Pada harian Padang Ekspres edisi Jumat (22/5), saya mencoba melempar wacana bagaimana kalau saldi dipercaya jadi calon gubernur sumbar dari calon independen. bayangkan, pada pilkada yang lalu, ada 1 juta pemilih tak berikan suara, yang bisa diduga karena mereka tak melihat calon yang mumpuni. dengan majunya saldi, potensi golput bisa diraih saldi. lengkapnya: sbg berikut: Jika Saldi Isra Maju, Potensi Golput Bakal Memilih
Oleh YURNALDI Wartawan Utama, Komisioner Komisi Informasi Sumatera Barat. Setiap hari pembaca media cetak di Sumatera Barat disuguhilaporan berisi wawancara khusus, advertorial, atau berita tentang seseorangyang siap menjadi bakal calon (balon) gubernur Sumatera Barat. Sejauh manakesiapan mereka, tidak dijelaskan benar. Apakah sudah siap dengan visi-misi danatau program yang akan diusung atau siap dari segi pendanaan, serta siap daridukungan masyarakat dan partai, tidak begitu terang dinyatakan. Apalagi partaipolitik belum nenetapkan pilihannya. Yang terbaca, para balon gubernur itu seolah-olah yakinbahwa dirinyalah yang akan dipilih masyarakat saat pilkada nantinya. Yangragu-ragu memilih; jadi balon gubernur oke, balon wakil gubernur yes. Mereka kira, dengan pengalaman jadikepala daerah atau pengalaman jadi wakil rakyat sebelumnya, cukup alasan bagimereka untuk maju sebagai balon gubernur Sumbar. Sementara, tanpa disadari ada pihak/komunitas yang“menilainya” dan mendiskusikannya di lapau-lapau. Pembicaraan itu tentuplus-minus, ada baik-buruknya, ada soal prestasi dan nonprestasi dari seseorangbalon. Bahkan, ada hal-hal yang bersifat pribadi, ranah privacy. Sejauh yang saya tangkap dari diskusi-diskusi lepas di mediasosial dan pembicaraan di lapau-lapau, seolah tidak ada balon gubernur sumbaryang layak dipilih. Alasanya, kinerja dari balon gubernur itu semasa diamenjadi pejabat tidak terlihat. Bahkan, janji-janji saat dia jadi pejabatpublik dulunya, tidak jelas benar realisasinya. Masih sebatas janji. Bahkan,gebrakan yang menjadi topik pembicaraan publik juga tak ada. Kalau begitu,mungkin saja boleh dikatakan mereka itu kurang berhasil. Jika tak berhasil membawa perubahan ke arah kemajuan;membuat masyarakat lebih sejahtera, tingkat kebahagiaan meningkat –tidak terpuruk seperti sekarang, atautingkat pendidikan lebih baik, sudah tak ada harapan mendapat dukunganmasyarakat. Sah-sah saja para balon mengklaim orang paling sukses, palinghebat, paling jago melobi, serba bisa dan sebagainya, namun fakta yangterlihat, tentu sesuatu yang tak mungkin dinafikan. Boleh saja dalam klaimsukses, namun kalau fakta di lapangan terjadi sebaliknya, ini tentu menjadibumerang. Publik tak lagi bisa dibohongi. Bahkan, dengan adanya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008tentang Keterbukaan Informasi Publik, publik atau masyarakat bisa menelisik kinerja para balon gubernur tersebut.Pemenuhan rasa ingin tahu atas sesuatu informasi, menjadi haknya yang dijamunundang-undang. Ini, sebagai upaya membuktikan bahwa apa yang mereka utarakansesuai dengan kenyataan yang ada. Angka Golput Lantas, apakah ada hubungan antara balon gubernur Sumbardengan tingginya angka golput di Sumbar? Diskusi dengan sejumlah narasumber,ternyata ada hubungan yang signifikan. Pada pemilu legislatif dan pilpres di Sumbar tanggal 9 April 2014 lalu, ada 1.182.767 orang (31,51 persen) yang tidakmenggunakan hak pilihnya. Dari 3.747.037 orang pemilih terdaftar, hanya2.564.270 orang yang gunakan hak pilih (www.sumbarmedia.com,27 April 2014, diunduh 3 Maret 2015). Pada Pilkada Gubernur sekarang hal itu bisa jadi terulang,kalau calon yang diusung partai tak ada nilai lebihnya, tak ada kelebihannyadan tak ada prestasinya di mata masyarakat. Ketika mereka dihadapkan padapilihan calon gubernur yang tak diinginkan, mereka tentu memilih untuk tidakmemilih (golput). Lantas apa solusi yang bisa ditawarkan kepada pemilih agardia menggunakan hah pilihnya? Jawabannya, tentu, jika dari balon/calon yang tampil, adamemenuhi kriteria menurut versi mereka masing-masing. Paling tidak ketokohannyadiakui secara nasional dan internasional, komitmennya jelas untuk memberantaskorupsi dan program pembangunannya pro peningkatan kesejahteraan rakyat. Ketika ada balon yang sudah menyatakan siap, yang selalumereka usung adalah soal elektabilitas. Mereka berani maju karena elektabilitasnyatinggi. Soal persentase elektabilitas, itu urusan survei lembaga mana yangmelakukan survei. Ketika ada nama lain muncul, maka elektabilitas seseorangyang sudah disurvei bisa jadi turun karenanya. Toh, tingkat kepercayaanmasyarakat sekarang dengan lembaca survei, tergantung lembaga survei yang mana?Kadang, seperti biasa, masyarakat meyakini ada lembaga survei milik partai, adajuga yang independen. Namun demikian, ada juga publik yang memercayai soalperingat elektabilitas itu tergantung “pesanan”. Percaya atau tidak percaya,dikembalikan kepada warga yang tentu sudah melek informasi. Terlepas dari nama-nama petahana (incumbent) atau mantan kepala daerah yang sudah menyatakan dirisiap maju jadi balon gubernur Sumbar, ternyata, banyak juga yang mengharapkanpemimpin-pemimpin alternatif maju, setidaknya dari kalangan orang yang membawaangin segar dalam pemerintahan karena bersih, kaya gagasan, dan antikorupsi.Mereka bisa dari dunia usaha atau akademisi. Walau maju sebagai calon dari kalangan independen sekarangpersyaratannya relatif berat, minimal harus mendapatkan dukungan dari 400.000warga (dengan bukti kartu tanda penduduk), namun jika calon dari kalanganindependen jelas-jelas orang yang berkomitmen dengan rakyat, bersih danantikorupsi, pasti mendapat dukungan luas. Kalau boleh saya menyebut nama, Prof Dr Saldi Isra SH MPA,guru besar di fakultas hukum Universitas Andalas, tokoh nasional dari Sumbaryang sudah diperhitungkan sejak 10 tahun terakhir, adalah salah seorang tokohmuda yang pantas dan patut menjadi gubernur Sumatera Barat mendatang. Saldi adalah anak muda yang cerdas dan sangat peduli denganpersoalan kebangsaan, apalagi persoalan di Sumatera Barat. Di antara belasannama yang sudah mendaftarkan diri sebagai balon gubernur Sumbar, jika SaldiIsra berani maju, maka dialah balon gubernur Sumbar yang termuda. Saya yakin, jika Saldi Isra maju, maka pemilih golput yangmencapai angka 1 juta orang itu, akan menjadi motor penggerak untuk menghimpunsuara yang lebih banyak untuk Saldi Isra nantinya pada Pilkada mendatang.Sebagai tokoh antikorupsi, Saldi Isra tidak diragukan lagi komitmennya. Sejakera reformasi Saldi konsisten menyuarakan antikorupsi dan mengritisipemerinatah sampai sekarang. Jika Saldi Isra sudah menyatakan diri siap maju jadi balongubernur Sumbar dari kalangan independen, maka spontan berbagai kelompok dimasyarakat baik di Sumbar dan rantau, akan bergerak sporadis menggalangdukungan. Kita tahu, bahwa kekuatan perolehan suara partai tidakjaminan calon gubernur pada pilkada gubernur Sumbar nanti akan menang. Pemilihsekarang sudah sangat rasionalitas dan cerdas. Walaupun ia kader parpol, namunketika calon yang diusung parpol tidak layak menurut mereka, suara bisa sajadiberikan kepada calon lain yang layak. Dengan kapasitas seorang Saldi Isra yang cerdas, santun,energik, dan antikorupsi, saya yakin rakyat Sumbar akan memilih dia menjadigubernur Sumbar. Saya yakin, masyarakat Sumbar butuh “orang segar” untukmenjadi gubernur Sumbar. Dan menurut saya, “orang segar” itu adalah Saldi Isra.Kalau Saldi berani maju, saya optimis, dialah yang akan menerima amanah darirakyat untuk memimpin Sumatera Barat lima tahun ke depan.* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
