(--)Ketika bupati dijabat oleh seorang militer (Anas Malik ?) ...... maka beliau berhasil mengubah kebiasaan penduduk setempat !
(+) Karano Pak Datuak Soda di ateh mamakai tando tanyo (?) dalam kalimaiknyo. Dan, tando tanyo (?) tu kitiko ambo baraja mambuek kalimaik di SD dulu samo aratinyo ragu-ragu atau indak yakin, mako supayo tando tanyo baliau tu bisa diapuih handaknyo, ado rancaknyo mambaco tulisan di bawah ko. Tanyato, Jokowie tu alah adoh pulo nan manyamokan dan mamuja-mujanyo ampiang samo jo Ajo Anaih. He he he.............. Antahlah........................., *mm**** *Kol Anas Malik Bupati Padang Pariaman 1980-1990 Sosok Jokowi Tempo Doeloe* Kota Pariaman terletak dipesisir bagian barat propinsi Sumatera Barat,sekarang jadi ibukota Kota Pariaman yang sebelumnya jadi pusat pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman dan kini telah pindah ke Rimbo Kalam sejak Pemkot Pariaman berdiri sendiri dan berpisah dari induknya. Pariaman (Piaman Istilah minang) hampir 80% warganya, merantau keberbagai pelosok Nusantara bahkan keluar negeri,saking terkenal jiwa perantaunya Orang Pariaman dibandingkan jiwa perantau suku minang (Padang) maka ada pameo : dimana ada orang Piaman (Pariaman) belum tentu ada perantau Minang,tetapi dimana ada perantau Minang pasti ada Orang Piaman disana,bahkan kalau di Bulan ada kehidupan bukan hal yang mustahil orang Piaman akan merantau kesana. Karakter masyarakatnya sungguh “misteri.” Sulit terbaca utuh kemana arah sebenarnya. Namun ia mudah “ditaklukkan” pabila mengetahui dan memahami secara “utuh” karakter manusianya. Karena sudah terbiasa hidup di perpaduan alam maritim yang keras dengan sediikit kawasan pergunungan sehingga membuat adat masyarakatnya ulet dan bertabiat keras juga sebagai anak pesisir. Terhimpit mau diatas dan terkurung mau diluar ” jangankan kalah,seri saja tidak mau,itulah potret adat & prilaku masyarakatnya sehari-hari.Berabad-abad lamanya lokasi pantainya yang berada dibbir pusat Pemerintahan dijadikan obyek buang hajat (beol bhs betawinya),Takala angin berembus disiang hari ketengah kota membawa aroma Ngeri-Ngeri Sedap. ha hay amboi… Ada pameo yang menjadi sugesti & ceme..es ( Kata Cemooh yang di Piamankan),bagi kalangan penjabat yang ditugaskan atau jadi Bupati didaerah tersebut.Jika mampu jadi Pemimpin/Bupati di Kawasan (KABUPATEN PADANG PARIAMAN) tersebut sama levelnya jadi seorang Gubernur di Propinsi di Pulau Jawa,kebayang ngak sulitnya???? Hal itulah yang menjadi ilham bagi seorang Almarhum Kol.Anas Malik ex Kapen Pandam V Jaya,untuk merobah segala prilaku budaya sehari-hari Masyarakat Pariaman yang centang perenang dimasa itu. Berbagai kiat dilakukan beliau ketika menjabat sebagai Bupati di awal tugasnya sebagai Bupati diawal Tahun 1980,sampai tahun 1990.(info : Kabupaten Padang Pariman sekarang sudah dipecah jadi dua kabupaten dan satu Pemkot yakni Kabupaten Kepualau Mentawai,Kabupaten Padang Pariaman & Pemerintah Kota Pariaman). Bupati ini setiap pagi rajin blusukan sekeliling kota bersepeda Ontel ( pinjam istilah Boy Piliang yang juga kompasianer ) berkeliling kota Pariaman tanpa ditemani oleh ajudannya,mulai jam 5,00 pagi setelah syolat shubuh sampai menjelang jam 7.30, jam kantornya. Hal biasa beliau akan terlihat kejar-kejaran menangkap orang yang lagi ” Maonggoh tacirit (lagi BEOL) ditepi pantai, biasanya beliau kasih teguran awal,tetapi kalau besok nya diulang lagi lansung dilampang ( tempeleng),atas ketegasannya dalam merubah budaya itu dia dijuluki oleh masyarakat sebagai Bupati Tentara. Anas Malik sangat disiplin waktu, dia selalu datang kekantor sesuai jadwal jam 7.30wib, dan bekerja dibalik meja hanya sampai pukul 10 pagi, dikantor Anas Malik sangat mudah ditemui oleh masyarakat,”Jika ingin bertemu Bupati, kita musti datang dibawah jam 10 pagi, setelah itu Beliau langsung kelapangan. Untuk melihat masyarakat. ,Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai, ia menghimbau agar PNS sepulang dari kantor agar mencari penghasilan tambahan semacam bertani dll.” Diawal jabatannya semua komponen warga perantau asal Pariaman yang sukses dibidangnya diajak pulang kampung,untuk bersama-sama membangun Kabupaten yang terluas di Sumatera Barat ini,makanya kawasan ini lebih dikenal dengan sebutan Piaman Laweh (Pariaman yang super Luas). Mulai dari Penyanyi Minang yang terkenal saat itu Tiar Ramon,Dosen-Dosen yang ada diperguruan Tinggi & pengusaha-pengusaha level mengah yang punya semangat yang tinggi membagun kampung halaman pada boyongan mudik ke Pariaman untuk menggeliatkan kembali Kesenian & pendidikan & pembangunan pedesaan . Di era itulah Proyek berjalan pesat dan tender terbuka dengan sangat Fair, tidak ada istilah uang sogok menyogok.Sehingga berbagai kontraktor bertumbuhan bagai cendawan tumbuh dan hidup sehat karena ketegasan sikap dia yang anti korupsi tanpa embel-embel sebagai seorang ex patriot prajurit sejati,anak-anak beliau tidak ada yang dibolehkan jadi kontraktor kecuali ahanya boleh aktif di organisasi sosial yang berguna untuk masyarakat pemuda yang populer dimasanya , seperti AMPI dsbnya. Bupati Tentara yang sangat merakyat ini, Pada saat turba (blusukan) dan ketemu dijalan seorang wanita pedagang sayur tua menjujung dagangannya yang membubung,“sayur itu diborong Anas Malik, lalu dibagi-bagikan kepada warga dibelakang Rumah dinasnya, dana Taktis hanya habis untuk membantu masyarakat, jika ia melihat seorang yang sangat tua bekerja, selalu ia sambangi dan memberikan lembaran Rp 10.000, jumlah yang sangat besar kala itu.”.” hampir semua dana taktis beliau dihabiskan untuk membantu masyarakat” sertifikat Gratis,mengoptimalkan istilah K-3 (Kebersihan, Keindahan, Ketertiban) dengan program, memungut puntung rokok dan sampah, membangun pagar disetiap pekarangan agar terlihat indah, . dimanakah sepeda ontel Alm Kol Anas Malik yang bersejarah itu sekarang? itu yang acap jadi pertanyaan?? (sumber Oyong Liza Piliang) Lalu mem¬ber¬dayakan potensi dan partisipasi sosial melalui gerakan gotong-royong rutin dan serentak. Pemberdayaan pen¬didikan, ekonomi rakyat dan seba¬gainya yang diin¬dikasikan dengan sejumlah peng¬hargaan. Serentang panjang programnya selama sepuluh tahun memimpin dan membangun Padang Pariaman mu¬dah dibaca dan dieja alias terbuka dan kasat mata. Langkah pertama yang dilakukannya adalah mener¬tibkan dan membersihkan Kota Pariaman. Pantai Pariaman yang sebelumnya diperlakukan sebagai tempat pembuangan dibalikkan menjadi tempat segala yang bersih. Hanya dengan beberapa kali razia, lalu, diikuti dengan penataan dan pembersihan selanjutnya mem¬pe¬ketat pengawasan. Akhirnya Pantai Paria¬man yang sebelumnya tempat buang hajat berubah jadi objek wisata dan berdirinya puluhan rumah makan yang dikelola oleh masyarakat. Langkah kedua Anas Malik adalah membangun jalan raya ke seluruh pelosok daerah. Sebagian di anta¬ranya melalui kegiatan ABRI Masuk Desa (AMD). Karena sukses dan berhasil, Padang Pariaman pun jadi model AMD di seluruh Indonesia melalui seminar Angkatan Darat di Bukittinggi. AMD Padang Pariaman pun jadi objek studi banding bagi Kodam lain. Di antara pembangunan pantai dan jalan-jalan desa itu Anas Malik menumbuhkan berbagai usaha rak¬yat. Mulai pertanian, perkebunan, peternakan sapi dan ayam hingga industri kerajinan. Empat tahun pertama, setelah pantai bersih jalan ke semua desa terbuka dan ekonomi rakyat membaik, Anas menggelar pesta rakyat, tahun 1984, Pesta Tabut yang sudah lama hilang. Semua hasil pertanian dan kerajinan dijual di pasar selama pesta itu. “Kalau nagari lah rami, urang kampuang bisa bajual bali. Rakyat dapek pitih, sanang hati ambo,” begitu katanya kala dialog dengan saya saat itu. Anas Malik memang tak mem¬bangun pertokoan, kantor mewah, rumah dinas mewah atau proyek berbau mercu suar. Di samping membangun ekonomi, Anas Malik membangun karakter dan sikap hidup masyarakat Padang Pariaman. Ia tak mau melihat orang duduk, apalagi main domino, di warung pagi hari. Ia tak mau melihat orang tak berpuasa di bulan Ramadan. Ia turun mengingatkan, menegur dan bahkan memarahi warga yang bermalas-malas atau tak peduli agama. Setelah semua basis kehidupan sosial dan ekonomi terbangun, pada priode kedua jabatannya Anas Malik mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Padang Pariaman melalui perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Bersama Walikota Pa¬dang Sjahrul Ujud, Anas Malik mene¬tapkan daerah perbatasan kabupaten dan kota sebagai kawasan industri. Anas Malik memang tentara. Tapi ia tak pernah menggebuki pegawai yang terlambat. Anas Malik keras, tapi tidak kasar. Nada suaranya memang tinggi, tapi ia tak suka merendahkan martabat orang. Bisa dimengerti jika sopir dan ajudannya pun tak pernah gonta-ganti sampai akhir masa jabatannya. Satu hal yang saya catat sepan¬jang kepemimpinan Anas Malik adalah, ia meneruka, menanam dan memelihara tanpa pernah mem¬bebani rakyatnya. Meski ia pernah menampar orang atau mengarak warga yang berak di pantai sekeliling kota, tujuannya jelas mengubah perilaku dan membentuk karakter rakyat agar bersih, tertib dan bermar¬tabat. Maka, meski keras dan tegas, Anas Malik tetap melekat di hati rakyat. Se¬pan¬jang masa jabatannya ia tak me¬ngeruk keuntungan bagi diri, ke¬luarga dan kerabatnya. Meski mem¬bangun pasar Anas Malik tak punya se¬pintu toko pun. Meski mem¬bebas¬kan lahan Anas Malik tak punya sejengkal tanah di Padang Pariaman. Anak-anaknya pun tak menjadi pengusaha yang merebut dana APBD Padang Pariaman. Bisa dimengerti jika keluarga, sanak saudara serta kerabat nya tak jadi gunjingan warga sebagaimana terjadi pada keba¬nyakan kepala daerah sekarang. Boleh jadi memang muncul kerin¬duan pada sosok Anas Malik di tengah perkembangan kepe¬mim¬pinan kepala daerah sekarang. Alhamdulliah sekarang sosok itu telah muncul ( JOKOWI) jadi tidak kita perlu menggali kuburan dan menghadirkannya kembali seorang Anas Malik ke Muka Bumi. (dikopi mantah-mantah dari : politik.kompasi*ana*.com| 16 February 2013 | 04:22) ---------- Pesan terusan ---------- Dari: Abraham Ilyas <[email protected]> Tanggal: 4 April 2015 10.35 Subjek: Re: [R@ntau-Net] Toilet dan Mushala di berbagai SBPU Padang kumuh ... Kepada: [email protected] Pak Fashridjal M. Noor n.a.h. Iko saketek Pak,.... ambo copaskan gaya Anas Malik memimpin Padang Pariaman th 1979 - 1989 .........menurut Bakhtiar Sultan ST yang akrab saya panggil aciak mengatakan, diera pemerintahan Alm Kol Anas Malik, dikenal dengan istilah LALOK BASAMO BUPATI. Kesempatan ini dipergunakan oleh bupati Anas Malik untuk melihat kondisi ril masyarakat, merasakan , dan melihat daerah pariaman dari kacamata rakyat, bahkan tak jarang Alm Anas Malik juga membawa istinya Nyonya JUWITA ANAS MALIK turut serta. Bupati mendengarkan keluhan masyarakat serta mengajarkan akan pentingnya kebersihan , disiplin dan solat subuh berjamaah dimesjid. Lalok bersama Bupati menjadi trend disaat itu.. masyarakat yang beruntung akan mendapat giliran beberapa malam bersama Bupati. Hal tersebut dilakukan beliau selama masa kepemimpinannya ujar Aciak dengan kalimat mantap. http://www.pariamantoday.com/2012/10/alm-kol-anas-malik-dalam-kenangan-tidur.html Pada tanggal 04/04/15, Fashridjal M. Noor <[email protected]> menulis: > @p Abraham Ilyas: > Bagus sekali kalau bapak menguraikan lebih rinci ttg geraklangkah p bupati > Anas Malik tersebut: peraturan dan pelaksanaan di lapangan. > > Itu bisa menjadi acuan baik bagi bupati dan walikota yg masih menjabat > maupun bagi calon2 bupati dan walikota. > On Apr 4, 2015 8:32 AM, "Abraham Ilyas" <[email protected]> wrote: > >> Beberapa tahun yl. di sepanjang pantai kota Pariaman merupakan tempat >> b.a.b gratis oleh penduduk ! >> >> Ketika bupati dijabat oleh seorang militer (Anas Malik ?) ...... maka >> beliau berhasil mengubah kebiasaan penduduk setempat ! >> >> "Mencontoh kepada yang sudah, maambiah tuah kapado nan manang" .... >> maka sudah seharusnya para calon bupati yad. (Desember 2015) berjanji >> kepada calon pemilihnya untuk membuat komitmen bahwa dia sanggup >> mengubah "perilaku" masyarakat kearah hidup bersih dan sehat >> .......seperti yang pernah dikerjakan oleh Anas Malik di Kab. Padang >> Pariaman ! >> >> >> >> Pada tanggal 03/04/15, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis: >> > Bilolah kito dapek pimpinan daerah yg peduli sarupo walkot Bandung. >> > >> > Peresmian Toilet Bersih dan Kantin Sehat SDN Centeh: >> > https://youtu.be/VKZBe6OLR4Q >> > On Apr 2, 2015 8:11 AM, "Maturidi Donsan" <[email protected]> wrote: >> > >> >> TOILET UMUM bisa bersih dan terpelihara jika ada petugas dan diawasi >> >> ketat. >> >> >> >> Pemakai toilet ikut partisipasi kebersihan.: >> >> 1. BAB partisipasinya Rp 5.000, >> >> 2. BAK partisipasinya Rp 4.000 (2 lembar 2 ribuan ), >> >> 3. Beruduk atau sekedar cuci muka Rp 2.000 ( 1 lembar 2 ribuan). >> >> 4. Pengawasan ketat dari pemilik/pengelola. >> >> Kalau mengharapkan sumbangan sukarela/gratis tanpa pengawasan ketat, >> >> jangan harap toilet umum akan bersih. >> >> >> >> Jangankan toilet umum, jalan-jalanlah di Sumbar, ke kantor Gubenur, >> >> kantor >> >> Bupati,kantor Camat apalagi kantor wali nagari, toiletnya lumayan >> >> kotor. >> >> Entah kalau sekarang sudah ada perubahan. >> >> Begitu juga DKI karena takut sama Gubenurnya, mungkin sudah ada >> >> perubahan. >> >> >> >> Toilet itu bisa bersih dengan berbiaya tambah disiplin pemakai, >> >> perawatannya harus sama dengan rumah tangga. >> >> >> >> Maturidi >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> -- >> >> . >> >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> >> lain >> >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> >> =========================================================== >> >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> >> * DILARANG: >> >> 1. Email besar dari 200KB; >> >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> >> 3. Email One Liner. >> >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >> >> serta >> >> mengirimkan biodata! >> >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> >> mengganti subjeknya. >> >> =========================================================== >> >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >> di: >> >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> >> --- >> >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> >> Grup. >> >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> >> kirim email ke [email protected]. >> >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> >> >> > >> > -- >> > . >> > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain >> > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> > =========================================================== >> > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> > * DILARANG: >> > 1. Email besar dari 200KB; >> > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> > 3. Email One Liner. >> > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> > mengirimkan biodata! >> > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> > mengganti subjeknya. >> > =========================================================== >> > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >> > di: >> > http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> > --- >> > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> > Google Grup. >> > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim >> > email ke [email protected]. >> > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Google Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
