Andri, penyusunan strategi mengandung tiga unsur: 1) rumusan sasaran jangka panjang yg jelas; 2) pemahanan ttg situasi masa kini secara menyeluruh; dan 3) keputusan cara bertindak terbaik thd berbagai alternatif yg terbuka utk mencapai sasaran jangka panjang. Ketiga unsur ini belum dirumuskan. Ttg hubungan antara tokoh Ranah dan Rantau, saya melihat ada masalah kultural yg mendasar, yaitu mereka sudah hidup dalam dua subkultur yg berbeda, antara subkultur rural dgn subkultur urban. Mungkin itu yg menyebabkan nengapa banyak tokoh Rantau enggan utk pulang menetap di Ranah. Kasus Harun Zain dan Azwar Anas merupakan kasus yg sangat khusus, beliau berdua punya latar belakang militer, dan datang ke Sumatera Barat dlm era sejarah yg sama khususnya, yaitu pasca PRRI. Secara umum, saya setuju bhw biar masing-masing tokoh - Ranah dan Rantau - berkiprah dlm habitatnya sendiri. Yg perlu dibangun adalah sistem nilai dan struktur sosial yg saling harga menghargai antara Ranah dan Rantau, yg sekarang kelihatannya belum ada. Suatu contoh kecil: tradisi " mamakuak" para perantau yg pulang kampung, dan resistensi otomatis thd prakarsa perantau dlm pembangunan di Ranah. Kelihatannya cinta Perantau thd Ranah bagaikan " bertepuk sebelah tangan". Pandangan saya ini mungkin salah, dan perlu dikaji lagi lebih lanjut. Wassalam, SB. Pada tanggal 25 Agt 2015 06:39, "Andri Satria Masri" <[email protected]> menulis:
> Mantap pak Saaf. Selamat atas diterbitkannyo disertasi pak Saaf jadi buku. > Semoga bermanfaat utk kemajuan anak nagari di Minangkabau. > > Maaf pak Saaf kalau Andri salah tangkap, apokah yg dimaksud pak Saaf dg > strategi memajukan atau melahirkan kembali tokoh-tokoh Minang itu yg pak > Saaf usulkan dalam disertasi apak tu? > > Kalau memang itu, apokah sinergi ranah dan rantau yg pernah Andri usulkan > dlm postingan terdahulu bisa merupakan salah satu jalan kaluanyo? > > Secara sederhana, sinergi ranah dan rantau adolah bagaimana tokoh-tokoh > Minang/asal Sumbar yg alah berkiprah di tingkek nasional jangan ditarik > baliak ka kampuang. Sacaro basamo-samo mereka diperjuangkan untuak taruih > menjadi tokoh yg "menguasai" pentas nasional. Kemudian sacaro > perlahan-lahan menarik kawan-kawan sekitarnyo yg alah pulo mulai menapakai > pentas nasional utk mengikuti jejak mereka. Samantaro yg di ranah didukung > dg bantuan informasi dari pusat. > > Seperti itu yg Andri pikirkan strategi melahirkan kembali tokoh-tokoh > Minang ke pentas nasional. > > Saat iko, awak alah punyo tokoh Minang di pentas nasional yaitu Ketua DPD > RI, pak Irman Gusman. Bahkan pak Irman sudah 2 kali jadi Ketua DPD. Utk > periode selanjutnyo harus awak perjuangkan beliau menjadi RI 1. Bukan tidak > mungkin bukan? > > Itu kalau awak lai namuah bersinergi melahirkan tokoh nasional dari > Minang. Jan sampai nan taralah, iri dengki maliek prestasi pak Irman Gusman. > > > Andri Satria Masri, SE, ME | L | 43 | Koto | Sungai Sariak Kec. VII Koto > Kab. Padang Pariaman > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
