Gara-gara Harato Pusako…………

Ikolah akibat, kalau ndak mangarati mengenai Harato Pusako di Minangkabau 

========================================================

 


 

Senin, 31 Maret 2008 


Limapuluh Kota, Padek-- Kembali kasus pembunuhan terjadi di Kabupaten
Limapuluh Kota. Kemarin, warga Jorong Parik Dalam, Kenagarian Taeh Baruah,
Kecamatan Payakumbuh Koto Baru Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota,
buncah. Diduga gara-gara harta pusaka berupa tanah yang sedang dalam proses
sidang di Pengadilan Negeri Payakumbuh, rela membunuh saudaranya sendiri. 

Adalah ”DF”, korban yang dicincang oleh saudaranya ”NY” (26) di kepala dan
tangan korban. Setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Payakumbuh, dan
dirujuk ke RSU M Djamil Padang, akhirnya korban menghembuskan napas terakhir
dengan kondisi yang memilukan.  Kepada wartawan kemarin, Kapolresta
Payakumbuh, AKBP Ermi Widyatno didampingi Kasat Reskrim AKP Eridal dan Pjs
Kapolsek Kecamatan Payakumbuh, Iptu Sayuti dan Kanit Reskrim Aiptu Dasfuri
Z, membenarkan kasus ini.

Diceritakan Kapolresta, ihwal kejadian disebabkan karena persoalan perebutan
tanah. Pada saat itu, korban ”DF” pergi melihat tanahnya di Padang Pucuk Ubi
yang sedang dalam perkara bersama dua orang temannya berinisial ”HNI” (42)
dan ”ELN” (30) dengan jarak 600 meter dari rumahnya. Begitu sampai di
lokasi, beberapa orang saksi pergi memanggil tersangka ”NY” (26) dan saksi
”DMJ” (23) juga memanggil tersangka lewat SMS dengan kata-kata korban ”DF”
bersama dua orang temannya sedang berada di ladang. Saat bersamaan, kaum
tersangka yang sebelumnya yang telah dimenangkan dalam putusan PN
Payakumbuh, mendapat laporan dari keluarganya. Lantas tersangka meminta
waktu dengan alasan sedang mengasah sebilah golok. Ditenggarai tidak puas
dengan kedatangan korban ke ladang yang sedang berperkara itu, ”NY”
menyiapkan diri. Sesampainya tersangka di Padang Pucuk Ubi, (lokasi yang
sedang dalam perkara, Red), tersangka menemukan korban ”DF” bersama “HNI”,
“ELN” dan ibu kandung tersangka yang bernama ”EN”.

Setelah tersangka saling bertatap muka dengan korban dan saksi-saksi
lainnya, tersangka meminta ibu kandungnya untuk pulang ke rumah. Dengan
alasan, bisa diselesaikan sendiri, ibu kandungnya melangkah pulang dengan
harapan persolan selesai. Ternyata tanpa diketahui, pertemuan itu adalah
untuk terakhir kalinya. Tidak puas, akhirnya golok berbicara.  Diakui
Kapolresta, dari cerita saksi yang ada, tersangka menggertak saksi ”HNI”
alias Amik dengan maksud jangan dicampuri urusannya.  Hanya dengan tempo
beberapa menit bertengkar antara tersangka dengan korban, golok yang telah
disiapkan tersangka dengan tajam itu, melayang ke bagian kepala korban
sebanyak tiga kali, dan bagian belakang satu kali. Akibatnya korban
mengalami luka parah di bagian jidat dan bagian tengkoraknya.  

”Rencana tersangka untuk menghabiskan korban ”DF” hingga tewas, bukan sampai
disitu saja. Bahkan pelaku kembali membacok korban dengan melayangkan golok
ke bagian tangan korban. Sehingga luka korban semakin bertambah, karena bahu
sebelah kirinya nyaris putus dibacok dengan golok,” jelas Kapolresta.
Melihat korban, yang telah dikarunia dua orang anak itu, tergeletak,
tersangka dan dua orang saksi yakni Amik dan Ed berlari ke arah jalan besar.
Sambil berteriak meminta tolong. Mendengar adanya teriakan minta tolong,
puluhan warga langsung menuju ke tempat kejadian peristiwa (TKP). Di TKP
masyarakat hanya menemukan korban sedang tergeletak, penuh dengan darah.
Hingga berita ini ditulis, pelaku belum kunjung ditemukan.

Tidak lama kemudian, tim buru sergap (Buser) Polsek Kecamatan Payakumbuh
bekerjasama dengan Buser Polresta dan Unit Intel yang langsung dipimpin
Kasat IPP AKP Syamsir Alam tiba di TKP dan membawa korban ke Rumah Sakit
Islam Ibnu Sina. Hanya beberapa menit mendapat perawatan di Ibnu Sina,
korban dirujuk ke RSUD M Jamil Padang.  Setelah sampai di RSUD M Jamil
Padang, korban tidak dapat di tolong. Karena kehabisan darah dan korban
menghembuskan nafas terakhirnya. Korban sudah dimakamkan keluarganya di
pekuburan kaumnya, Minggu (30/3) di Kenagarian Taeh BaruhProsesi pemakaman
korban dibanjiri warga yang ingin mengetahui dari dekat kondisi terakhir
korban. Barang buktinya, berupa golok, pakaian korban dan sebagainya sudah
telah diamankan pihak berwajib. (*)

 


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.1/1350 - Release Date: 30/03/2008
12:32
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke