Pak Zorion, mohon info saketek tantang biaya parkir di Kiktinggi ko pak.
Pitih parkir ka sia disarahan dek tukang parkir ko sasudah nyo salasai karajo 
pak. Sudah tu apo tukang parkir ko dapek pitih dari pitih parkir itu atau dapek 
gaji dari pemko pak.

Sakitu saketek tanyo di pagi ari nan gabak ndak ka ujan ko pak.

Wassalam

Batuduang Ameh (48) Pekanbaru
Babandera Sirah

"Learning by Doing"

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of zoriona
Sent: Thursday, July 23, 2015 8:18 AM
To: [email protected]
Subject: Balas: [R@ntau-Net] Penyakit Mamakuak yg Membudaya

Ini penyakit masyarakat yang sulit disembuhkan. Sperti halnya kasus biaya 
parkir di Bukittinggi dan tarif makanan di pantai padang. Seolah olah pemko 
melakukan pembiaran karena mereka mungkin beranggapan memakuak orang rantau 
sekali setahun hal yang lumrah. Jadi ABSSBK yang dibanggakan di ranah ini tak 
banyak manfaatnya untuk mendidik prilaku amanah masyarakat dan aparat. Hal yg 
berulang setiap tahun. Menjadikan Sumbar sbg ikon pariwisata rasanya jauh 
panggang dari api. Salam keprihatinan.

Andrinof A Chaniago <[email protected]<mailto:[email protected]>> menulis:

Sekarang mulai heboh dg perilaku pemalakan di tempat-tempat wisata di Sumbar. 
Ketika saya dg posisi yg sdh menyandang jabatan menteri berbicara menyorot scr 
khusus  perilaku pemalakan di tempat-tempat wisata di Sumbar beberapa waktu 
lalu, harusnya ditangkap bahwa masalah ini sudah serius. Tapi, yg saya sesalkan 
waktu itu Walikota Padang berusaha membantah. Akhirnya, saya buat tiga grup utk 
berkunjung diam-diam ke Pantai Air Manis. Setelah fakta pemungutan uang ala 
preman itu dibuktikan oleh tiga grup yg saya kirim dan muncul menjadi berita di 
Padang Ekspres, respon dari aparat Pemko yg saya dengar lagi-lagi bikin 
jengkel. Mereka mengatakan kpd staf saya bhw yg saya lakukan menjebak mereka. 
Sungguh aneh dan menjengkelkan menemukan sikap aparat spt ini. Mrk tidak paham 
membedakan antara tindakan menjebak dan membuktikan kebenaran. Sekarang, 
bisakah keluhan yg meluas ini dijadikan momentum utk membasmi penyakit mental 
preman di tempat2 wisata di Sumbar ini? Atau akan terus menjadi suara musiman 
yg tidak perlu ditindaklanjuti?

Wass.,

Andrinof A Chaniago
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke