Ini penyakit masyarakat yang sulit disembuhkan. Sperti halnya kasus biaya parkir di Bukittinggi dan tarif makanan di pantai padang. Seolah olah pemko melakukan pembiaran karena mereka mungkin beranggapan memakuak orang rantau sekali setahun hal yang lumrah. Jadi ABSSBK yang dibanggakan di ranah ini tak banyak manfaatnya untuk mendidik prilaku amanah masyarakat dan aparat. Hal yg berulang setiap tahun. Menjadikan Sumbar sbg ikon pariwisata rasanya jauh panggang dari api. Salam keprihatinan.
Andrinof A Chaniago <[email protected]> menulis: >Sekarang mulai heboh dg perilaku pemalakan di tempat-tempat wisata di >Sumbar. Ketika saya dg posisi yg sdh menyandang jabatan menteri berbicara >menyorot scr khusus perilaku pemalakan di tempat-tempat wisata di Sumbar >beberapa waktu lalu, harusnya ditangkap bahwa masalah ini sudah serius. >Tapi, yg saya sesalkan waktu itu Walikota Padang berusaha membantah. >Akhirnya, saya buat tiga grup utk berkunjung diam-diam ke Pantai Air Manis. >Setelah fakta pemungutan uang ala preman itu dibuktikan oleh tiga grup yg >saya kirim dan muncul menjadi berita di Padang Ekspres, respon dari aparat >Pemko yg saya dengar lagi-lagi bikin jengkel. Mereka mengatakan kpd staf >saya bhw yg saya lakukan menjebak mereka. Sungguh aneh dan menjengkelkan >menemukan sikap aparat spt ini. Mrk tidak paham membedakan antara tindakan >menjebak dan membuktikan kebenaran. Sekarang, bisakah keluhan yg meluas ini >dijadikan momentum utk membasmi penyakit mental preman di tempat2 wisata di >Sumbar ini? Atau akan terus menjadi suara musiman yg tidak perlu >ditindaklanjuti? > >Wass., > >Andrinof A Chaniago > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google >Grup. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke [email protected]. >Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
