Aww. Palanta n.a.h.aaa) Menarik permasalahan pembangunan Provinsi Sumatera Barat berotonomi dengan berbagai pendekatan ( approach) melalui kalimat dan kata2 " bottom-up" dan "top-down" nan dengan demikian dipikiekan mulai dari rahahaayt badorai di nagori-nagori memulai membangun baliek Nagori dan bergotongroyong dan sataruihnyo alah dapeik wak lieik dari kemajuan Indeks Pembangunan Manusia , dan Indeks lainnyopakatan nan manunjukkan angko penurunan dari waktu kewaktu ;bbb) Dari pendekatan manopun dilakukan dapeik wak susun pembahagian karajo gadang apokah ado kesepahaman / kesepakatan untuk mandudukkan pokok carito nan kadikarajokan misalnyo membangun balik Nagori semisal mahiduikkan balik banagori, basurau, badunsanak dst.nya oleh rahayat Nagori apokah alah ado suatu contoh soalnyo? Samantaro pendekatan nan disabuikkan top-down (dari Pusat Pemerintahan / Rantau ataukah dari Pemprov ke PemKab/Kota/Kecamatan-Nagori) adolah suatu pendekatan sistem nan dibuek berdasarkan Pembangunan Regional dengan menempatkan "Nagori" (beserta perangkatnya sebagai subyek pembangunan balik Nagori yang berdasarkan ABS SBK) mempunyai arti tersendiri dalam menghadapi gejolak ekonmi global yang lebih banyak ditumpangi oleh Kelompok Asing dan Aseng yang notabene akan menghancurkan sendi2 kehidupan rahayat Minangkabau.Sekedar cuplikan pemikiran yang menjadi dasar berpikir "waras"Wassalam.Haasma (Lk/70/Depok) Pada Senin, 20 April 2015 11:35, kovi KM <[email protected]> menulis:
Maaf sabalumnyo mak MN....Ambo manyolo sangenek...Manuruik ambo kalau la hanyo untuak managakkan filosofi ABS SBK sajo... Karano jo Otonomi daerah sajo alun ado hasil nan dicapai dek nagari kito lai mak... Kok hanyo ABSSBK manga indak kito jalankan atau kito terapkan dulu dalam kito ba otonomi daerah ko mak....alun ado pergerakan nyo lai mak...Ciek lai mak....kok suaro kito yo dari mufakaik nan datang dari bawah mak...nan picak lah buliah dilayangkan nan bulek la bisa di guliangkan...kok titiak nan d itunggu dari ateh...Samantaro di jawaban mamak nan lain manyabuikkan2.Kenapa wacana DIM ini tidak bottom up (mambusek dari bumi) krn yg saya lihat lebih kpd top down.Apokah indak ka top down c taruih...karano awalnyo top down ndak bottom up.... Apo ko ndak mamaksokan kahandak namo e mak...?? Kalau memang ingin ba masyarakat...rangkul dari bawah...bukan nan di ateh sajo... Mulai dari nan ketek ketek...kalaulah ABSSBK nan d gadang gadangkan salamoko memang di jalankan dr dulu mngkin kini alah barubah...Karano hanyo sorak sorak kampanye sajo bajalan lai tapi indak sampai... Nan di takuikkan nanti apokoh lai ndak ad kepntingan2 individu nan batupang tindiah di ateh kepntingan2 umum...?? Wasalam Eko Rang kampai minang koto nan godang payokumbuah Rantau bauksit Kawan2 di Dunia Maya,dari MN, Banyak kawan2 yang mempertanyakan, untuk apa pula kita ber-DIM sementarakita sudah punya Otonomi Daerah. Otonomi itu saja kan sudah cukup. Jawabnya: Tidak cukup! Buktinya, sudah selama ini kita punya otonomi, namun filosofi budaya asli Minangkabau: ABS-SBK tidak jalan. Terkatakan ada, terperbuat tidak. Dan ABS-SBK tidak bisa dilaksanakan dalam kita bernegara dalam konteks kita berotonomi di Sumatera Barat, karena kita tidak mempunyai hak istimewa untuk melaksanakannya, seperti di DI Y, DI A, DI P, dan DKI itu. Kita tidak bisa mengaktualisasikan dan mengimplementasikan ABS-SBK karena kita tidak memiliki hak khusus dan istimewa itu, sementara Ps18B UUD1945 memberi peluang kepada kita untuk itu. Nah, dengan menurun dan meluncurnya segi2 adat, agama dan sosial-budaya dalam kehidupan kita di Sumbar maupun di luar selama ini, kita harus dan wajib memberlakukan filosofi hidup ABS-SBK itu melalui pemberlakuan hak khusus, DIM itu, untuk memperbaiki semua yang telah rusak itu dan membangun masa depan bumi bertuah Minangkabau ini ke arah kejayaannya kembali. Oleh karena itu, mari kita bersatu hati dan bekerjsama dalam menggolkan DIM ini, baik kita yang di ranah maupun yang di rantau. Ranah itu bukan hanya Luhak yang Tiga saja, tetapi juga semua rantaunya Luhak yang secara bersama membentuk Sumatera Barat itu. Di luar itu baru kita maksudkan Rantau. Mari kita perlihatkan kebersatuan kita dalam ber-Minang-minang ini, di ranah dan di rantau. Salam, MN, 20/04/15 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
