Dengan DIM, apakah kita akan menghidupkan kembali Kerajaan Minangkabau masa 
lalu?Kalau saya, jawabnya: Tidak! Provinsi DIM sekarang ini luasnya sama dengan 
luas Provinsi Sumbar sekarang. No more and no less!Benar bahwa luas wilayah 
budaya Minangkabau dalam sejarah sempat luas sekali. Bisa sampai ke Aceh ke 
ranahnya Anak Jameu. Sampai ke selatan ke Muko-muko, Bengkulu. Mencakup daerah 
Riau dan Jambi pedalaman. Pernah sampai ke Brunai di Kalimantan. Sulu dan 
Mindanao di Filipina. Melaka, Pahang, Negeri Sembilan, di Malaysia. Bahkan 
pernah sampai ke Madagaskar di Afrika. Apakah kita akan mengklaim semua itu? 
Tidak! No way.Luas wilayah DIM sama dengan luas wilayah Sumbar sekarang. 
Termasuk Kabupaten Mentawai yang sekarang adalah Kabupaten Kep 
Mentawai.Bukankah orang Mentawai bukan orang Minang dan berbudaya Minang? 
Bukan! Sama juga dengan orang Cina, Keling, Arab, dsb di ranah Minang yang 
sudah menjadi warga Negara Indonesia dan berdiam di ranah Minang. Seperti juga 
orang Jawa yang bertransmigrasi dan orang Batak yang pindah ke Sumbar.Bagaimana 
kalau orang Mentawai minta supaya mereka keluar dari Prov DIM, dan bergabung 
dengan Nias dan Sumut?Kalau bisa, jangan, karena letak geografisnya yang dekat 
ke Sumbar dan sejak awal sudah juga jadi bagian dari Sumbar. Tapi kita 
tunggulah, semua ini juga tergantung kepada bagaimana maunyaorang Mentawai 
sendiri. Tetap dengan DIM atau bergabung dengan Nias sebagai bagian dari Prov 
Sumut. Atau membentuk Prov Kepulauan Pantai Barat Sumatera dari Simeuleu di 
Aceh ke Enggano di Bengkulu.Sekali lagi, wilayah DIM persis sama dengan wilayah 
Sumbar sekarang.Kita orang Minang tentu saja bisa membentuk ikatan budaya 
Minang untuk semua daerah yang berbudaya Minang.Sebagaimana kita juga bisa 
menjadikan wilayah budaya Minang menjadi bagian tak terpisahkan dari wilayah 
budaya Melayu,karena budaya Minang adalah bagian tak terpisahkan dari budaya 
Melayu.Sama halnya dengan kita tetap menyatukan diri dengan wilayah budaya 
Nusantaradan bahkan dengan bagian tak terpisahkan dari Dunia Islam,karena Dunia 
Melayu adalah Dunia Islam. DMDI!
Bagaimana pendapat Anda?MN

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke