Rajo Arab Saudi ko yo... Co mambunuahh sipatuang je wee mambunuah manusia kini 
lai.. 


     Pada Selasa, 21 April 2015 1:18, Abraham Ilyas <[email protected]> 
menulis:
   

 Nyit Sungut n.a.h !

1....... keterangan dan data awal dari Pemprov Sumbar yang menyatakan
bahwa tidak ada warga Sumbar di Yaman, negeri yang tengah berkecamuk
perang,

2. .....faktanya Pemprov Sumbar tidak memiliki data apa pun tentang
keberadaan mahasiswa Sumbar di Yaman.

3. ...mungkin Biro Rantau di kantor Pemda SB komputernya sedang hang
Nyit Sungut atau gadgetnya terlampau canggih sehingga kontak dengan
setiap warga rantau (mahasiswa) bisa secara langsung setiap saat di
manapun mereka berada di muka bumi ini !

Pada tanggal 21/04/15, Sjamsir Sjarif <[email protected]> menulis:
> Tidak banyak Rang Lapau yang menanggapi berita internasional ini, hari
> pertama, seolah-olah MakNgah sendiri yang mer3engek-rengak mengikutinya.
> Mungkin dianggap tidak ada effeknya dengan Minangkabau. Nah, kemarin
> alhamdulillah, Setelah anak-anak kita yang bersekolah di Yaman selamat
> pulangkampung, sekarang KBRI di Yaman kena bom.
>
> Perang ini akan membesar, mungkin berefek jangka panjang mempengaruhi
> situasi religi sampai ke Indonesia dan Sumatera Barat nanti. Hati-hatilah
> pergi berhajji, berhati-hatilah menjaga keimanan ....
>
> -- MakNgah
> Sjamsir Sjarif
> Santa Cruz, California, USA
>
> KBRI di Yaman Kena Bom
> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/dunia/39835-kbri-di-yaman-kena-bom>
>  [image:
> PDF]
> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/dunia/39835-kbri-di-yaman-kena-bom?format=pdf>
>  [image:
> Cetak]
> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/dunia/39835-kbri-di-yaman-kena-bom?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>
>  [image:
> Surel]
> <http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=bed289b7c2714b93a1f3f42bb8578d6e8db6ef2d>
>
> Selasa, 21 April 2015 02:48
>
> *TIGA WNI TERLUKA*
>
> KBRI di Yaman kena serangan bom. Tiga WNI dilaporkan terluka. Seluruh WNI
> segera dievakuasi ke Hudaidah.
>
> JAKARTA, HALUAN — Pe­rang saudara di Yaman makin menjadi-jadi. Gedung
> Kedu­taan Besar Republik In­do­nesia (KBRI) di Sanaa porak-poran­da akibat
> ledakan bom, Senin (20/4).  Peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 10.45
> waktu setempat.
>
> Saat serangan terjadi, terda­pat 17 warga negara Indonesia (WNI) yang
> sedang berada di dalam KBRI. Mereka terdiri dari empat tim evakuasi dari
> Jakarta, 1 staf setempat, 5 staf lokal, 5 buruh migran, dan 2 mahasiswa
> Indonesia.
>
> Hingga berita ini diturun­kan, setidaknya tiga WNI dila­porkan terluka
> akibat ledakan bom di Sanaa.
>
> Direktur Perlindungan War­­ga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia
> Ke­menterian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan tiga warga
> Indonesia itu yakni Sapto Nugroho, kepala tim evakuasi WNI di Yaman yang
> baru datang dari Hudaidah ke Sanaa. Tim Sapto berniat meng­evakuasi 50 WNI
> dengan men­jemput mereka di rumah ma­sing-masing.  “Ada 50 WNI yang
> sebe­lumnya tidak ikut program evakuasi karena me­rasa masih aman,” kata
> Mu­ham­mad Iq­bal, yang dihu­bu­ngi melalui telepon dari Jakarta.
>
> Iqbal menuturkan sasaran utama pengeboman sebe­nar­nya adalah gudang
> senjata yang terletak di Gunung Faj Attan. Jaraknya sekitar 5 kilometer
> dari KBRI. “Ka­rena ini gudang senjata, leda­kannya sangat besar dan
> meng­g­uncang sampai KBRI,” ujar­nya. Beberapa bagian KBRI porak-poranda
> akibat ledakan itu.
>
> Sampai kemarin, tim Sapto baru berhasil mengevakuasi 12 WNI yang semuanya
> ber­kum­pul di *safe house*. “Pak Sapto luka-luka di kaki dan tangan karena
>
> sedang keluar dari *basement* saat terjadi leda­kan,” ujar Iqbal.
>
> Dua WNI lain yang terluka ter­diri atas satu laki-laki dan satu perempuan.
> WNI laki-laki kini berada di* safe house*. Iqbal belum mendapat informasi
> detail tentang kondisinya. Hanya, lukanya tidak separah WNI perempuan yang
> sam­pai dilarikan ke rumah sakit.
>
> Kata Iqbal, ini adalah serangan terbesar di Yaman sejak terjadi aksi saling
>
> serang antara pemberontak Houthi dan pemerintah Yaman pada 25 Maret lalu.
>
> Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan, tak ada korban
> jiwa akibat serangan brutal tersebut. Namun dua orang staf KBRI dan 1 WNI
> mengalami luka.
>
> “Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan kepada KBRI dan tim
> evakuasi di Sanaa untuk segera mengambil langkah yang diperlukan untuk
> mengamankan keselamatan WNI di sana,” kata Menlu Retno sata jumpa pers di
> Gedung JCC. Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4).
>
> Retno menjelaskan dua orang staf diplomat dan seorang WNI yang terluka itu
> telah mendapat pera­watan. “Kini seluruh WNI tersebut sudah dievakuasi ke
> Wisma Duta di Sanaa dan kita upayakan segera dievakuasi ke Hudaidah,” kata
> Retno.
>
> Menlu Retno Marsudi memas­tikan serangan bom tidak menyasar gedung KBRI,
> tapi menyasar gudang amunisi milisi loyalis mantan Pre­siden Abdullah
> Saleh.
>
> Gudang tersebut berada di ba­wah gunung dan bom sempat me­nem­bus masuk
> sebelum akhirnya meledak besar. Akibat bom tersebut, kerusakan gedung KBRI
> mencapai 90 persen.
>
> “KBRI di Sanaa bukan target utama serangan. Ini perlu dite­kankan. Tapi
> serangannya meng­akibatkan kaca-kaca pecah dan atap terkelupas,” kata
> Retno.
>
> Hingga serangan terjadi, lanjut Retno, KBRI di Sanaa masih dibuka untuk
> keperluan lanjutan evakuasi pemulangan warga negara Indonesia (WNI). Namun
> operasional resmi para staf kedutaan berada di Kota Salala. “Hanya ada
> beberapa staf di KBRI Sanaa apabila WNI yang memerlukan evakuasi maka ada
> orang yang dapat dihubungi,” ujarnya.
>
> Atas serangan bom tersebut, pemerintah Indonesia mengecam keras serangan
> yang telah melukai dua staf diplomat dan satu WNI tersebut.
>
> Pemerintah Indonesia mene­gaskan pengemboman ini adalah bukti bahwa
> penyelesaian masalah dengan kekerasan hanya meng­akibatkan korban jiwa yang
>
> tak bersalah. Indonesia menekankan kembali bahwa penyelesaian secara damai
> melalui diplomasi dan perun­dingan merupakan jalan terbaik.
>
> Retno menyebut, pemerintah Indonesia mendesak agar semua pihak segera
> menghentikan aksi kekerasan. Dia juga meminta agar jeda kemanusiaan segera
> diterapkan sehingga warga sipil termasuk warga negara asing dapat segera
> keluar dari Yaman dan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Yaman.
>
> Masih menurut Retno, Indonesia meminta agar semua pihak yang bertikai
> menghormati aturan dan hukum internasional, khususnya terkait perlindungan
> warga sipil termasuk berbagai resolusi Perse­rikatan Bnagsa-Bangsa terkait.
>
> Presi­den Joko Widodo belum men­da­patkan laporan utuh ihwal KBRI di Yaman
> yang hancur karena bom. Presiden Jokowi mengaku masih menunggu proses
> evakuasi dan investigasi kerusakan di Yaman.
>
> “Saya sudah dilapori, namun belum mendengar laporan utuh. Masih menunggu
> investigasi dari sana,” kata Jokowi seusai membuka World Economic Forum di
> Jakarta pada Senin (20/4).
>
> Presiden Jokowi, yang hadir didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan
>
> Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, ingin menge­tahui seberapa besar dampak
> keru­sakan di sana.
>
> Di Yaman kini sedang berke­camuk konflik antara pemerintah Sunni dan
> pemberontak Houthi yang beraliran Syiah. Krisis bersen­jata melanda Yaman
> setelah Arab Saudi dan negara-negara Teluk sekutunya melancarkan operasi
> militer untuk menahan laju pem­berontak Syiah Houthi. Operasi militer yang
> melibatkan serangan udara itu mulai digelar pada 26 Maret lalu, dua hari
> setelah peme­rintah Yaman memohon Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mela­ku­kan
> intervensi militer ke negeri itu.
>
> Konflik terjadi setelah kubu Hout­hi melengserkan Presiden Abed Rab­bo
> Mansour Hadi. Hadi beru­paya mempertahankan kekua­saannya dengan mengungsi
> dari ibu kota Sanaa dan mendirikan pusat peme­rintahan di Kota Aden. Sepak
> terjang kaum Houthi telah mem­bangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi
> mere­ka disokong oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun,
> baik kelompok Houthi maupun Iran menepis duga­an tersebut.
>
> Sejak Desember 2014 pem­erin­tah berusaha mengevakusi WNI di Yaman. Akhir
> tahun lalu peme­rintah berhasil mengevakuasi 332 WNI, lalu Februari-Maret
> 148 orang, kemudian pada pekan perta­ma April sebanyak 220 orang.
> *(h/met/tmp)*
>
>
> On Sunday, April 19, 2015 at 8:01:17 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>>
>>
>> 26 MAHASISWA SUMBAR DI YAMAN YANG DIEVAKUASI TELAH TIBA DI
>> KAMPUNG
>> Senin, 20 April 2015 01:34
>> PADANG, HALUAN — Sempat beberapa kali mengalami penundaan evakuasi dari
>> Aden, Yaman, akhirnya pada Sabtu (18/4) malam pukul 21.15 WIB, 24
>> mahasiswa
>> asal Sumbar mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau
>> (BIM). Dua orang lagi hanya sampai di Jakarta dijemput oleh keluarganya.
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>  1. Email besar dari 200KB;
>  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke