setuju bana jo analisa pak DZ ko. jadi nan manulak lippo dulu sanang maliek 
pakuak mamakuak samakin dareh di ranah dek pengangguran makin batambah. ndak 
baitu pak DZ?

 Zaid Dunil <[email protected]> menulis:

>Kanda MD , Mak Ngah dan sanak sapalanta RN n a h
>
>Manurik pandapek ambo, masalah ini bukan masalah budaya semata. Bukan
>masalah kemerosotan moral masyarakat minang. Akar masalahnya ada di
>soal ekonomi.
>
>Ekonomi Sumbar itu tumbuh seirama dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia
>secara nasional. Namun bagi Sumbar pertumbuhan itu tidak memadai
>karena tidak mengurangi tingkat pengangguran di Sumbar
>
> Tinggkat pengangguran semakin tinggi secara ansolut. Perkembangan
>angka pengangguran terbuka di Sumbar sejak 2009 s.d 2013 sbb:
>
>Tahun        Pengangguran Terbuka
>
>2009               173.080
>
>2010                152.586
>
>2011                142.788
>
>2012                142.274
>
>2013                150.760
>
> Angka pengangguran terbuka berjumlah 150.760 itu relatif sangat
>tinggi . Pertumbuhan ekonomi sumbar yang berada sedikit diatas 6 %
>pertahun (rata-rata) ternyata tidak mampu mengurangi pengangguran.
>Dilain pihak Investasi baru (Asing dan Nasional) setiap tahun
>jumlahnya relatif kurang signifikan jika dikaitkan dengan kemampuan
>nya dalam menyerap tenaga kerja. Realisasi investasi selama lima tahun
>sejak 2009 sbb:
>
>Tahun     Jmlh Proyek      Nilai (Milyar  Rp)     Tenaga kerja yg diserap
>
>  2009             11                     761                      656
>
>  2010             17                      398                   1.316
>
>  2011              23                    1.678                     880
>
>  2012               20                      750                     111
>
>  2013                31                     874                   1.392
>
>Jumlah tenaga kerja yang diserap selama lima tahun oleh investasi baru
>itu adalah 3175 tenaga kerja atau rata rata pertahun hanya 635 orang.
>
>Dari data lain didapat pula angka TKI yang dikirim ke LN mencapai
>angka sekitar 830 orang pertahun. Total tenaga kerja yang mampu
>dikurangi dalam setahun hanya sekitar 1465 orang (635 + 830).
>Pertanyaan besarnya adalah kapan pengangguran terbuka yang berjumlah
>lebih dari 150.000 itu akan dapat dikurangi secara signifikan, kalau
>daya serap tenaga kerja setiap tahun seperti ini  ?
>
>Kalau Pemerintah Daerah dan terlebih lebih masyarakat tidak melakukan
>usaha yang efektif untuk membuka lapangan kerja dengan mencari
>investor baru untuk investasi di Sumbar, maka mungkin sampai kapanpun
>kondisi pengannguran terbuka yang tinggi itu tidak akan dapat
>dikurangi.
>
>Pengangguran itu selalu menimbulkan “penyakit masyarakat” antara lain :
>
>   - Premanisme dalam segala bentuknya
>
>-          Perampokan/pencurian /penipuan dan kejahatan lainnya
>
>-          Dekadensi moral seperti  pelacuran dengan segala bentuknya
>
>-          Rasa rendah diri
>
>-          Pemiskinan . Jumlah yang menganggur itu menjadi beban bagi
>keluarganya yang bekerja sehingga kesejahteraan mereka sulit meningkat
>
>Jadi tukang palak di tempat parkir daerah daerah wisata pelakunya
>adalah dari golongan mereka yang ada dalam kelompok Penganggur terbuka
>itu. Merka tidak punya pekerjaan, tidak punya penghasilan karena itu
>apapun akan dilakukan untuk memperoleh uang. Sepanjang pengangguran
>itu jumlahnya masih tinggi, usaha apapun untuk mencegah perbuatan
>mereka tidak akan efektif. Akarnya ada di masalah ekonomi, bukan pada
>budaya dan tidak terkait dengan ABS SBK. Untuk mengisi perut lapar ,
>soal budaya atau ABS SBK , bagi mereka  itu merupakan prioritas yang
>ke sekian. Prioritas utama adalah bahgaimana agar bisa dapat uang
>untuk makan sehari hari.
>
>Saya mengemukakan diatas ,  bahwa masyarakat juga perlu berperan ,
>setidaknya tidak menghambat orang luar yang akan invest di Sumbar.
>Penolakan teradap Lippo diwakrtu lalu hendaknya tidak terjadi lagi.
>Konon Lippo dulu itu akan invest di Sumbar dan dijanjikan akan dapat
>menampung 3000 tenaga kerja dalam segala tingkatan, dan jumlah itu
>kira kira sama dengan 5 tahun  penyerapan tenaga kerja yang
>terrealisir selama tahun 2009 s/d 2013.
>
>Kita memerlukan investor (dari manapun mereka berasal ) untuk menumbuh
>kembangkan ekonomi daerah , dilain pihak nampaknya masyarakat kita (
>setidaknya tokoh tertentu) ingin memperketat persyaratan investasi
>yang masuk. Sebenarnya boleh saja diperketat, hanya harus diingat
>bahwa investor itu juga memilih untuk menanam investasinya pada daerah
>atau propinsi yang lebih fafourabel bagi mereka. Kalau kita terlalu
>ketat , mungkin kita tidak dipilih. Kenyataannya tidak ada investasi
>besar yang ingin masuk setelah Lippo ditolak. Kedepan kalau tidak ada
>terobosan yang signifikan,  ekonomi kita akan semakin sulit berkembang
>dan pengangguran terbuka tetap tinggi dan sebagai dampak langsungnya,
>maka penyakit masayrakat akan semakin marak yang akhirnya masyarakat
>(orang Minang ) akan seperti tidak lagi ber ABS SBK.
>
>Wass
>
>Dunil Zaid, 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg, Tingga di Jkt.
>
>
>
>
>
>2015-07-26 11:40 GMT+07:00 Sjamsir Sjarif <[email protected]>:
>> Angku Maturidi talalalu tagageh mancokoknyo sabalun dihelo baliak, alah 
>> dihapuih.
>> -- Nyit
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>   1. Email besar dari 200KB;
>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari 
>> Google Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>> email ke [email protected].
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>  1. Email besar dari 200KB;
>  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>mengirimkan biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
>Grup.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke [email protected].
>Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke