Kalau tadinya ada yang membanggakan Sumatera Barat merupakan industri otak 
rupanya sekarang sebagian otak ini sudah mulai miring ke arah pemikiran 
kejahatan. Tampaknya rekruting kriminal berjalan dengan mulus sehingga 
dapat diramalkan Sumatera Barat akan manjadi daerah istimewa kejahatan 
terlatih untuk masa angkatan baru. Kejahatan lebih cepat berpacu dari pada 
kerja ibadat ke mesjid. ...Sedih... Bagaimana solusinya?

Dari Tajuk Harian Haluan Padang kita baca gejala transfer kriminalitas dari 
generasi senior ke agkatan penerus. 
-- MakNgah

Pelaku Kejahatan Didominasi Generasi Baru  [image: PDF] 
<http://www.harianhaluan.com/index.php/haluan-kita/40310-pelaku-kejahatan-didominasi-generasi-baru?format=pdf>
  [image: 
Cetak] 
<http://www.harianhaluan.com/index.php/haluan-kita/40310-pelaku-kejahatan-didominasi-generasi-baru?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>
  [image: 
Surel] 
<http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=79d6dd67f695c8d7adc8bc4410880c64b162d702>
   Selasa, 
12 May 2015 02:51   

*Pelaku* kejahatan di Sumatera Barat (Sumbar) yang terkuak sejak beberapa 
bulan terakhir didominasi generasi baru atau para pemula. Mereka itu belum 
pernah memiliki rekam jejak di kepolisian sebagai pelaku tindak kriminal, 
apalagi pernah mendekam di balik jeruji besi. Umur para generasi baru 
pelaku tindak kriminalitas tersebut antara 17-23 tahun. Kasus kriminalitas 
yang dilakukan, seperti pencurian, perampokan, perampokan yang disertai 
pembunuhan, copet, jambrtet dan lain sebagainya.

Dalam beberapa kasus, generasi baru pelaku krimi­na­litas tersebut ada yang 
bertindak sendiri dengan rekan seusianya. Namun pada sejumlah kasus, ada 
juga mereka ikut dengan pelaku tindak kriminal senior yang telah mendekam 
di penjara hingga beberapa kali. Artinya dalam operasi tindak kriminal 
tersebut, si generasi baru tersebut laksana magang dengan para seniornya. 

Setelah dirasa skill ‘maling/mencuri/merampok’ yang diserap dari seniornya 
cukup, akhirnya mereka mulai beraksi sendiri. Para generasi baru pelaku 
perampokan dari hari ke hari makin bertambah. Yang tertangkap baru hanya 
belasan orang. Padahal keberadaan mereka, laksana fenomena gunung es. Di 
permukaan jumlah  mereka yang terlihat  hanya sedikit, padahal di bawah 
permukaan jumlah dan termasuk komunitas mereka sangatlah banyak.

Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi menga­takan pelaku kejahatan di 
wilayah Sumbar sangat memprihatinkan, karena pelakunya didominasi kalangan 
remaja. Untuk itu, semua pihak terkait memberikan perhatian serius dan 
kepedulian terhadap perkembangan anak. Syamsi meminta para orangtua dan 
pihak terkait untuk memperketat pengawasan kepada anak-anak. Menurutnya, 
langkah tersebut bertujuan untuk mengan­tisipasi munculnya aksi 
kriminalitas yang melibatkan para remaja atau Anak Baru Gede (ABG), baik 
sebagai korban maupun yang nekat bertindak menjadi pelaku kejahatan.

Aksi kriminalitas yang disebabkan kenakalan remaja sudah banyak. Aparat 
penegak hukum sebaiknya tak henti-henti meningkatkan pengawasan, termasuk 
para orangtua. Terutama pada malam hari, awasilah gerak-gerik mereka yang 
berpotensi melakukan berbagai pelanggaran hukum. Tak hanya itu, peran serta 
pemerintah dan masyarakat dinilainya secara otomatis turut membantu 
mengurangi potensi kenakalan remaja.

Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto ju­ga telah meresmikan 
peluncuran buku saku *door to door* Ba­bin­kamtibmas, Rabu (1/4) lalu. 
Dengan peluncuran ter­sebut, Kapolda berharap agar fungsi Babinkamtibmas 
berj­alan sesuai fungsinya, terutama dengan door to door. Pro­gram tersebut 
selain mendekatkan diri dengan ma­sya­rakat, juga akan sangat membantu 
dalam pengum­pulan in­for­masi-informasi sekecil apapun di lingku­ngan­nya 
masing-masing.

Pelaku kejahatan generasi baru di antaranya dalam khusus perampokan keji  
yang disertai pembunuhan terhadap Darinas (86) di Jorong Ampang Gadang, 
Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Limapuluh Kota Jumat (24/4) lalu. 
Selain menewaskan sang nenek tua, para pelaku juga melukai penghuni rumah 
lainnya Wardalis (55) yang merupakan anak Darinas.

Komplotan tersebut dibekuk Kamis (30/4) di daerah Batusangkar. Perampokan

diotaki cucu korban bernama MMP (17), diawali dengan menangkap RCV (35) 
asal Nagari Kumango, Tanah Datar, kemudian NMZ (35) asal Nias, yang tinggal 
ditepi rel kareta api, Kecamatan Lubuak Bagaluang, Kota Padang, AZ (37), 
asal Nias, Sibolga, Sumut, yang berperan sebagai eksekutor, Yd (42), asal 
Muaro Labuah, Kabupaten Solok Selatan, yang berperan sebagai penyedia mobil 
Toyota Avanza, serta RMS (24), ABG yang juga berasal dari Parit Rantang, 
Kota Payakumbuh, sama seperti MMP, otak pelaku perampokan.

Berikutnya tersangka pembunuh Jamaris (72),  warga Balai Labuah Ateh Nagari 
Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar pada 22 Maret lalu, berhasil 
ditangkap di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Pelaku ternyata 
adalah Mandala Suryapala (23) cucu dari korban, dibekuk tim gabungan 
Reskrim Tanah Datar, Jumat (24/4) sekitar pukul 01.00 WIB.

Selanjutnya dalam kasus pencurian mobil colt diesel pada Kamis (9/4) lalu 
di Jorong Ganting, Nagari Sijunjung Kecamatan Sijunjung yang tertangkap. 
Dua pelaku ditangkap petugas saat mengecat mobil hasil curian di daerah 
Solok. Dua pelaku lainnya berinisial CT dan AG berhasil melarikan diri dan 
menjadi DPO Polres Sijunjung. Infromasi yang diperoleh, kedua tersangka 
diketahui berinisial “MH” (23) warga Jorong Kampung Sawah Kenagarian Batu 
Ampa kecamatan Koto IX Terusan Kab. Pessel dan “AD” (32). ****

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke