Tidak banyak Rang Lapau yang menanggapi berita internasional ini, hari pertama, seolah-olah MakNgah sendiri yang mer3engek-rengak mengikutinya. Mungkin dianggap tidak ada effeknya dengan Minangkabau. Nah, kemarin alhamdulillah, Setelah anak-anak kita yang bersekolah di Yaman selamat pulangkampung, sekarang KBRI di Yaman kena bom.
Perang ini akan membesar, mungkin berefek jangka panjang mempengaruhi situasi religi sampai ke Indonesia dan Sumatera Barat nanti. Hati-hatilah pergi berhajji, berhati-hatilah menjaga keimanan .... -- MakNgah Sjamsir Sjarif Santa Cruz, California, USA KBRI di Yaman Kena Bom <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/dunia/39835-kbri-di-yaman-kena-bom> [image: PDF] <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/dunia/39835-kbri-di-yaman-kena-bom?format=pdf> [image: Cetak] <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/dunia/39835-kbri-di-yaman-kena-bom?tmpl=component&print=1&layout=default&page=> [image: Surel] <http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=bed289b7c2714b93a1f3f42bb8578d6e8db6ef2d> Selasa, 21 April 2015 02:48 *TIGA WNI TERLUKA* KBRI di Yaman kena serangan bom. Tiga WNI dilaporkan terluka. Seluruh WNI segera dievakuasi ke Hudaidah. JAKARTA, HALUAN — Perang saudara di Yaman makin menjadi-jadi. Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sanaa porak-poranda akibat ledakan bom, Senin (20/4). Peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 10.45 waktu setempat. Saat serangan terjadi, terdapat 17 warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di dalam KBRI. Mereka terdiri dari empat tim evakuasi dari Jakarta, 1 staf setempat, 5 staf lokal, 5 buruh migran, dan 2 mahasiswa Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, setidaknya tiga WNI dilaporkan terluka akibat ledakan bom di Sanaa. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan tiga warga Indonesia itu yakni Sapto Nugroho, kepala tim evakuasi WNI di Yaman yang baru datang dari Hudaidah ke Sanaa. Tim Sapto berniat mengevakuasi 50 WNI dengan menjemput mereka di rumah masing-masing. “Ada 50 WNI yang sebelumnya tidak ikut program evakuasi karena merasa masih aman,” kata Muhammad Iqbal, yang dihubungi melalui telepon dari Jakarta. Iqbal menuturkan sasaran utama pengeboman sebenarnya adalah gudang senjata yang terletak di Gunung Faj Attan. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari KBRI. “Karena ini gudang senjata, ledakannya sangat besar dan mengguncang sampai KBRI,” ujarnya. Beberapa bagian KBRI porak-poranda akibat ledakan itu. Sampai kemarin, tim Sapto baru berhasil mengevakuasi 12 WNI yang semuanya berkumpul di *safe house*. “Pak Sapto luka-luka di kaki dan tangan karena sedang keluar dari *basement* saat terjadi ledakan,” ujar Iqbal. Dua WNI lain yang terluka terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan. WNI laki-laki kini berada di* safe house*. Iqbal belum mendapat informasi detail tentang kondisinya. Hanya, lukanya tidak separah WNI perempuan yang sampai dilarikan ke rumah sakit. Kata Iqbal, ini adalah serangan terbesar di Yaman sejak terjadi aksi saling serang antara pemberontak Houthi dan pemerintah Yaman pada 25 Maret lalu. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan, tak ada korban jiwa akibat serangan brutal tersebut. Namun dua orang staf KBRI dan 1 WNI mengalami luka. “Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan kepada KBRI dan tim evakuasi di Sanaa untuk segera mengambil langkah yang diperlukan untuk mengamankan keselamatan WNI di sana,” kata Menlu Retno sata jumpa pers di Gedung JCC. Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4). Retno menjelaskan dua orang staf diplomat dan seorang WNI yang terluka itu telah mendapat perawatan. “Kini seluruh WNI tersebut sudah dievakuasi ke Wisma Duta di Sanaa dan kita upayakan segera dievakuasi ke Hudaidah,” kata Retno. Menlu Retno Marsudi memastikan serangan bom tidak menyasar gedung KBRI, tapi menyasar gudang amunisi milisi loyalis mantan Presiden Abdullah Saleh. Gudang tersebut berada di bawah gunung dan bom sempat menembus masuk sebelum akhirnya meledak besar. Akibat bom tersebut, kerusakan gedung KBRI mencapai 90 persen. “KBRI di Sanaa bukan target utama serangan. Ini perlu ditekankan. Tapi serangannya mengakibatkan kaca-kaca pecah dan atap terkelupas,” kata Retno. Hingga serangan terjadi, lanjut Retno, KBRI di Sanaa masih dibuka untuk keperluan lanjutan evakuasi pemulangan warga negara Indonesia (WNI). Namun operasional resmi para staf kedutaan berada di Kota Salala. “Hanya ada beberapa staf di KBRI Sanaa apabila WNI yang memerlukan evakuasi maka ada orang yang dapat dihubungi,” ujarnya. Atas serangan bom tersebut, pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang telah melukai dua staf diplomat dan satu WNI tersebut. Pemerintah Indonesia menegaskan pengemboman ini adalah bukti bahwa penyelesaian masalah dengan kekerasan hanya mengakibatkan korban jiwa yang tak bersalah. Indonesia menekankan kembali bahwa penyelesaian secara damai melalui diplomasi dan perundingan merupakan jalan terbaik. Retno menyebut, pemerintah Indonesia mendesak agar semua pihak segera menghentikan aksi kekerasan. Dia juga meminta agar jeda kemanusiaan segera diterapkan sehingga warga sipil termasuk warga negara asing dapat segera keluar dari Yaman dan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Yaman. Masih menurut Retno, Indonesia meminta agar semua pihak yang bertikai menghormati aturan dan hukum internasional, khususnya terkait perlindungan warga sipil termasuk berbagai resolusi Perserikatan Bnagsa-Bangsa terkait. Presiden Joko Widodo belum mendapatkan laporan utuh ihwal KBRI di Yaman yang hancur karena bom. Presiden Jokowi mengaku masih menunggu proses evakuasi dan investigasi kerusakan di Yaman. “Saya sudah dilapori, namun belum mendengar laporan utuh. Masih menunggu investigasi dari sana,” kata Jokowi seusai membuka World Economic Forum di Jakarta pada Senin (20/4). Presiden Jokowi, yang hadir didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, ingin mengetahui seberapa besar dampak kerusakan di sana. Di Yaman kini sedang berkecamuk konflik antara pemerintah Sunni dan pemberontak Houthi yang beraliran Syiah. Krisis bersenjata melanda Yaman setelah Arab Saudi dan negara-negara Teluk sekutunya melancarkan operasi militer untuk menahan laju pemberontak Syiah Houthi. Operasi militer yang melibatkan serangan udara itu mulai digelar pada 26 Maret lalu, dua hari setelah pemerintah Yaman memohon Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) melakukan intervensi militer ke negeri itu. Konflik terjadi setelah kubu Houthi melengserkan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi. Hadi berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari ibu kota Sanaa dan mendirikan pusat pemerintahan di Kota Aden. Sepak terjang kaum Houthi telah membangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi mereka disokong oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kelompok Houthi maupun Iran menepis dugaan tersebut. Sejak Desember 2014 pemerintah berusaha mengevakusi WNI di Yaman. Akhir tahun lalu pemerintah berhasil mengevakuasi 332 WNI, lalu Februari-Maret 148 orang, kemudian pada pekan pertama April sebanyak 220 orang. *(h/met/tmp)* On Sunday, April 19, 2015 at 8:01:17 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: > > > 26 MAHASISWA SUMBAR DI YAMAN YANG DIEVAKUASI TELAH TIBA DI > KAMPUNG > Senin, 20 April 2015 01:34 > PADANG, HALUAN — Sempat beberapa kali mengalami penundaan evakuasi dari > Aden, Yaman, akhirnya pada Sabtu (18/4) malam pukul 21.15 WIB, 24 mahasiswa > asal Sumbar mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau > (BIM). Dua orang lagi hanya sampai di Jakarta dijemput oleh keluarganya. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
