Seperti yang diceritakan sebelumnya selesai mereka makan siang, mereka
berkumpul di ruang tengah untuk membicarakan bantuan yang diharapkan oleh
wali Bumi pada penduduknya..

 

“Persoalan apa Wali Bumi, katakanlah pada kami siapa tahu kami bisa
membantu!” kata Jintan.

 

“Yah Wali Bumi, bantuan seperti apa yang bapak harapkan dari kami mengingat
teman-teman bapak orang-orang yang hebat yang sudah pasti lebih mampu
menolong bapak dibandingkan kami.” Mamak Burhan angkat bicara.

 

“Jangan berkata begitu, memang teman-temanku ini hebat-hebat tapi justru
merekalah yang menyusahkan aku karena itu butuh bantuan kalian.”kata Bumi
sambil menghela nafas dan melihat sekeliling.

 

Mendengar hal ini para orang tua dan wali kaget sekali, bantuan seperti apa
yang bisa mereka berikan jika orang hebat yang menyusahkan wali mereka.

 

“Pak Wali, tolong segera katakan bantuan seperti apa yang bisa kami berikan?
Jangan buat kami penasaran.”kata Mamak Burhan.

 

Bumi melihat bahwa yang semuanya penasaran kecuali orang tua Saiful yang
acuh tak acuh mendengarkan pembicaraan  ini, mereka sepertinya ingin segera
angkat kaki dari rumah Bumi, apalagi mereka melihat cara Basri memandang
mereka membuat mereka tambah gerah. Memang wajah Basri tersenyum tapi
senyumnya sangat sinis sekali dan sorotan matanya dingin menatap mereka,
sungguh suatu pemandangan wajah yang mendirikan bulu roma bila setiap kali
mereka memandang ke arah Basri. Bumi memaklumi perasaan Basri yang sangat
menyukai anak-anak itu, apalagi dia sudah jatuh sayang pada Saiful semakin
dia benci kepada kedua orang itu.  Bumi merasa sebaiknya segera membicarakan
keinginan mereka mengingat suasana hati Basri ini.

 

“Baiklah aku akan langsung katakan kepada kalian,  kesusahan apa yang
ditimbulkan oleh teman-temanku ini,  seperti yang kalian tahu teman-temanku
ini juga merupakan tokoh persilatan ternama di ranah Minang ini. Mereka
sedang mencari murid untuk menurunkan ilmu silat mereka yang mumpuni ini.
Kebetulan mereka menyukai anak-anak kalian dan berniat menurunkan ilmu
mereka kepada anak kalian,” sengaja Bumi berhenti bicara agar para orang tua
meresapi perkataannya.

 

Terlihat di wajah mereka kegembiraan karena anak mereka dipilih orang-orang
seperti teman-teman wali yang hebat itu untuk dijadikan murid. Masing-masing
dengan pemikiran sendiri bahwa kelak anak-anak mereka akan sehebat gurunya.
Semua manggut-manggutkan kepalanya, dalam hati mereka merasa ini masalah
kecil, mereka pasti setuju menjadikan anak mereka murid dari orang-orang
hebat ini. Tapi mereka juga melihat di balik penjelasan dari wali Bumi ada
hal lain yang belum diungkapkan, ini yang membuat mereka agak was-was.

 

“Bagaimana, apa kalian setuju anak kalian menjadi murid orang-orang hebat
ini ?” Tanya Bumi.

 

Hampir semua mengangguk kepalanya tanda setuju, yang tidak memberikan reaksi
hanya orang tua Saiful yang diam membisu saja, karena memang mereka tidak
perduli akan nasib anak mereka. Bumi dan teman-temannya juga melihat hal
ini, terlihat Basri saling melemparkan pandangan matanya dengan Bumi. Dalam
hati Basri benar-benar kuatir jika mereka tidak setuju dia menjadikan Saiful
muridnya.

 

“Jadi kalian setuju kan , anak-anak kalian menjadi murid teman-temanku
ini?”Bumi memastikan.

 

“Benar bapak wali saya setuju anak saya mendapat guru seperti beliau-beliau
ini.”kata Jintan.

 

“Saya tidak keberatan pak wali tapi siapa yang akan jadi guru anak saya, apa
semuanya?”Tanya Lastri.

 

“Tidak semua menjadi guru anak kalian, temanku sudah memilih yang mana
menjadi murid mereka. Seperti Masnan ini, beliau sudah memilih Burhan untuk
menjadi muridnya.”kata Bumi sambil menoleh ke arah mamak Burhan seolah minta
persetujuan.

 

Mamak Burhan yang memang seorang pencinta nagarinya sangat menyukai Masnan
yang seorang perwira kerajaan, dia sangat senang kemenakannya didik oleh
seorang perwira hebat seperti Masnan, malahan diam-diam dia ingin mengajukan
permohonan kepada Masnan agar anaknya juga didik oleh perwira ini. Siapa
tahu anaknya bisa hebat seperti perwira ini, walaupun dia sayang juga kepada
Burhan tapi bila dibandingkan dengan anak sendiri tentu beda kadar
sayangnya.

 

“Wali Bumi, kami setuju Burhan menjadi murid dari Panglima Masnan.”sengaja
dia menyebutkan pangkat Masnan agar terdengar keren.

 

“Terima kasih Datuak mengijinkan saya menjadi guru bagi kemenakan anda,
mudah-mudahan saya tidak mengecewakan harapan Datuak.” Sahut Masnan.

 

Sementara itu anak-anak yang tadinya asyik bermain dan mengobrol di sudut
ruangan besar itu, mulai terlihat menegakkan badannya dan berjalan ke arah
orang tua mereka yang sedang berbicara itu. Terutama Aswin penasaran sekali
karena tadi dia mendengar paman Masnannya mengangkat Burhan jadi muridnya,
dia ingin tahu paman yang lain memilih temannya yang mana untuk dijadikan
murid.

 

Terdengar suara Bumi,”Dan Kahar ini memilih Bastian untuk menjadi muridnya,
bagaimana Lastri apa kamu keberatan?”

 

Bersambung…………


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1345 - Release Date: 26/03/2008
18:50
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke