Pak Yurnaldi dan Palanta RN yth, Ambo satuju2 sajonyo Pak, ide Pak Saldi Israjadi calon gubernur walaupun ambo maliek liau labiah cocok berkiprah level nasional karano ado modal sosial dan kemampuan. Hal lainnyo adolah PNS harus mundur bahkan meskipun hanya jadi calon pemimpin politik.
Ambo maliek untuk Sumatera Barat termasuk di tingkat kabupaten/kota dibutuhkan sosok2 yg membumi, sederhana, rancak urang rantau yg masih memiliki keterikatan kuek jo dan masih terhubung jo kampuang. Mambao inovasi, semangat baru, tapi bukan orang nan tibo2 sajo. Mirip2 Ridwan Kamil. Ambo yakin ado sosok2 mode itu di rantaunet. Salam Donard 2015-05-22 19:54 GMT+08:00 'nal naldi' via RantauNet < [email protected]>: > Pada harian Padang Ekspres edisi Jumat (22/5), saya mencoba melempar > wacana bagaimana kalau saldi dipercaya jadi calon gubernur sumbar dari > calon independen. bayangkan, pada pilkada yang lalu, ada 1 juta pemilih tak > berikan suara, yang bisa diduga karena mereka tak melihat calon yang > mumpuni. dengan majunya saldi, potensi golput bisa diraih saldi. > lengkapnya: sbg berikut: > > Jika Saldi Isra Maju, Potensi Golput Bakal Memilih > > Oleh YURNALDI > Wartawan Utama, Komisioner Komisi Informasi Sumatera Barat. > > Setiap hari pembaca media cetak di Sumatera Barat disuguhi laporan berisi > wawancara khusus, advertorial, atau berita tentang seseorang yang siap > menjadi bakal calon (balon) gubernur Sumatera Barat. Sejauh mana kesiapan > mereka, tidak dijelaskan benar. Apakah sudah siap dengan visi-misi dan atau > program yang akan diusung atau siap dari segi pendanaan, serta siap dari > dukungan masyarakat dan partai, tidak begitu terang dinyatakan. Apalagi > partai politik belum nenetapkan pilihannya. > > Yang terbaca, para balon gubernur itu seolah-olah yakin bahwa dirinyalah > yang akan dipilih masyarakat saat pilkada nantinya. Yang ragu-ragu memilih; > jadi balon gubernur oke, balon wakil gubernur *yes*. Mereka kira, dengan > pengalaman jadi kepala daerah atau pengalaman jadi wakil rakyat sebelumnya, > cukup alasan bagi mereka untuk maju sebagai balon gubernur Sumbar. > > Sementara, tanpa disadari ada pihak/komunitas yang “menilainya” dan > mendiskusikannya di lapau-lapau. Pembicaraan itu tentu plus-minus, ada > baik-buruknya, ada soal prestasi dan nonprestasi dari seseorang balon. > Bahkan, ada hal-hal yang bersifat pribadi, ranah *privacy*. > > Sejauh yang saya tangkap dari diskusi-diskusi lepas di media sosial dan > pembicaraan di lapau-lapau, seolah tidak ada balon gubernur sumbar yang > layak dipilih. Alasanya, kinerja dari balon gubernur itu semasa dia menjadi > pejabat tidak terlihat. Bahkan, janji-janji saat dia jadi pejabat publik > dulunya, tidak jelas benar realisasinya. Masih sebatas janji. Bahkan, > gebrakan yang menjadi topik pembicaraan publik juga tak ada. Kalau begitu, > mungkin saja boleh dikatakan mereka itu kurang berhasil. > > Jika tak berhasil membawa perubahan ke arah kemajuan; membuat masyarakat > lebih sejahtera, tingkat kebahagiaan meningkat –tidak terpuruk seperti > sekarang, atau tingkat pendidikan lebih baik, sudah tak ada harapan > mendapat dukungan masyarakat. Sah-sah saja para balon mengklaim orang > paling sukses, paling hebat, paling jago melobi, serba bisa dan sebagainya, > namun fakta yang terlihat, tentu sesuatu yang tak mungkin dinafikan. Boleh > saja dalam klaim sukses, namun kalau fakta di lapangan terjadi sebaliknya, > ini tentu menjadi bumerang. Publik tak lagi bisa dibohongi. > > Bahkan, dengan adanya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang > Keterbukaan Informasi Publik, publik atau masyarakat bisa menelisik > kinerja para balon gubernur tersebut. Pemenuhan rasa ingin tahu atas > sesuatu informasi, menjadi haknya yang dijamun undang-undang. Ini, sebagai > upaya membuktikan bahwa apa yang mereka utarakan sesuai dengan kenyataan > yang ada. > > *Angka Golput* > > Lantas, apakah ada hubungan antara balon gubernur Sumbar dengan tingginya > angka golput di Sumbar? Diskusi dengan sejumlah narasumber, ternyata ada > hubungan yang signifikan. Pada pemilu legislatif dan pilpres di Sumbar > tanggal 9 April 2014 lalu, ada 1.182.767 orang (31,51 persen) yang tidak > menggunakan hak pilihnya. Dari 3.747.037 orang pemilih terdaftar, hanya > 2.564.270 orang yang gunakan hak pilih (www.sumbarmedia.com, 27 April > 2014, diunduh 3 Maret 2015). > > Pada Pilkada Gubernur sekarang hal itu bisa jadi terulang, kalau calon > yang diusung partai tak ada nilai lebihnya, tak ada kelebihannya dan tak > ada prestasinya di mata masyarakat. Ketika mereka dihadapkan pada pilihan > calon gubernur yang tak diinginkan, mereka tentu memilih untuk tidak > memilih (golput). > > Lantas apa solusi yang bisa ditawarkan kepada pemilih agar dia menggunakan > hah pilihnya? Jawabannya, tentu, jika dari balon/calon yang tampil, ada > memenuhi kriteria menurut versi mereka masing-masing. Paling tidak > ketokohannya diakui secara nasional dan internasional, komitmennya jelas > untuk memberantas korupsi dan program pembangunannya pro peningkatan > kesejahteraan rakyat. > > Ketika ada balon yang sudah menyatakan siap, yang selalu mereka usung > adalah soal elektabilitas. Mereka berani maju karena elektabilitasnya > tinggi. Soal persentase elektabilitas, itu urusan survei lembaga mana yang > melakukan survei. Ketika ada nama lain muncul, maka elektabilitas seseorang > yang sudah disurvei bisa jadi turun karenanya. Toh, tingkat kepercayaan > masyarakat sekarang dengan lembaca survei, tergantung lembaga survei yang > mana? Kadang, seperti biasa, masyarakat meyakini ada lembaga survei milik > partai, ada juga yang independen. Namun demikian, ada juga publik yang > memercayai soal peringat elektabilitas itu tergantung “pesanan”. Percaya > atau tidak percaya, dikembalikan kepada warga yang tentu sudah melek > informasi. > > Terlepas dari nama-nama petahana (*incumbent*) atau mantan kepala daerah > yang sudah menyatakan diri siap maju jadi balon gubernur Sumbar, ternyata, > banyak juga yang mengharapkan pemimpin-pemimpin alternatif maju, setidaknya > dari kalangan orang yang membawa angin segar dalam pemerintahan karena > bersih, kaya gagasan, dan antikorupsi. Mereka bisa dari dunia usaha atau > akademisi. > > Walau maju sebagai calon dari kalangan independen sekarang persyaratannya > relatif berat, minimal harus mendapatkan dukungan dari 400.000 warga > (dengan bukti kartu tanda penduduk), namun jika calon dari kalangan > independen jelas-jelas orang yang berkomitmen dengan rakyat, bersih dan > antikorupsi, pasti mendapat dukungan luas. > > Kalau boleh saya menyebut nama, Prof Dr Saldi Isra SH MPA, guru besar di > fakultas hukum Universitas Andalas, tokoh nasional dari Sumbar yang sudah > diperhitungkan sejak 10 tahun terakhir, adalah salah seorang tokoh muda > yang pantas dan patut menjadi gubernur Sumatera Barat mendatang. > > Saldi adalah anak muda yang cerdas dan sangat peduli dengan persoalan > kebangsaan, apalagi persoalan di Sumatera Barat. Di antara belasan nama > yang sudah mendaftarkan diri sebagai balon gubernur Sumbar, jika Saldi Isra > berani maju, maka dialah balon gubernur Sumbar yang termuda. > > Saya yakin, jika Saldi Isra maju, maka pemilih golput yang mencapai angka > 1 juta orang itu, akan menjadi motor penggerak untuk menghimpun suara yang > lebih banyak untuk Saldi Isra nantinya pada Pilkada mendatang. Sebagai > tokoh antikorupsi, Saldi Isra tidak diragukan lagi komitmennya. Sejak era > reformasi Saldi konsisten menyuarakan antikorupsi dan mengritisi > pemerinatah sampai sekarang. > > Jika Saldi Isra sudah menyatakan diri siap maju jadi balon gubernur Sumbar > dari kalangan independen, maka spontan berbagai kelompok di masyarakat baik > di Sumbar dan rantau, akan bergerak sporadis menggalang dukungan. > > Kita tahu, bahwa kekuatan perolehan suara partai tidak jaminan calon > gubernur pada pilkada gubernur Sumbar nanti akan menang. Pemilih sekarang > sudah sangat rasionalitas dan cerdas. Walaupun ia kader parpol, namun > ketika calon yang diusung parpol tidak layak menurut mereka, suara bisa > saja diberikan kepada calon lain yang layak. > > Dengan kapasitas seorang Saldi Isra yang cerdas, santun, energik, dan > antikorupsi, saya yakin rakyat Sumbar akan memilih dia menjadi gubernur > Sumbar. Saya yakin, masyarakat Sumbar butuh “orang segar” untuk menjadi > gubernur Sumbar. Dan menurut saya, “orang segar” itu adalah Saldi Isra. > Kalau Saldi berani maju, saya optimis, dialah yang akan menerima amanah > dari rakyat untuk memimpin Sumatera Barat lima tahun ke depan.* > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
