MakNgah baco di Haluan: Prediksi Gempa Dahsyat, Sumbar Tak Usah Risau <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/40066-prediksi-gempa-dahsyat-sumbar-tak-usah-risau> [image: PDF] <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/40066-prediksi-gempa-dahsyat-sumbar-tak-usah-risau?format=pdf> [image: Cetak] <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/40066-prediksi-gempa-dahsyat-sumbar-tak-usah-risau?tmpl=component&print=1&layout=default&page=> [image: Surel] <http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=900189b4964f3cc75d655592365064d7937a589f> Kamis, 30 April 2015 03:34
*PADANG, HALUAN — *Beberapa orang pakar gempa mengemukakan, setelah terjadinya gempa Nepal, diprediksi akan terjadi gempa di Lepas Pantai Sumatera. Namun, pakar gempa asal Universitas Andalas (Unand) Badrul Mustafa Kemal mengatakan, masyarakat Sumbar tidak usah risau atas setiap prediksi yang diutarakan para ahli, tapi yang patut terus dilakukan adalah peningkatan kewaspadaan sedini mungkin. Menurut Badrul, terdapat persamaan dan pertidaksamaan antara gempa yang terjadi di Nepal dengan yang diprediksikan terjadi di Sumatera. “Mekanisme terjadinya gempa di Nepal dengan yang diprediksikan memang sama-sama disebabkan oleh pertemuan lempeng Indoaustralia dengan Eurasia. Tapi patut dilihat bahwa gempa di Nepal adalah gempa darat, bukan gempa laut. Sedangkan yang sering diprediksi itu adalah megathrus di Siberut, itu artinya gempa laut,” ucap Badrul kepada *Haluan*, Selasa (28/4). Ia melanjutkan, gempa darat yang terjadi di Nepal pada Sabtu (25/4) lalu merupakan tumbukan frontal dan pengangkatan pegunungan Himalaya dengan sifatnya yang mendorong. Artinya, patahan pada lempeng bumi menyebabkan terjadinya dorongan yang besar. “Kalau di Sumatera, patahan itu sifatnya mendatar sehingga diperkirakan kekuatan gempa paling tinggi pada 7,4 Skala Richter (SR). Energi mendatar ini tak sekuat energi mendorong seperti di Nepal,” lanjutnya lagi. Jadi patut digarisbawahi, lanjutnya lagi, terdapat dua potensi gempa yaitu di laut dan darat. Potensi di laut itulah yang sering diprediksikan sebagai megathrus Siberut. Karena masih terdapat 2/3 segmen Siberut yang belum keluar. Diharapkan 2/3 segmen tersebut keluar sedikit demi sedikit untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Jika 2/3 segmen tersebut keluar sekaligus, kekuatan gempa yang terjadi bisa mencapai 8,8 SR. “Untuk gempa darat di Sumbar, terakhir terjadi pada 1943, tepatnya pada segmen di kawasan Solok Selatan. Kemunculan gempa darat ini yang juga perlu senantiasa diwaspadai. Salah satunya dengan mendirikan bangunan yang sesuai standar. Karena seperti yang kita lihat pada gempa darat di Padang 2009 dan gempa Nepal baru-baru ini, korban banyak berjatuhan karena tertimpa reruntuhan bangunan,” tegas Badrul. Sebelumnya, setelah bertahun-tahun pakar gempa memprediksi gempa besar akan terjadi di kawasan Himalaya, antara India dan Nepal. Akhirnya prediksi itu terjadi pada Sabtu (25/4) lalu dengan besaran 7,9 SR. Kini, setelah di Nepal, di mana lagi gempa dengan besaran yang sama atau lebih akan terjadi? “Tempat di mana Anda akan benar-benar bergidik karena memikirkan apa yang akan terjadi adalah Teheran-Iran, Karachi-Pakistan, Padang-Indonesia dan Lima-Peru,” jelas Brian Tucker, Presiden Geo Hazards, seperti dilansir *TIME* edisi Senin (27/4/2015). Tucker menambahkan, negara tersebut plus AS, Selandia Baru, Jepang, Turki (di kawasan Istanbul) dan Chile memang memiliki risiko tinggi akan gempa karena negara-negara tersebut dilalui lempeng tektonik yang berada di bawah tekanan. Namun, negara maju seperti AS, Jepang, Turki dan Chile sudah mengambil langkah antisipasi dengan membangun gedung yang bisa beradaptasi dengan gempa juga mendidik warga sebagai langkah mitigasi bencana gempa bumi besar. Di mana gempa besar akan terjadi setelah di Nepal? “Jika Anda bertanya pada saya, di mana gempa besar akan terjadi, bukti terkuatnya adalah di lepas pantai Sumatera,” imbuh Tucker.*(h/mg-isq/dtc)* On Wednesday, April 29, 2015 at 10:00:37 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: > > La hawla walaquwwata illa billah ... > > "Data hasil penelitian ESDM Sumbar lanjut Nuzuwir, menunjukkan bahwa > segmen Sianok memanjang dari sisi timur laut danau Singkarak, melewati sisi > barat daya gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, dan memiliki panjang segmen > 90 kilometer yang terletak pada koordinat 0.7�S-0.1�N." > > Kalau dicaliak garih nagari-nagri di tigo kabupaten nan kadilaluinyo ka > luluah lantak dari Labuah Panjang, Sibarambang, Tanjuang Balik, Sulik Aia, > (Solok) malinteh ka Pariangan-Padangpanjang, Aia Angek, Kotobaru Aia > Taganang (Tanah Data), Batagak, Guguak Tabek Sarojo, Sianok, Sungai Jariang > (Agamtuo) .... Aia Taganang Koto baru ka malimpah ruah ka Batagak > Cingkariang Padanglua dek takuyak ... > > Kito bado'a Mudah-mudahan Ramalan Hoyak-hoyak Gampo Gadang nan manakuikkan > tu indak tajadi .... > > Salam, > -- MakNgah > Sjamsir Sjarif > > On Wednesday, April 29, 2015 at 5:36:30 AM UTC-7, fashridjalmnoor wrote: >> >> Info terkini untuak dunsanak di kampuang dan awak umumnyo: >> >> Waspada, Segmen Sianok Berpotensi Lepaskan Energi Gempa Skala Besar >> >> Andri Mardiansyah | Jumat, 24-04-2015 | 17:04 WIB >> >> Waspada, Segmen Sianok Berpotensi Lepaskan Energi Gempa Skala Besar >> >> Covesia.com - >> >> Dari Empat segmen, segmen Suliti, segmen Sumani, segmen Sianok dan segmen >> Sumpur dengan panjang rata-rata 60 - 200 kilometer, ternyata, segmen Sianok >> merupakan salah satu segmen yang berpotensi mampu melepaskan energi gempa >> dangkal dengan kekuatan besar hingga 7,3 SR >> >> "Segmen Sianok memiliki potensi energi gempa yang cukup besar,"sebut, >> Kabid Geologi ESDM Sumbar, Nuzuwir, Jumat (24/4/2015). >> >> Data hasil penelitian ESDM Sumbar lanjut Nuzuwir, menunjukkan bahwa >> segmen Sianok memanjang dari sisi timur laut danau Singkarak, melewati sisi >> barat daya gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, dan memiliki panjang segmen >> 90 kilometer yang terletak pada koordinat 0.7�S-0.1�N. >> >> Mengingat ancaman cukup besar, maka harus diambil kebijakan mitigasi >> bencana seperti, membangun persepsi yang sama bagi semua pihak, pelaksanaan >> mitigasi bencana dilaksanakan secara terpadu terkoordinir yang melibatkan >> seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, serta ada upaya preventif yang >> harus diutamakan agar kerusakan dan korban jiwa dapat diminimalkan. >> >> "Segmen Sianok merupakan segmen yang aktif, sehingga perlu kewaspadaan >> tinggi karena sewaktu waktu bisa terjadi gempa, dengan magnitudo besar >> maupun kecil. Maka dari itu, selain mitigasi bencana, kewaspadaan >> masyarakat akan ancaman ini juga harus ditingkatkan,"tutup, Nuzuwir. >> >> Diketahui, Sumbar secara geografis menempati bagian Barat Pulau Sumatera >> yang merupakan salah satu provinsi rawan bencana alam geologi. Secara >> geotektonik, Sumbar tepat berada di depan zona penunjaman lempeng Samudera >> India -Australia yang aktif menunjam kebawah pulau Sumatera tepatnya di >> Palung Laut Kepulauan Mentawai ( Jalur Beniof -Wadati ). >> >> Tak hanya itu, Sumbar juga juga dilintasi oleh patahan sesar besar >> Sumatera. >> > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
