkat pusat dan Baitul Mal
cabang di 8 provinsi kekhalifahan, yang termasuk Sawad (Irak), Palestina,
sampai Mesir.


Khalifah Umar membuat keputusan tegas bahwa eksekutif TIDAK BOLEH turut
campur mengelola harta Baitul Mal yang dipimpin Abdullah ibn Irqam sebagai
Bendahara Negara. Di tingkat provinsi, pejabat Baitul Mal tidak boleh
bergantung kepada gubernur, dan gubernur pun tidak boleh intervensi
kebijakan Baitul Mal.


Hasilnya, seluruh rakyat di 8 provinsi mendapat jaminan sosial tahunan dari
harta Baitul Mal, sehingga bahkan setiap bayi yang baru lahir pun mendapat
tunjangan sebesar 100 dirham.(M.A. Sabzwar, "Economic and Fiscal System
During Khilafat E-Rashida", 1985). Dengan kurs sekarang di mana 1 dirham =
ca. Rp. 60.000, maka tiap bayi mendapat Rp. 6 juta berbarengan tangis
pertamanya. Artinya, orang tua tidak mengeluarkan ongkos melahirkan,
melainkan mendapat biaya kelahiran.


Keberanian mengganti pejabat eksekutif yang kurang cakap (trampil) dan
ketegasan melarang pejabat eksekutif campur tangan dalam pengelolaan harta
negara adalah dua faktor keberhasilan Khalifah Umar yang -- sayangnya --
tidak banyak ditiru para pemimpin muslim sekarang yang tak malu mengatrol
anak menantu yang masih hijau pengalaman sebagai pemimpin.


Sumber: status FB sendiri.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke