Pak Mochtar, Ambo pernah jelaskan di Kharisma ka bapak jo tim nan bapak bawok, serta beberapa tulisan dr teman" di beberapa media, dan e-mail saya ke bapak beberapa waktu lalu. Naif wak pak kalau manjadi DIM. Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the 3 Indonesia network.
Pak Herman dkk, ABS-SBK dengan sekian banyak kekhasan dan keistimewaan lain2 dari budaya Minang diterapkan dalam sistem pemerintahan daerah yang berbentuk Daerah Istimewa seperti halnya Aceh, Yogya, dan Papua yang peluangnya diberikan oleh UUD1945 sendiri? ABS-SBK dll kekhasan itu diterapkan sebagai setara dengan undang2 apapun yang berlaku di daerah provinsi, baik undang2 nasional maupun Perda. Kalau dengan Perda saja, ketentuan2 yang berlaku dalam syarak seperti qanun di Aceh jelas tidak bisa diterapkan, kecuali kalau pemerintahan provinsi dirubah menjadi Daerah Istimewa. Jadi a ruginyo kalau Pemda Prov Sumbar jadi DIM? Dima latak keberatan Pak Herman dengan DIM tu, samantaro banyak dari warga dan tokoh2 masyarakat, di ranah dan di rantau, termasuk Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar mandukuangnyo? Mari kito baio-io dalam hal nan bersifat mendasar ko. Wassalam, MN On Monday, July 27, 2015 11:56 AM, Herman <[email protected]> wrote: Pak Mochtar Naim, Tuk kesekian kalinya saya nyatakan bahwa guna menegakkan ABS-SBK cukup dg Perda, namun yg lebih penting sinergi antara stake holders dalam menegakkan ABS-SBK. Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the 3 Indonesia network.
Pak Herman Jambak dkk, Prov Sumbar paralu dirubah manjadi DIM agar kekhasan dan keistimewaan budaya Minang nan kito simpulkan dalam filosofi budaya ABS-SBK bisa kito aktualisasikan. Jadi bukan untuak sakadar disabuik-sabuik, tapi bana2 dipratekkan dan berlaku sebagai hukum nan setara dengan per-undang2an NKRI. Caliaklah contoh dengan qanun nan berlaku di Aceh. Dan UUD1945 memberi peluang ke awak untuk itu. Jadi manga awak indak manfaatkan? Sekadar Sumbar sajo seperti salamo ko kan lah awak caliak. Apo2 manurun, sahinggo Sumbar dari segi indeks kesejahteraannyo manuruik BPS lah barado di tingkek ka tigo dari bawah, bukan dari ateh. Sagalo macam panyakik lah ado di awak, nan salamo ko ndak ado. Lai amuah awak cando itu taruih-manaruih. Indak, kan. A bana susahnyo jo DIM tu. Kan untuk kepentingan awak juo. Co lah Apak kamukokan a bana kabaratan Apak jo DIM tu? Kami tunggu. Salam ambo. MN On Monday, July 27, 2015 7:55 AM, Herman <[email protected]> wrote: بِسْـــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Harta paling berharga adalah sabar Teman paling setia adalah amal Ibadah paling indah adalah ikhlas Identitas paling tinggi adalah iman Pekerjaan paling berat adalah memaafkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H "TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM“ (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian) "AS'ALUKAL AFWAN MINAL DZAHiRAN WAL BATHINIAH." Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamikum wa Ahalahullahu ‘Alaik (Semoga Allah menerima amalan dari kami dan darimu, juga diterima-Nya shaum-ku dan shaum-mu sekalian, serta semoga Allah menyempurnakannya) "Ja‘alanallahu Minal Aidin wal Faidzin" (Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali fitrah dan orang-orang yang menang). Benar, kita harus memilih Pemimpin Sumbar dengan kecerdasan dimana sang pemimpin sudah punya karya nyata yg bermanfaat bagi masyarakat Sumbar, dan dapat menegakkan ABS-SBK. Dan tidak perlu harus mengganti Sumbar menjadi DIM. , وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Herman Jambak Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the 3 Indonesia network.
. * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. | ||||||
- [R@ntau-Net] TULISAN MOCHTAR NAIM: "PILI... 'Mochtar Naim' via RantauNet
- [R@ntau-Net] TULISAN MOCHTAR NAIM: "... Sjamsir Sjarif
- Re: [R@ntau-Net] TULISAN MOCHTAR NAI... Maturidi Donsan
- Re: [R@ntau-Net] TULISAN MOCHTAR... 'Mochtar Naim' via RantauNet
- Re: [R@ntau-Net] TULISAN MOC... Sjamsir Sjarif
- Re: [R@ntau-Net] TULISAN MOCHTAR... Zulharbi Salim
- [R@ntau-Net] Re: TULISAN MOCHTAR NAIM: &... 'Herman' via RantauNet
- [R@ntau-Net] Re: TULISAN MOCHTAR NAI... 'Mochtar Naim' via RantauNet
- [R@ntau-Net] Re: TULISAN MOCHTAR... 'Herman' via RantauNet
- [R@ntau-Net] Re: TULISAN MOC... 'Mochtar Naim' via RantauNet
- [R@ntau-Net] Re: TULISA... 'Herman' via RantauNet
