Assalamu'alaikum wr.wb.

Dan ambo yakin info ko akan diblow up secara massive  samo beberapa
media-media online yang mengatasnamakan islam, dan berita ini akan
dipercaya mentah-mentah sama pembaca fanatis nya.
Hal ini lah penyebab awal perpecahan dalam umat islam di Indonesia dan
NKRI. Karena perpecahan umat atas nama mazhab dan agama dalam suatu negara,
merupakan biaya paling murah untuk menciptakan perang demi menguasai SDA
negara tersebut.

Sayang nyo Pak Maturidi, indak malagkok i samo link dari ma sumber berita
ko beliau ambiak...


Salam

Reza


2015-08-06 23:34 GMT+07:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:

> Pak Maturidi Donsan:
> "Apakah ini hoak"
>
> ANB:
> Ya, ini hoax. Bukan menurut ambo, tapi menurut *Julie Nava*, penulis
> biografi Imam Shamsi Ali.
> Julie Nava adalah perempuan Indonesia (berjilbab) yang saat ini tinggal di
> Michigan.
> Ini komentar lengkap Julie di wall FB dia dua hari lalu. Stabilo kuning
> pada pendapat Julie dari ambo.
>
> Semoga bermanfaat.
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
> * * *
>
> August 2 at 8:11am
> <https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10206535389655246&set=a.1045099619499.51389.1585914553&type=1>
>  · Edited <https://www.facebook.com/#> ·
>
> Ada beberapa orang bertanya di inbox, tentang kebenaran broadcast info
> soal ucapan Imam Shamsi Ali, yang bercerita tentang pertemuannya dengan
> Council of Churches. Saya hendak membantu meluruskan, berhubung banyak yang
> bertanya disertai dengan kalimat, "Ini Imam Shamsi yang mbak Julie tulis,
> kan?"
>
> Ada bagian isi cerita itu yang benar, tetapi di bagian akhir banyak yang
> dipelintir, untuk menggiring pembacanya berpihak pada kubu tertentu saat
> capresan lalu (hadeuhhhh.... capresan udah bubar woiii... bangun, hehehe)
>
> Lalu ada bagian yang menggiring pembacanya untuk membenci ras tertentu,
> yakni Cina. Tentu saja yang dijadikan bintang utama untuk sasaran caci-maki
> adalah Ahok, wkwkwkwk..... sampai-sampai dibilang bahwa Ahok dan timnya
> ngumpulin KTP orang-orang Muslim untuk ditukar dengan sembako, wkwkwkwk....
> ya Allah ya Robbi.... terus para pembuat fitnah yang kayak gini
> mengharapkan kejayaan Islam? Plis, ah. Ke laut aja sana, berenang ama ikan
> teri, daripada mempermalukan sesama Muslim.
>
> Ada bagian tertentu dari forward-an tersebut yang diimbuhi identitas nama
> Imam Shamsi, lengkap dengan lokasi: New York, United State of America.
> Hadeuhhh... nggak perlu segitunya kalee, untuk menekankan fitnah. Saya
> insyaallah tahu persis bagaimana gaya tulisan Imam Shamsi, yang tidak
> pernah menulis pakai imbuhan "al indunisy" pada namanya. Kalo yang suka
> pakai imbuhan Abu atau al-indunisiy, al-sulawesiy, al-baghdadi.... tahu
> sendiri kan siapa itu, wkwkwkwk.... ngisis banget deh. Nggak, itu nggak
> mungkin banget.
>
> Tone (nada) tulisan beliau juga insyaallah tidak pernah memanjakan sisi
> emosional yang dangkal, seperti "Bahaya besar!... Gereja hendak menguasai
> Indonesia.... Hati-hati! Cina akan memimpin negara Muslim...Sebarkan!
> Indonesia harus berhati-hati pada ini itu...!" Sekali lagi, itu TIDAK
> BENAR. Itu bukan gaya Imam Shamsi yang saya kenal. Itu mah gayanya
> kelompok paranoid yang sok jagoan dan sok beriman.
>
> Let's stop this ridiculous thing, and start to check and recheck. Saya
> sangat berterima kasih dan mengapresiasi teman-teman yang bertanya tentang
> kebenaran edaran itu, sebelum terburu pencet tombol Forward. Ini sangat
> membantu untuk membersihkan kebiasaan buruk yang sering dikeluhkan pengguna
> jejaring sosial, yakni broadcast-broadcast berita fitnah dan materi sampah.
> Juga sangat membantu untuk menjaga nama baik orang lain serta ummat.
> [image: Juli Artha Chriestie Nava's photo.]
>
> <https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10206535389655246&set=a.1045099619499.51389.1585914553&type=1>
>
> Pada 6 Agustus 2015 23.02, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis:
>
>>
>> Ust. Syamsi Ali Imam Masjid New York asal Indonesia....
>> Breakingnews.....!!!
>> dari Imam Masjid New York AS:
>> K.H Syamsi Ali.
>>
>> WASPADALAH !!!
>>
>> Memang betul bahwa Ahok sungguh-sungguh sedang dikader dan dipersiapkan
>> oleh dewan gereja dunia utk menjadi Presiden REPUBLIK INDONESIA ke depan....
>> Dan itu dimulai dari kesuksesan dia menguasai Jakarta.
>>
>> Beberapa waktu yang lalu, saya (Syamsi Ali) diundang oleh Council of
>> Churches (Dewan Gereja-Gereja) untuk sebuah acara. Entah mereka tahu kalau
>> saya hadir atau tidak, seorang petinggi gereja memulai sambutannya dengan
>> mengatakan:
>>
>> "Puji Tuhan yang telah memenangkan hamba-nya di negara Muslim terbesar
>> di dunia, Indonesia. Dimana dia Kristen China telah berhasil mengambil alih
>> kepemimpinan negara itu.".
>>
>> Rupanya dia menyangka bahwa Ahok itu telah terpilih jadi presiden.
>> Setelah ada yang mengkoreksi, dia mengatakan : "But we must work hard to
>> make him succeeding in taking over the country"
>> (akan tetapi kita harus bekerja keras menjadikannya (ahok) sukses
>> mengambil alih (kekuasaan) di negeri itu..."
>>
>> Saudaraku seiman dan seaqidah...
>> Saya (syamsi ali) menyampaikan ini untuk menjadi motivasi kerja. Bahwa
>> Muslim Indonesia kalau tidak hati-hati akn mendapat musibah besar kedua
>> setelah musibah besar pertama dimana JOKOWI yang sangat tidak suka Islam
>> itu menjadi pesiden di negeri muslim terbesar.
>> Kita tentunya tidak perlu marah, apalagi takut. Yang perlu dilakukan
>> adalah menjadikan realita ini sebagai "common enemy (musuh bersama)"
>> sehingga seluruh komponen umat bersatu dan mengesampingkan kepentingan
>> sempit, termasuk fanatisme golongan/mazhab.
>>
>> Kita bekerja keras untuk memenangkan umat Islam. Dan amat sangat berharap
>> agar kita semua jangan termakan dan terbawa arus strategi kafir sekuler.
>> Mislanya tidak terkecoh seolah-olah pilihan kita itu sangat Islami atau
>> paling tidak dekat dengan umat Islam, padahal tidak begitu keadaannya.
>> Contohnya banyak umat Islam yang benaknya terhipnotis saat Pilpres 2014
>> sehingga memilih JUSUF KALLA yang muslim, dan menurut sebagian muslim
>> Indonesia tidak sekuler. Tapi nyatanya setelah jadi wakil JOKOWI, juga ikut
>> terbawa sekuler, dan banyak sikap dan statements-nya yang sangat tidak
>> menguntungkan Islam dan umatnya di Indonesia.
>>
>> Oleh karena itu wahai Saudaraku,
>> Alqur'an sangat tegas memandu kita soal memilih pemimpin. Dan dewan
>> gereja dunia sangat bernafsu ingin menguasai Indonesia sebagai negeri
>> Muslim terbesar di dunia.
>>
>> Semoga tulisan singkat ini bermanfaat,
>> Akhukum Fillah,
>>
>> Syamsi Ali al Indunisiy
>> New York, United States of America
>>
>>
>> Apakah ini hoak.
>>
>>
>> Dulu waktu pemilu Juli 2014, kalau tak salah,. ada kawan yang memposting
>> dari Paman Sam, bahwa pak Ustad Syamsi Ali berdiri di Jokowi. Sekarang
>> Jokom Wi naik, otomatis Ahok ikut. selanjutnya ???
>>
>>
>>
>> Top of Form
>>
>>
>> <https://www.facebook.com/> <https://www.facebook.com/>
>>
>> Bottom of Form
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke