"Namun, ironis dan kontras dengan *tubo *saat sekarang ini. entah tahun 
berapa karamba dimulai,entah siapa pencetusnya, tapi yang jelas, setelah 
karamba membooming di salingka danau maninjau, tubo menjadi momok yang 
menakutkan, ditakuti, dibenci, dan dihindari. Memang pada dasarnya, karamba 
meningkatkan income masyarakat scara drastis. tapi dibalik ini semua, *tubo* 
yang disambut hangat saat kedatangannya, sekarang sangat tidak di inginkan. 
*Tubo* datang, petani keramba *tacingangak.**"*

Maninjau ; Tubo Balerang 
<http://armeidi.blogspot.com/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html> 
 

 Siapa yang tak tahu dengan keberadaan danau maninjau. Danau dengan 
pemandangan nan eksotif namun rupawan ini, sudah terkenal eksistensinya di 
dunia pariwisata nasional, maupun internasional.
 
 Namun, siapa yang menyangka kalau danau vulkanik ini, menyimpan sebuah 
misteri, yakni *tubo balerang. Tubo balerang* merupakan fenomena alam yang 
dianggap biasa bagi orang asli maninjau, namun aneh bagi non asli maninjau.
 
 Dahulu, sekitaran tahun 80an, saat saya masih kecil-kecilnya, *tubo 
balerang* adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu, biasanya kemunculan *tubo* 
ini, ditandai dengan angin kencang atau biasa disebut *angin darek*. Warna 
danau yang semula berwarna biru, berubah menjadi hijau.
 
 Umumnya *tubo* naik dikala Ramadhan di Danau Maninjau setiap tahunnya. 
Akibat naiknya* tubo*, maka ikan di danau terindah di Sumatera Barat itu 
banyak yang mati. Sebagian orang desa sana mempercayai bahwa itu terjadi 
karena* “Bujang Sembilan*” mengamuk sehingga *tubo* naik ke atas permukaan 
danau sehingga mengakibatkan banyak yang mati ikan mati, baik ikan tanam 
(yang disebar) maupun ikan asli danau *ikan bada (Rasbora argyrotaina), 
ikan rinuak, pensi* dan lainnya.
 
 
<http://2.bp.blogspot.com/-UaUOI13KFtA/UX964ZMsWgI/AAAAAAAAAGI/YProGBTkOBM/s1600/11TUBO.jpg>

 
<http://1.bp.blogspot.com/-zERMOQoYVN0/UX966qxwKtI/AAAAAAAAAGQ/36LXZjjwfws/s1600/77maninjau+--+ikan+mati.jpg>
 
 Akibat naiknya *tubo*, pemandangan mengharukan terlihat jelas, nelayan 
tambak menjadi kocar-kacir dengan  berusaha membuang ikan yang mati dan 
menyisihkan yang bisa diselamatkan (5 Nopember 2010).
 
 
<http://3.bp.blogspot.com/-avA9yz2Ja6Y/UX96n3_ncEI/AAAAAAAAAGA/chnHeukcKDc/s1600/38ikan+mati+di+maninjau.jpg>
 
 Saya kalau melihat gejala alam yang demikian, secepatnya mempersiapkan 
peralatan menangkap ikan. Dengan teman sebaya, mencari kelambu untuk 
digunakan menagkap *rinuak*, tak perlu repot repot, dengan tangan kosong 
saja, ikan-ikan akan mudah ditangkap, karena apabila *tubo* datang, ikan 
akan pusing *(nena)* dan menepi di tepian danau. 
 
 Bukan saya saja, mayoritas masyarakat disalingka danau,akan bersuka ria 
untuk menyambut kedatangan *tubo* ini,sebab akan mendapatkan ikan dan 
*rinuak* dengan sangat mudah. Masyarakat berbondong-bondong didanau seperti 
ada pesta rakyat mendadak. 
 
 Namun, ironis dan kontras dengan *tubo *saat sekarang ini. entah tahun 
berapa karamba dimulai,entah siapa pencetusnya, tapi yang jelas, setelah 
karamba membooming di salingka danau maninjau, tubo menjadi momok yang 
menakutkan, ditakuti, dibenci, dan dihindari. Memang pada dasarnya, karamba 
meningkatkan income masyarakat scara drastis. tapi dibalik ini semua, *tubo* 
yang disambut hangat saat kedatangannya, sekarang sangat tidak di inginkan. 
*Tubo* datang, petani keramba *tacingangak.*
 

 Diposkan oleh  Armeidi Doank 
<https://plus.google.com/105510103841598001077>  di 01.08 
<http://armeidi.blogspot.com/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html>  Tidak 
ada komentar: 
<http://armeidi.blogspot.com/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html#comment-form>
  

On Thursday, April 30, 2015 at 7:24:09 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>
>
> http://antarabogor.com/berita/7567/lipi-karamba-danau-maninjau-melebihi-daya-dukung
>
> On Thursday, April 30, 2015 at 7:16:34 AM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote:
>>
>>
>> https://www.flickr.com/photos/grosnain/7930813112/in/album-72157631178784442/
>>
>>
>> On Thursday, April 30, 2015 at 2:36:37 AM UTC-7, Bagindo Darwin Chalidi 
>> Talanai wrote:
>>>
>>> Takicuah di nan Tarang. Alah jaleh mah. Ado study dari Unand mengenai 
>>> kasus danau wak iko. Sangat2 sedih dan terjadi pemiskinan secara massif 
>>> petani ikan danau.
>>> Insya Allah kalau ado study tu ambo share dlm milisko baliak.
>>> On Apr 30, 2015 4:31 PM, "Fashridjal M. Noor" <[email protected]> 
>>> wrote:
>>>
>>>> "Tapi kabanyo nan mamokok-i karamba tu Urang Lua bukan Urang Kampuang. 
>>>> Masalah Fulus dari lua ko barangkali nan mamasang Kungkuang Mato Kudo di 
>>>> kapalo panguaso sahinggo terlena ..."
>>>>
>>>> Sia nan bisa meungkek apokah kaba itu batua atau indak?
>>>>
>>>> Apokah ado daftar pemilik karamba lokal dan investor karamba dari luar 
>>>> di danau Maninjau nan legal? 
>>>>
>>>> Kalau penguasa punya raso empati dan peduli ka nasib rakyat dan 
>>>> lingkungan pesisir danau Maninjau itu tantulah akan cepat/segera menindak 
>>>> tegas karamba2 nan ilegal
>>>> On Apr 30, 2015 4:12 PM, "Sjamsir Sjarif" <[email protected]> wrote:
>>>>
>>>>> Tapi kabanyo nan mamokok-i karamba tu Urang Lua bukan Urang Kampuang.  
>>>>> Masalah Fulus dari lua ko barangkali nan mamasang Kungkuang Mato Kudo di 
>>>>> kapalo panguaso sahinggo terlena ...
>>>>>
>>>>> Saribu karamba malabiahi jatah
>>>>> dek ulah fulus nan indak bagarah...
>>>>>
>>>>> -- Makngah
>>>>>
>>>>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke