Hati2 melihat angka2 statistik. Ini tahun politik angka2 statistik bisa jadi mainan. Apalagi Sumbar termasuk yg hampir 100% tfk mendukung rezim sekarang?. On May 8, 2015 1:06 PM, "Nofend St. Mudo" <[email protected]> wrote:
> Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) menilai Kinerja Penyelenggaraan > Pemerintahan Daerah Provinsi Sumatera Barat melorot dari peringkat 10 ke > peringkat 20 nasional. Bahkan di wilayah Sumatera, peringkat Sumbar nomor 8. > > PADANG, HALUAN –Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (KPPD) > Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dibandingkan tahun 2012 dengan 2013 > mengalami penurunan yang cukup drastis. Tahun 2012 KPPD Sumbar peringkat > 10 nasional dari 33 provinsi. Tahun 2013 melorot ke peringkat 20. > Sedangkan peringkat KPPD Sumbar selama 4 tahun belakangan mengalami > pasang surut. > > Peringkat KPPD dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) > melalui Surat Keputusan Mendagri. Keputusan Mendagri tentang KPPD 2010, > 2011, 2012 diteken oleh Mendagri Gamawan Fauzi. Sedangkan Keputusan > Mendagri tentang KPPD 2013 diteken oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, tertanggal > 14 Desember 2014. > > Tahun 2010 peringkat KPPD Sumbar nomor 9 nasional dan di wilayah Sumatera > peringkat 2 dengan skor 2,3447. Saat itu di wilayah Sumatera hanya > peringkat KPPD Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada di atas Sumbar, yakni > di peringkat 6. Sedangkan 8 KPPD provinsi lainnya berada di bawah Sumbar. > > Tahun 2011 peringkat KPPD Sumbar nomor 25 nasional dan di wilayah Sumatera > peringkat 8 dengan skor 2,0436. Saat itu di wilayah Sumatera, hanya > peringkat KPPD Bengkulu dan Aceh yang berada di bawah Sumbar. Sedangkan 7 > KPPD provinsi lainnya berada di atas Sumbar. > > Pada tahun 2012 peringkat KPPD Sumbar mengalami peningkatan, yakni ke > nomor 10 nasional dan di wilayah Sumatera peringkat 2 dengan skor 2,4162. > Saat itu di wilayah Sumatera hanya peringkat KPPD Kepulauan Riau (Kepri) > yang berada di atas Sumbar pada peringkat 5. Sedangkan 8 KPPD provinsi > lainnya berada di bawah Sumbar. > > Di tahun 2013 peringkat KPPD Sumbar melorot ke posisi 20 nasional dan di > wilayah Sumatera peringkat 8 dengan skor 2,2352. Saat itu di wilayah > Sumatera, hanya peringkat KPPD Bengkulu dan Riau yang berada di bawah > Sumbar. Sedangkan 7 KPPD provinsi lainnya berada di atas Sumbar. Di tahun > 2013, KPPD Kepri berada di peringkat 4 nasional. > > Menanggapi melorotnya KPPD Sumbar dari tahun 2012 ke tahun 2013, pamong > senior, Rusdi Lubis yang juga pernah menjabat sebagai Sekda Provinsi Sumbar > turut prihatin. Menurutnya kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi kepala > daerah untuk segera melakukan evaluasi kinerja di pemerintahannya. > > “Butuh evaluasi, jadi bisa diketahui pada bagian mana kita yang harus > diperbaiki. Ini tentunya harus ada komitmen dari pemimpinnya,” katanya > kepada Haluan Rabu (6/5). > > Melorotnya peringkat KPPD ini tidak melulu menjadi kesalahan pemimpin, > akan tetapi juga harus menjadi perhatian bagi satuan perangkat kerja > daerah (SKPD) untuk meningkatkan kinerja dan komitmen. Sehingga peringkat > yang saat ini memburuk ke depan bisa kembali diperbaiki. > > “Semoga kondisi ini juga menjadi perhatian bagi pemimpin Sumbar > selanjutnya. Karena bagaimana pun evaluasi terhadap kinerja perlu > dilakukan,” tegasnya. > > Berpengaruh Terhadap Masyarakat > > Tidak stabilnya peringkat EKPPD atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah > Daerah (LPPD) Provinsi Sumbar oleh Kemendagri juga mendapat sorotan dari > unsur pimpinan DPRD Sumbar. > > Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius Dt Intan Bano kepada Haluan Rabu (6/5) > mengatakan, tidak stabilnya EKPPD dari tahun ke tahun sangat berpengaruh > pada kehidupan masyarakat. Bicara masalah kinerja pemerintah daerah, > katanya, ada beberapa hal mendasar yang mempengaruhi. Di antaranya > berkaitan dengan pendapatan asli daerah (PAD) dan menyangkut penyerapan > anggaran. > > Penyerapan anggaran bisa dilihat dari realitas kehidupan masyarakat dari > kegiatan yang telah diprogramkan. Jika program berjalan sesuai yang > direncanakan penyerapan anggaran bisa dikatakan baik, namun jika banyak > yang tak berjalan, serapan anggaran akan terganggu. > > Selanjutnya, saat PAD tidak meningkat dan penyerapan anggaran tidak > maksimal, akan menyebabkan program kegiatan tidak berjalan. “Konsekuensi > dari itu, kehidupan masyarakat akan menurun. Tingkat kemiskinan dan > pertumbuhan ekonomi dan pengganguran akan jadi problema ,” katanya. > > Lebih lanjut dikatakan menurunnya penilaian kinerja gubernur di tingkat > Kemendagri menunjukkan adanya kestagnanan program gubernur. Semua akan > berakibat pada banyaknya program kegiatan yang tak berjalan, dan > menyebabkan silpa menjadi tinggi. > > “Untuk ini, rendahnya penilaian laporan kinerja pemerintah daerah akan > dijadikan acuan dalam memberi rekomendasi atau penilaian dalam evaluasi > LKPJ tahun 2014, dan LKPJ akhir masa jabatan gubernur di tingkat DPRD,” > tegasnya. > > Lebih lanjut disampaikan, dengan kondisional yang ada, gubernur, wakil > gubernur, serta Sekretaris Daerah harus menyikapi ini dengan cara > membangun sistem kerja yang bisa menggerakkan SKPD meningkatkan kinerja, > > “Pemerintah daerah harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan > seluruh bawahannya guna mendorong kinerja SKPD. Jika ini tak dilakukan, > capaian kinerja pemerintah daerah di tahun 2015 ini akan bisa lebih buruk > lagi,” kata anggota Dewan dari Fraksi Demokrat tersebut. > > Kemudian ia juga mengingatkan agar gubernur memahami tupoksinya sebagai > kepala daerah. Disebut Arkadius, seluruh permasalahan mulai dari tingkat > provinsi hingga kabupetan/kota harus menjadi perhatian oleh Gubernur > Irwan Prayitno. Ini karena, berjalan atau tidaknya program pemerintah > daerah pada kabupaten/kota juga akan berpengaruh hasil akhir kinerja > gubernur. > > Wakil Ketua DPRD Sumbar Guspardi Gaus juga mengatakan tidak stabilnya > laporan kinerja pemerintah daerah akan berpengaruh pada kehidupan > masyarakat. Kesejahteraan yang diharapkan, terutama pada sektor > perekonomian akan sulit didapat. > > “Maka dari itu sebelum akhir masa jabatan gubernur yang akan berlangsung > beberapa bulan lagi, kita mengimbau agar pemerintah daerah memanfaatkan > waktu yang ada untuk berbenah. Jika tidak, ini akan berpengaruh besar pada > penilaian yang diberikan atas kinerja gubernur pada tingkat DPRD,” pungkas > Guspardi. > > Gubernur Sumbar Irwan Prayitno belum memberikan tanggapan dan > penjelasannya tentang KPPD Provinsi Sumbar ini. Konfirmasi Haluan melalui > telepon dan pesan singkat (SMS) belum ditanggapi. > > Menanggapi melorotnya peringkat kerja penyelenggara pemerintahan > Provinsi Sumbar, Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Sumbar, Mardi > mengatakan, secara peringkat nasional memang turun, hanya saja secara poin > dibandingkan tahun lalu malah meningkat. “Kalau dibandingkan dengan daerah > lain memang posisi kita turun karena mereka sudah pakai gigi tiga sedangkan > kita baru gigi dua. Tapi itu sudah baik dibanding dengan tahun > sebelumnya dari penilaian tersebut,” ujarnya. > > Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim mengatakan, pada tahun > 2012 Sumbar sudah menempati posisi yang lebih baik, karena EKPPD-nya berada > di posisi 10. Prestasi menggembirakan itu diraih Pemprov Sumbar, karena > memiliki sumber daya manusia (SDM) yang dapat menyelenggarakan > pemerintahan dengan baik. Namun dia sangat menyayangkan bisa melorot ke > peringkat 20. > > “Kita baru saja mendapatkan penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan > dari Kemendagri, kita turun ke peringkat 20. Ini harus menjadi perhatian > semua pihak,” katanya. > > Ditambahkannya, semua perangkat daerah harus bekerja maksimal untuk > masyarakat jangan hanya berorientasi untuk menyenangkan pimpinan saja. > Turunnya peringkat Sumbar menjadi posisi 20 kata Muslim Kasim, > mensejajarkan posisi Sumbar dengan provinsi-provinsi yang masih membangun, > seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Bengkulu dan Kalimantan Tengah > (Kalteng). > > Muslim Kasim tidak menampik merupakan bagian dari sistem tersebut. Hanya > saja realita posisinya menurut pria yang sering dipanggil MK ini hanya > sebagai wakil pemegang komando. Sedangkan komando berada pada komandan. > “Komando tentu ada pada komadan, kalau saya hanya wakil komandan,” > tandasnya. > > Berdasarkan Keputusan Mendagri nomor 120-4761/2014 tentang penetapan > peringkat dan status KPPD secara nasional tahun 2013. Pemprov Sumbar > menempati posisi ke 20 dengan nilai 2,235. Sementara untuk posisi teratas > ditempati Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah peringkat dua dan DKI > Jogyakarta peringkat tiga. > > Sementara pada penilaian LPPD 2012 sesuai dengan Kepmendagri 120-251/2014 > yang ditandatangani Mendagri Gamawan Fauzi, Pemprov Sumbar menempati > posisi 10 dengan skor 2,461. Saat itu posisi teratas ditempati Jawa Timur > pada posisi pertama, Jawa Tengah posisi kedua dan Sulawesi Selatan pada > posisi tiga. > > Berdasarkan Permendagri No 73/2009 tentang tatacara pelaksanaan EKKPD, > indikator penilaian tersebut mengacu pada ketentraman dan ketertiban umum > daerah, keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah > dan pemerintah pusat serta antar pemerintahan daerah dalam rangka > pengembangan otonomi daerah. Keselarasan antara kebijakan > pemerintahan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, efektivitas > hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD. > > Selain itu juga mengacu, pada efektivitas proses pengambilan keputusan > oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan, efektivitas proses > pengambilan keputusan oleh kepala daerah, beserta tindak lanjut, > pelaksanaan keputusan, ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan > daerah pada peraturan, perundang-undangan, intensitas dan efektivitas > proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas > penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah, > transparansi dalam pemanfaatan alokasi dan pencairan dan penyerapan DAU, > DAK. (h/mg-isr/mg-len/erz) > > > http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/40212-kinerja-pemprov-sumbar-melorot--- > Kamis, 07 May 2015 02:27 > > > > *Wassalam* > > > > *Nofend St. Mudo38th+/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok > SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * > > *https://www.facebook.com/nofend <https://www.facebook.com/nofend>* > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
