Tes Kepetrawanan, salah satu yang praktis dari banyak jalan.

Langkah permulaan yang baik.
Kurang nyaman  rasanya kalau produk pendidikan kita  terbiasa bergaul bebas
kaya yang berkaki 4, bagi mereka yang sudah terlanjur,  hubungan badan
sudah biasa saja.

Generasi inilah nanti yang akan duduk di Senayan dan merdeka utara beserta
kabinetnya. Jadi apalah negara ini.

Negara bisa saja maju tapi dihuni oleh binatang.

Kita orang Indonesia tentu tak mau itu terjadi. Terutama bagi kita orang
Minang yang  ber-ABSSBK .

Sekarang kita orang Minang selamatkan Minang.

Kalau Jakarta mungkin kota / daerah lain juga , dengan menjamurnya panti
pijat plus yang sebenarnya adalah tempat pelacuran dan di fasilitasi oleh
Hotel Bintang 5 yang tak tersentuh razia alasan parawisata cukup
terlindunglah untuk berhubungan badan.

Pemecahannya kembalilah kepada petunjuk agama/Rasul.

Kalau anak wanita sudan manstruasi atau anak laki sudah balih, ada gelagat
suka lain jenis , segera nikahkan sajalah.

Mengenai nafkah, ya sebagian urunan orang tua dululah.

Apalagi kalau sudah di SMA dan kuliah, nikah saja dulu nanti yang mau
lanjut kuliah teruskan, seperti mahasisswa IKIP tahun-tahun 60-an, hampir
sebagian besar mahasiswa IKIP sudah bekeluarga, karena kuliah, banyak
didapat dengan tugas belajar .

2015 keatas, kalau kita tidak mau menikahkan anak yang sudah
balig/manstruasi, ya untung-untungan saja, mungkin sebagian orang tua harus
menerima anak yang sudah terbiasa berhubungan badan  dengan segala
resikonya sebelum nikah resmi.

Halangan mungkinm batasan umur dalam UU Perkawinan. untuk menyelamatkan
anak dan keluarga, UU ini harus ditabrak agar kemudian direvisi.

Sebenarnya maaf, kalau dari beberapa keterangan dokter,  dari segi produksi
hormon, begitu mereka balig /manstruasi, sementara bisa dikendalikan tapi
begitu hormonnya memuncak, ini butuh penyaluran.

Makanya jangan heran baik sebelu maupun sesuda  ujian/Uan, muda mudi ada
ini pesta sek duluan

Ditambah lagi dengan publikasi  dunia maya yang mengekspos hubungan badan
yang dengan mudahnya diakses oleh muda mudi disemua tingkatan pendidikan
sekarang ini dengan banjirnya obat perangsang yang diiklankan, hal ini
sangat mendorong muda mudi untuk berhubungan badan.

Terpulang kepada kita orang tua

 Maturidi







Pada 13 Mei 2015 08.09, Sjamsir Sjarif <[email protected]> menulis:

> Dari Padek.com kito baco:
>
>  Tes Perawan, Siapa Takut?
> *Wartawan :* M. Sawal Nur - Xpresi - *Editor : *Riyon - 11 May 2015 08:57
> WIB    *Dibaca :* 6 kali
>
>
>
> Ujian nasional (UN) SMP sederajat baru saja usai. Bagi yang lulus,
> siap-siap melanjutkan ke SMA sederajat. Nah sobeX, di media sosial lagi
> heboh membahas soal tes keperawanan saat ini. Masuk SMA sederajat harus tes
> keperawanan? Ooh my God, peraturan apa lagi ini!
>
> Setuju nggak setuju, sepertinya di beberapa daerah sudah diterapkan
> peraturan baru ini. Kalau di Kota Padang sepertinya masih belum ada
> kepastian. Simak komentar calon siswa baru yang akan masuk SMA berikut ini.
>
> Tiara Yulianda, siswi kelas 3 SMPN 18 Padang mengatakan, setuju-setuju
> saja dengan peraturan baru ini.
>
> “Buat apa juga pusing atau cemas dengan peraturan baru ini. Saya
> menanggapinya biasa saja. Nggak takut. Lagian kalau kita nggak pernah
> berbuat negatif kenapa juga takut. Santai sajalah,” ujar cewek berbehel
> ini.
>
> Elvionida, siswi kelas 3 SMPN 18 Padang ini juga mengatakan, tak ada
> masalah dengan tes keperawanan.
>
> “Saya sih setuju-setuju saja dengan peraturan ini. Semoga generasi muda
> benar-benar bebas dari pergaulan bebas. Semoga peraturan ini bisa
> diterapkan juga di Kota Padang dengan cepat,” ujarnya.
>
> Bila peraturan ini diterapkan, lanjutnya, maka kalangan pelajar akan mikir
> seribu kali untuk berbuat negatif.
>
> “Jika ia melakukan perbuatan keji maka rugilah tidak bisa meneruskan ke
> jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Semoga dengan adanya peraturan ini,
> generasi mudah lebih teliti dalam memilih teman,” ujar Vio, sapaan
> akrabnya.
>
> Nadia Nurman, siswi kelas 3 SMP Perti Padang ini juga mengatakan, sudah
> seharusnya Pemko Padang menerapkan kebajikan itu.
>
> “Saya sangat setuju dengan adanya tes keperawanan ini agar cewek-cewek ABG
> yang lainya bisa menjaga kehormatanya dengan baik. Supaya tidak menyesal di
> kemudian hari dan dapat memilih teman mana yang baik mana yang tidak baik.
> Dengan adanya peraturan ini semoga generasi muda ke depanya lebih terjaga
> kehormatanya,” ujar Nadia, sapaan akrabnya. (*)
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke