82 Jam Terkubur dan Minum Urinenya, Korban Gempa Nepal Ini Ditemukan 30 April 2015 11:08 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU -- Seorang pria korban gempa Nepal kembali ditemukan masih hidup di antara puing-puing runtuhan hotel. Selama hampir 82 jam terkubur, ia bertahan dengan minum urinnya sendiri. Seperti dilansir dari laman Mirror, Kamis (30/4) tim evakuasi berhasil menyelamatkannya dengan kondisi yang memprihatinkan. Pria bernama Resi Khanal itu mengaku hampir putus asa karena tak ada orang yang menemukannya. "Aku hampir menyerah. Kuku saya lepas semua dan bibir saya sudah retak. Saya sangat yakin tak ada yang datang untuk saya," kata Khanal saat di rumah sakit. Ia mengaku terpaksa meminum urinnya sendiri untuk bertahan dari dehidrasi yang dialami. Ia bercerita pada saat kejadian, ia baru saja selesai makan siang di hotel dan naik ke lantai dua. Seketika gempa melanda dan bangunan pun bergoyang hingga hancur dan menyembunyikan dirinya di antara reruntuhan. "Saya tidak punya sesuatu untuk dimakan atau diminum sehingga saya minum urin saya sendiri," ceritanya. Ditengah mayat-mayat, Khanal terus membenturkan puing-puing disekitarnya dengan harapan ada orang yang mendengar dan menyelamatkannya. Setelah 82 jam, akhirnya tim evakuasi asal Prancis berhasil menemukannya dan menariknya keluar dari reruntuhan. Gempa di Kathmandu telah menewaskan ribuan orang dan meluluhlantahkan ibukota Nepal tersebut. Bahkan para pendaki Gunung Everest juga menjadi korban dengan longsoran salju akibat gempa berkekuatan hampir 8,0 Skala Richter tersebut. Tim evakuasi dari berbagai belahan dunia mulai menyisir para korban tewas dan hidup. Bantuan juga mulai berdatangan dari negara-negara lain. Red: Esthi Maharani Rep: c26 On Apr 30, 2015 1:06 PM, "Fashridjal M. Noor" <[email protected]> wrote: > Sanak ANB dan para sanak sa palanta n.a.h. > > Ambo kutip: > > Jadi kembali ke pertanyaan Mak FMN: "Gempa Nepal 26 april 2015 apakah ini > suatu kebetulan?" > > Tentu tidak, karena semua sudah ada ketetapan Allah, kapan akan terjadinya > semua peristiwa di bumi. Tetapi memercayai semua bencana besar terjadi pada > tanggal 26, itu yang bisa mengotori kemurnian iman kita. > > ............................................... > > Terima kasih atas penjelasan sanak ANB. Memang benar bahwa gempa tgl 26 > April 2015 di Nepal itu bukan suatu kebetulan, tapi sudah ditetapkan oleh > Allah SWT. > Paralu ambo sampaikan bhs artikel tsb ambo copas dari yg beredar di WA. > Kelihatannya penulisnya orang Malaysia (bbrp kata melayu sdh diedit utk > kelancaran membaca). > > Makasuik menyampaikan itu ke forum palanta iko antara lain untuk > menunjukkan keunikan fenomena bencana yg sering terjadi pd tgl 26 kalender > masehi. Tapi tidak ada maksud menjadikan tanggal ini sbg tanggal > "malapetaka" apalagi sampai pd "teori angka 26". Karena sering terjadi di > tanggal itu mungkin ada baiknya lebih waspada. > > Makasuik nan lain untuak mandapek tanggapan/kritikan/koreksi krn itulah > tujuan palanta iko...untuak membahas suatu isu/topik secara mendalam. > > Alhamdulillahi Rabbal'aalamiin sanak ANB telah menanggapinya dengan jelas > dan tegas. > > Sekali lagi terima kasih banyak > Salam > On Apr 30, 2015 12:20 PM, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> > wrote: > >> Kenapa bencana alam selalu tanggal 26? Itu karena fakta-fakta yang >> disaring lebih dulu oleh penulisnya. >> >> Coba cek tanggal berapa triple disaster (gempa bumi, tsunami, dan >> kebocoran reaktor nuklir) Fukushima, Jepang, terjadi? 11 Maret 2011! >> >> Lalu gempa bumi dahsyat di Sumatra Barat tahun 2009 yang belum hilang >> dari ingatan? 30 September. >> >> Kalau mau ditambah lagi, awal April lalu ada Ekspedisi 2 Abad Letusan >> Tambora, yang diikuti ratusan pendaki dari seluruh Indonesia. Ekspedisi itu >> untuk memperingati 200 tahun letusan dahsyat Gunung Tambora yang berdampak >> ke seluruh dunia. Kapan kejadiannya? 11-12 April 1815. >> >> Tiga contoh di atas saja sudah meluluhlantakkan validitas seluruh daftar >> "Bencana Tanggal 26" di bawah. >> >> Allah menentukan 28-29 hari dalam sebulan (hijriyah) dan 28-21 hari >> (masehi), mengapa semua bala diturunkannya hanya pada satu hari tanggal 26? >> Apalagi dikait-kaitkan dengan Al Qur'an juz 26 segala? >> >> Lagi pula kalau mau mengembangkan "Bencana Tanggal 26" kenapa hanya >> berhenti sebatas mengutip An Nahl (16) ayat 26 dan Al Mu'minun (23) ayat 26 >> seperti di bawah? Tanggung sekali penulisnya tidak sekalian mengacu pada >> surat 26 (Asy Syu'ara) ayat 26? Kan nomor bagus itu 26:26. Lebih mistik, >> bukan? >> >> Apa isi QS 26:26? >> "Dia (Musa) berkata: (Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu >> terdahulu." >> >> Nah! >> >> Akidah muslim hancur berantakan kalau sampai percaya pada numerology >> bencana, sama seperti Rashad Khalifah yang pernah memopulerkan "Teori Angka >> 19" dan belakangan dia pun mendaku sebagai nabi pula. Sesat dan >> menyesatkan. Nau'dzubillahi min dzalik. >> >> Penulis "Teori Angka 26" ini, siapa pun aslinya, harus membaca QS 26:26 >> di atas, yang melalui lisan Musa a.s., mengingatkan manusia agar kembali >> pada tauhid yang benar. Pada Allah yang satu. Tuhan orang-orang sekarang >> dan nenek moyang terdahulu. Bukan kepercayaan berdasarkan utak-atik dan >> cucok-o-logi. >> >> Last but not least -- pinjaman ungkapan favorit Mak Asmun -- kita tutup >> dengan melihat QS 74: 31: >> >> "… Dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi >> orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar >> orang-orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi >> kitab dan orang-orang mu'min itu tidak ragu; dan agar orang-orang yang DI >> DALAM HATINYA ADA PENYAKIT DAN ORANG-ORANG KAFIR BERKATA, "APAKAH YANG >> DIKEHENDAKI ALLAH DENGAN BILANGAN INI SEBAGAI SUATU PERUMPAMAAN?" …" >> >> Jadi kembali ke pertanyaan Mak FMN: "Gempa Nepal 26 april 2015 apakah >> ini suatu kebetulan?" >> >> Tentu tidak, karena semua sudah ada ketetapan Allah, kapan akan >> terjadinya semua peristiwa di bumi. Tetapi memercayai semua bencana besar >> terjadi pada tanggal 26, itu yang bisa mengotori kemurnian iman kita. >> >> Allahu a'lam. >> >> Wassalam, >> >> ANB >> >> >> >> Pada 30 April 2015 10.01, Fashridjal M. Noor <[email protected]> >> menulis: >> >>> >>> Wallahualam bissawab. >>> >>> Benarkah? >>> >>> Gempa Nepal 26 april 2015 apakah ini suatu kebetulan? >>> >>> Kalau gempa yang berikut ini terjadi pada tanggal >>> >>> 26 Dec 1861 gempa bumi di Egion, Yunani >>> 26 Mar 1872 gempa bumi di Owens Valley, USA >>> 26 Aug 1896 gempa bumi di Skeid, Land, Islandia >>> 26 Nov 1902 gempa bumi di Bohemia, sekarang Czech Republic >>> 26 Nov 1930 gempa bumi di Izu >>> 26 Sep 1932 gempa bumi di Ierissos, Yunani >>> 26 Nov 1943 gempa di Tosya Ladik, Turki >>> 26 Dec 1949 gempa bumi di Imaichi, Jepun >>> 26 Mei 1957 gempa di Bolu Abant, Turki >>> 26 Mar 1963, gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang >>> 26 Jul 1967 gempa bumi di Pulumur, Turki >>> 26 Sep 1970 gempa bumi di Bahia Solano, Colombia >>> 26 Jul 1971 gempa bumi di Solomon Island >>> 26 Apr 1972 gempa bumi di Ezine, Turki >>> 26 Mei 1975 gempa bumi di N. Atlantic >>> 26 Mar 1977 gempa bumi di Palu, Turki >>> 26 Dec 1979 gempa bumi di Carlisle, Inggris >>> 26 Apr 1981 gempa bumi di Westmorland, USA >>> 26 Mei 1983 gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepang >>> 26 Jan 1985 gempa bumi di Mendoza, Argentina >>> 26 Jan 1986 gempa bumi di Tres Pinos, USA >>> 26 Apr 1992 gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA >>> 26 Okt 1997 gempa bumi di Italia >>> 26 dec 2004 tsunami aceh >>> Satu fakta nomor yg menarik untuk kita fikir-fikirkan: >>> >>> Adakah kita sedari...??? >>> >>> Aceh >>> Tsunami >>> 26-12-2004, >>> >>> Jogja >>> Gempa >>> 26-05-2006 >>> >>> Tasik, Jawa Barat >>> Gempa >>> 26-06-2010 >>> >>> Guru Merapi >>> Meletus >>> 26-10-2010 >>> >>> Jambatan Tenggarong >>> Samarinda, Indonesia >>> Runtuh >>> 26-09-2013 >>> >>> Bulan lalu pada tarikh 26 Okt. >>> Taufan Haiyyan diutus Allah SWT untuk menunjukkan kekuasaan Nya kepada >>> seluruh rakyat Filipina yg telah merobohkan "Rumah Nya" di Manila untuk >>> digantikan dgn shopping mall!! >>> >>> Mengapa semua ini >>> Berlaku pada tanggal 26 >>> >>> Adakah ini satu kebetulan?? >>> >>> Bukalah dan bacalah >>> Al-Quran Juz ke: 26 >>> >>> Allah SWT telah berfirman: >>> >>> "sedikit waktu lagi Aku akan menggoncang kan langit dan bumi, laut dan >>> darat". >>> >>> Ayat 26 srt An Nahl ( 16) juga Allah ingatkan: >>> "Sesungguhnya >>> org2 yg sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan >>> rumah2 mereka dari fondasinya, lalu atap rmh itu jatuh menimps mereka dari >>> atas dan dtglah azab itu kpd mereka dari tempat yg tdk mereka sadari." >>> >>> Ayat lain di Srt 26 Al Mu'minun menceritakan ttg kaum Nuh yg tdk patuh >>> ajakan malah memaki menghinanya, sehingga Nabi Nuh berdoa: "Ya Tuhanku >>> tolonglah aku krn mereka mendustakan aku." >>> Kemudian Di ayat 27 Allah menyuruh Nabi Nuh membuat Bahtera/kapal krn >>> mereka akan diazab dg banjir besar (bisa juga >>> Tsunami) >>> >>> Wassalam >>> On Apr 30, 2015 8:47 AM, "Sjamsir Sjarif" <[email protected]> >>> wrote: >>> >>>> MakNgah baco di Haluan: >>>> >>>> Prediksi Gempa Dahsyat, Sumbar Tak Usah Risau >>>> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/40066-prediksi-gempa-dahsyat-sumbar-tak-usah-risau> >>>> [image: >>>> PDF] >>>> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/40066-prediksi-gempa-dahsyat-sumbar-tak-usah-risau?format=pdf> >>>> [image: >>>> Cetak] >>>> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/40066-prediksi-gempa-dahsyat-sumbar-tak-usah-risau?tmpl=component&print=1&layout=default&page=> >>>> [image: >>>> Surel] >>>> <http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=900189b4964f3cc75d655592365064d7937a589f> >>>> Kamis, 30 April 2015 03:34 >>>> >>>> *PADANG, HALUAN — *Beberapa orang pakar gempa mengemukakan, setelah >>>> terjadinya gempa Nepal, diprediksi akan terjadi gempa di Lepas Pantai >>>> Sumatera. Namun, pakar gempa asal Universitas Andalas (Unand) Badrul >>>> Mustafa Kemal mengatakan, masyarakat Sumbar tidak usah risau atas setiap >>>> prediksi yang diutarakan para ahli, tapi yang patut terus dilakukan adalah >>>> peningkatan kewaspadaan sedini mungkin. >>>> >>>> Menurut Badrul, terdapat persamaan dan pertidaksamaan antara gempa yang >>>> terjadi di Nepal dengan yang diprediksikan terjadi di Sumatera. >>>> >>>> “Mekanisme terjadinya gempa di Nepal dengan yang diprediksikan memang >>>> sama-sama disebabkan oleh pertemuan lempeng Indoaustralia dengan Eurasia. >>>> Tapi patut dilihat bahwa gempa di Nepal adalah gempa darat, bukan gempa >>>> laut. Sedangkan yang sering diprediksi itu adalah megathrus di Siberut, itu >>>> artinya gempa laut,” ucap Badrul kepada *Haluan*, Selasa (28/4). >>>> >>>> Ia melanjutkan, gempa darat yang terjadi di Nepal pada Sabtu (25/4) >>>> lalu merupakan tumbukan frontal dan pengangkatan pegunungan Himalaya >>>> dengan sifatnya yang mendorong. Artinya, patahan pada lempeng bumi >>>> menyebabkan terjadinya dorongan yang besar. >>>> >>>> “Kalau di Sumatera, patahan itu sifatnya mendatar sehingga >>>> diperkirakan kekuatan gempa paling tinggi pada 7,4 Skala Richter (SR). >>>> Energi mendatar ini tak sekuat energi mendorong seperti di Nepal,” >>>> lanjutnya lagi. >>>> >>>> Jadi patut digarisbawahi, lanjutnya lagi, terdapat dua potensi gempa >>>> yaitu di laut dan darat. Potensi di laut itulah yang sering diprediksikan >>>> sebagai megathrus Siberut. Karena masih terdapat 2/3 segmen Siberut yang >>>> belum keluar. Diharapkan 2/3 segmen tersebut keluar sedikit demi sedikit >>>> untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Jika 2/3 segmen >>>> tersebut keluar sekaligus, kekuatan gempa yang terjadi bisa mencapai 8,8 >>>> SR. >>>> >>>> “Untuk gempa darat di Sumbar, terakhir terjadi pada 1943, tepatnya pada >>>> segmen di kawasan Solok Selatan. Kemunculan gempa darat ini yang juga perlu >>>> senantiasa diwaspadai. Salah satunya dengan mendirikan bangunan yang >>>> sesuai standar. Karena seperti yang kita lihat pada gempa darat di Padang >>>> 2009 dan gempa Nepal baru-baru ini, korban banyak berjatuhan karena >>>> tertimpa reruntuhan bangunan,” tegas Badrul. >>>> >>>> Sebelumnya, setelah bertahun-tahun pakar gempa memprediksi gempa besar >>>> akan terjadi di kawasan Himalaya, antara India dan Nepal. Akhirnya prediksi >>>> itu terjadi pada Sabtu (25/4) lalu dengan besaran 7,9 SR. Kini, setelah di >>>> Nepal, di mana lagi gempa dengan besaran yang sama atau lebih akan terjadi? >>>> >>>> “Tempat di mana Anda akan benar-benar bergidik karena memikirkan apa >>>> yang akan terjadi adalah Teheran-Iran, Karachi-Pakistan, Padang-Indonesia >>>> dan Lima-Peru,” jelas Brian Tucker, Presiden Geo Hazards, seperti dilansir >>>> *TIME* edisi Senin (27/4/2015). >>>> >>>> Tucker menambahkan, negara tersebut plus AS, Selandia Baru, Jepang, >>>> Turki (di kawasan Istanbul) dan Chile memang memiliki risiko tinggi akan >>>> gempa karena negara-negara tersebut dilalui lempeng tektonik yang berada di >>>> bawah tekanan. Namun, negara maju seperti AS, Jepang, Turki dan Chile >>>> sudah mengambil langkah antisipasi dengan membangun gedung yang bisa >>>> beradaptasi dengan gempa juga mendidik warga sebagai langkah mitigasi >>>> bencana gempa bumi besar. >>>> >>>> Di mana gempa besar akan terjadi setelah di Nepal? “Jika Anda bertanya >>>> pada saya, di mana gempa besar akan terjadi, bukti terkuatnya adalah di >>>> lepas pantai Sumatera,” imbuh Tucker.*(h/mg-isq/dtc)* >>>> >>>> >>>> On Wednesday, April 29, 2015 at 10:00:37 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: >>>>> >>>>> La hawla walaquwwata illa billah ... >>>>> >>>>> "Data hasil penelitian ESDM Sumbar lanjut Nuzuwir, menunjukkan bahwa >>>>> segmen Sianok memanjang dari sisi timur laut danau Singkarak, melewati >>>>> sisi >>>>> barat daya gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, dan memiliki panjang segmen >>>>> 90 kilometer yang terletak pada koordinat 0.7�S-0.1�N." >>>>> >>>>> Kalau dicaliak garih nagari-nagri di tigo kabupaten nan kadilaluinyo >>>>> ka luluah lantak dari Labuah Panjang, Sibarambang, Tanjuang Balik, Sulik >>>>> Aia, (Solok) malinteh ka Pariangan-Padangpanjang, Aia Angek, Kotobaru Aia >>>>> Taganang (Tanah Data), Batagak, Guguak Tabek Sarojo, Sianok, Sungai >>>>> Jariang >>>>> (Agamtuo) .... Aia Taganang Koto baru ka malimpah ruah ka Batagak >>>>> Cingkariang Padanglua dek takuyak ... >>>>> >>>>> Kito bado'a Mudah-mudahan Ramalan Hoyak-hoyak Gampo Gadang nan >>>>> manakuikkan tu indak tajadi .... >>>>> >>>>> Salam, >>>>> -- MakNgah >>>>> Sjamsir Sjarif >>>>> >>>>> On Wednesday, April 29, 2015 at 5:36:30 AM UTC-7, fashridjalmnoor >>>>> wrote: >>>>>> >>>>>> Info terkini untuak dunsanak di kampuang dan awak umumnyo: >>>>>> >>>>>> Waspada, Segmen Sianok Berpotensi Lepaskan Energi Gempa Skala Besar >>>>>> >>>>>> Andri Mardiansyah | Jumat, 24-04-2015 | 17:04 WIB >>>>>> >>>>>> Waspada, Segmen Sianok Berpotensi Lepaskan Energi Gempa Skala Besar >>>>>> >>>>>> Covesia.com - >>>>>> >>>>>> Dari Empat segmen, segmen Suliti, segmen Sumani, segmen Sianok dan >>>>>> segmen Sumpur dengan panjang rata-rata 60 - 200 kilometer, ternyata, >>>>>> segmen >>>>>> Sianok merupakan salah satu segmen yang berpotensi mampu melepaskan >>>>>> energi >>>>>> gempa dangkal dengan kekuatan besar hingga 7,3 SR >>>>>> >>>>>> "Segmen Sianok memiliki potensi energi gempa yang cukup besar,"sebut, >>>>>> Kabid Geologi ESDM Sumbar, Nuzuwir, Jumat (24/4/2015). >>>>>> >>>>>> Data hasil penelitian ESDM Sumbar lanjut Nuzuwir, menunjukkan bahwa >>>>>> segmen Sianok memanjang dari sisi timur laut danau Singkarak, melewati >>>>>> sisi >>>>>> barat daya gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, dan memiliki panjang >>>>>> segmen >>>>>> 90 kilometer yang terletak pada koordinat 0.7�S-0.1�N. >>>>>> >>>>>> Mengingat ancaman cukup besar, maka harus diambil kebijakan mitigasi >>>>>> bencana seperti, membangun persepsi yang sama bagi semua pihak, >>>>>> pelaksanaan >>>>>> mitigasi bencana dilaksanakan secara terpadu terkoordinir yang melibatkan >>>>>> seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, serta ada upaya preventif yang >>>>>> harus diutamakan agar kerusakan dan korban jiwa dapat diminimalkan. >>>>>> >>>>>> "Segmen Sianok merupakan segmen yang aktif, sehingga perlu >>>>>> kewaspadaan tinggi karena sewaktu waktu bisa terjadi gempa, dengan >>>>>> magnitudo besar maupun kecil. Maka dari itu, selain mitigasi bencana, >>>>>> kewaspadaan masyarakat akan ancaman ini juga harus ditingkatkan,"tutup, >>>>>> Nuzuwir. >>>>>> >>>>>> Diketahui, Sumbar secara geografis menempati bagian Barat Pulau >>>>>> Sumatera yang merupakan salah satu provinsi rawan bencana alam geologi. >>>>>> Secara geotektonik, Sumbar tepat berada di depan zona penunjaman lempeng >>>>>> Samudera India -Australia yang aktif menunjam kebawah pulau Sumatera >>>>>> tepatnya di Palung Laut Kepulauan Mentawai ( Jalur Beniof -Wadati ). >>>>>> >>>>>> Tak hanya itu, Sumbar juga juga dilintasi oleh patahan sesar besar >>>>>> Sumatera. >>>>>> >>>>> -- >>>> . >>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>> =========================================================== >>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>> * DILARANG: >>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>> 3. Email One Liner. >>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>> serta mengirimkan biodata! >>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>> mengganti subjeknya. >>>> =========================================================== >>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>> --- >>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>>> Grup. >>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>>> kirim email ke [email protected]. >>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>> Grup. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke [email protected]. >>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
