- Home <http://firanda.com/index.php>
   - ARTIKEL <http://firanda.com/index.php/artikel>
   - VIDEO <http://firanda.com/index.php/video>
   - DOWNLOAD
   
<http://firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/962-surat-mantan-pendeta-yg-masuk-islam-karena-membaca-buku-sebab-sebab-kebahagiaan-karya-asy-syaikh-abdurrozzaq-al-badr#>
   - Jadwal Kajian Rutin <http://firanda.com/index.php/jadwal-kajian>
   - KONSULTASI <http://firanda.com/index.php/konsultasi>
   - DAFTAR ISI <http://firanda.com/index.php/daftar-isi>
   - TENTANG KAMI <http://firanda.com/index.php/tentang-kami>
   - Login <http://firanda.com/index.php/login>
   - Info <http://firanda.com/index.php/info>

Surat Mantan Pendeta yg Masuk Islam Karena Membaca Buku "Sebab-Sebab
Kebahagiaan" karya Asy-Syaikh Abdurrozzaq al-Badr
<http://firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/962-surat-mantan-pendeta-yg-masuk-islam-karena-membaca-buku-sebab-sebab-kebahagiaan-karya-asy-syaikh-abdurrozzaq-al-badr>

<http://firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/962-surat-mantan-pendeta-yg-masuk-islam-karena-membaca-buku-sebab-sebab-kebahagiaan-karya-asy-syaikh-abdurrozzaq-al-badr#>

Sungguh benar bahwa rahasia hidayah hanyalah di tangan Allah. Tidak ada
yang menyangka seorang pendeta yang menjadi misionaris puluhan tahun
berdakwah di pedalaman –menyeru kepada kesyirikan dan kekufuran- akhirnya
masuk Islam di akhir hayatnya hanya karena sebuah buku saku "Sebab-Sebab
Kebahagiaan"

Buku itu merupakan transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh Fadilatus
Syaikh Abdurrozzaq hafizohulloh di mesjid Al-Istqlal pada tanggal 17
januari 2010 M (1 Shafar 1431 H), yang dihadiri lebih dari 100 ribu jama'ah.

Allah menghendaki kebaikan bagi pendeta ini (Robert) yang terus berusaha
mencari kebenaran….akan tetapi beliau sekarang telah meninggal dunia
–semoga Allah merahmati beliau dengan rahmatNya yang seluas-luasnya,
memaafkan dosa-dosanya dan memasukannya kedalam surgaNya-.

Akan tetapi sebelum ia meninggal, ia sempat menulis sebuah surat yang ia
tujukan kepada Fadilatus Syaikh Abdurrozzaq hafizohulloh, yang sungguh
surat tersebut ditulis dari sanubari yang paling dalam. Surat yang ringkas
akan tetapi sarat dengan faidah-faidah yang menakjubkan.


Ia bahkan tak sempat mengirimkan surat tersebut –mungkin karena sakit yang
dideritanya-, akan tetapi surat tersebut ditemukan oleh saudaranya –yang
non muslim- ditumpukan buku-bukunya sebulan setelah wafatnya, lalu
dititipkan kepada salah seorang dai yang berdakwah di pedalaman. Lalu
akhirnya pada tanggal 16 Agustus kemarin surat tersebut –alhamdulillah-
akhirnya sampai ke tangan saya tatkala saya mengunjungi kota Balikpapan,
dan alhamdulillah surat tersebut telah sampai kepada Fadilatus Syaikh
Abdurrozzaq hafizohullah

Berikut isi surat tersebut.



بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله

Kepada yang saya cintai karena Allah Tuan Syaikh Abdurrozzaq semoga Allah
memberkahi anda.

Perkenalkan nama saya Robert Tanhu Mangkulang dengan nama Islam Abdurrahman
al Islami 58 tahun, berasal dari suku Dayak Kalimantan.

Sebelumnya saya minta maaf bila mengganggu waktu anda dan aktifitasnya.
Saya ingin menceritakan kisah singkat tentang kehidupan saya dan juga
harapan saya di akhir hidup saya yang tersisa.

Saya masuk Islam pada tanggal 15 Desember 2011, mulanya saya masuk Islam
dan mengenal Agama Islam karena keraguan agama yang saya yakini, di
keluargaku 6 bersaudara semuanya berbeda agama, ada hindu paganisme,
kristen katholik dan protestan, tapi tidak ada satu pun yang masuk Islam
karena keluarga kami menganggap Islam agama yang rumit dan sulit.

Selama 30 tahun lebih saya menjadi misionaris protestan, pastor dan
terakhir menjadi kepala gereja di seluruh kota di Kalimantan, tepatnya di
Kutai Barat, selama itu pula saya diberikan kecukupan rezeki harta dan
jabatan yang layak karena itulah tujuan para pendeta, dari keenam kali
pernikahan saya tidak dikaruniai anak keturunan, harta yang saya punya
dipakai untuk bersenang-senang dan habis di meja judi.

Di akhir masa tua ini saya merasa takut dan gelisah dengan agama yang saya
yakini yaitu kristen protestan. Tidak membawa ketenangan dan ketentraman,
sebelum saya mengenal Islam ini saya meneliti dan membanding-bandingkan
kitab-kitab injil saya dengan kitab yang dulu, ada sisi yang kontradiktif
antara satu dan lainnya, ditambah lagi saya ingin menghabiskan masa tua di
tempat kelahiran saya.

Sebulan kemudian saya memutuskan  untuk pergi meninggalkan gereja demi niat
saya untuk pindah mencari ketenangan hati. Singkat cerita kami, yaitu saya
dan murid saya yang mengantar sampailah di satu pelosok kabupaten Paser
yang mayoritas 90 prosen adalah penganut paganisme dan animisme, namun
selama puluhan tahun ditinggalkan ada sedikit berbeda, ada beberapa orang
yang masuk agama Islam diantaranya mantan mertua yaitu bapak istri saya
ketiga ternyata sudah menjadi muslim.

Seperti biasa di pagi hari saya selalu berkeliling untuk berolahraga,
sengaja saya melewati rumah bekas istri saya karena penasaran kami
berdiskusi dan berdialog dengan mereka*, padahal dulu mereka adalah
orang-orang yang nakal dan brutal* namun ada perubahan drastis dengan sikap
perilaku dan penampilan yang islami.

Tuan Syaikh Abdurozzaq desa kami desa terisolir dan jauh dari keramaian,
selama puluhan tahun tidak ada da’i atau ustadz yang masuk ke pedalaman,
lalu saya tanyakan kepada mereka apa yang menyebabkan mereka masuk Islam?
Mereka bercerita ada seorang pemuda jawa yang datang dari kota kecamatan
selalu datang membawa alat penghisap darah penyakit dan mengamalkan
agamanya, *karena keramahan dan budi pekerti yang baik* mereka belajar,
dari mulai 2 keluarga yang masuk Islam hingga 30 keluarga (setara 40 orang
dewasa 18 anak kecil) yang belajar tentang agama Islam.

Selesai berdialog mereka memberi buku kecil berjudul *“Sebab-Sebab
Kebahagiaan” karya Syaikh Abdurozzaq* dan buku Bekam Sunnah Nabi dan
Mukjizat Medis. Sampai di rumah sebelum tidur saya membaca dan merenungi
tiap makna dari lembaran buku itu, entah kenapa badan saya merinding, dada
bergemuruh karena takjub dengan penjelasan kebahagiaan yang saya cari
selama ini.

Puluhan tahun saya berkhotbah di hadapan jamaah, baru kali sekarang saya
mendapat suatu kata indah walaupun ada beberapa yang kurang dimengerti
dalam bahasanya tapi saya faham akan maksud dan tujuan si penulis.

Keesokan harinya saya bertemu dengan teman-teman di desa untuk menanyakan
kapan pemuda itu kembali akan datang? ternyata hari itu mereka sudah ada
janji untuk menjemput lewat sungai karena daratan berlumpur setelah hujan
lebat.

Setelah ketemu kami yaitu saya mengutarakan niat saya untuk memeluk agama
Islam maka dengan keyakinan yang kuat saya mengucapkan syahadat di hadapan
8 laki-laki dewasa dan 4 wanita walaupun agak sulit karena saya belum
terbiasa dan tidak bisa maka saya dituntun untuk membaca “Laailaha illallah
Muhammad Rasulullah”.

Pemuda tadi memegang erat tangan saya dan memeluknya tubuh ini dengan haru
lalu dia ucapkan “Bapak sekarang menjadi saudara saya dalam Islam maka
berbahagialah bapak dengan jaminan Allah, bahwa dengan taat kepada perintah
Allah dan Rasul-Nya kita akan bertemu di surga”

Setelah itu kami berbincang dan berbagi pengalaman, dan saya tanyakan
kepada pemuda ini dimana saya bisa bertemu dengan penulis ini buku, sambil
menunjukkan buku yang saya bawa. Ternyata pemuda ini pun belum pernah
bertemu atau melihat langsung Syaikh Abdurrozzaq, dia hanya mendengar suara
di radio swasta sebelum dia merantau ke Kalimantan, bahkan bila ada
kunjungan penulis buku ini dia tidak bisa hadir karena kemampuannya untuk
datang ke Jakarta.

Dua minggu kemudian dia datang kembali membawa buku-buku pelajaran cara
praktis membaca al-Quran dan papan tulis, sekaligus memberi kabar gembira
bahwa Syaikh Aburrozzaq akan datang bulan Februari di Jakarta tahun 2012,
maka saya katakan ke padanya “Mari kita berangkat ke Jakarta, masalah
ongkos saya yang akan tanggung, bawa juga keluargamu”. Namun dia menolak
dengan alasan bahwa dia mengajarkan agama bukan karena harta dan
iming-iming materi dunia, tapi saya bersikeras untuk memberi dia uang.
Selama dua tahun naik turun bukit pemuda ini hanya digaji dengan ikan dan
pisang sedangkan saya diberi sesembahan para jamaah setiap minggu.

Akhirnya dia menerima dan membelikan tiket untuk keberangkatan kami di
bulan Februari 2012 bersama keluarganya.

Sejak saat itu kami belajar dan saya pun belajar dengan sungguh-sungguh
akan kebaikan Islam, umumnya di suku kami tidak ada paksaan untuk memeluk
agama lain karena perbedaan agama boleh asal jangan mengganggu adat
istiadat yang ada di desa kami yang mayoritas hindu paganisme.

Di pagi hari badan saya sakit semua, hernia kambuh dan seluruh kaki terasa
berat digerakkan, dengan bantuan tetangga dibawa ke poliklinik terdekat
lalu saya diobati dengan obat-obatan seadanya karena klinik kampung yang
ada di desa tidak ada petugas yang jaga itupun yang mengobati adalah bidan
kampung/dukun anak.

Seminggu kemudian pemuda ini datang dan berniat untuk menjemput saya ke
rumahnya serta tinggal beberapa hari di rumah samping mushola, namun takdir
berkata lain jangankan untuk jalan, berdiripun tak mampu. Pemuda ini
membacakan beberapa do’a dan dia meminta madu dan air serta  diminumkan
kepada saya, sore harinya saya agak membaik, bisa jalan tertatih-tatih,
saya minta ijin tidak hadir dalam pengajian iqro dan ia pun mengerti.

Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak bisa bertemu atau datang ke
jakarta, sampaikan salam dan tolong tuliskan rasa terima kasih kepada
Syaikh Abdurozzaq, saya akan ke rumah teman yang ada di kabupaten untuk
melihat tayangan langsung, kebetulan dia mempunyai parabola. Akhirnya
pemuda ini berangkat bersama keluarganya ke jakarta, ada seorang ibu yang
menitipkan barang untuk Syaikh berupa tas karena kecintaan beliau kepada
tuan Syaikh Abdurrozzaq.

Hari minggu 19 februari 2012, hari itu saya sangat senang melihat wajah
anda Syaikh Abdurrozzaq, walaupun ada gangguan dan sinyal yang buruk tapi
ada pelajaran yang bisa diambil “bahwa bila kita ingin meraih cinta Allah
harus mendahulukan perintah-perintah-Nya”. Saya ingin sekali mendengar tapi
suara, gambar dan tayangannya tersendat-sendat, sehingga waktu itu saya
jadi berfikir kenapa saya tidak memaksakan berangkat ke jakarta.

Tuan Syaikh Aburrozzaq sejak itu pula saya mulai mengerti arti kehidupan
dalam pandangan Islam bahwa dunia hanya sementara sedangkan akhirat kekal
dan abadi.

Ada kejadian yang membuat saya miris dan sedih, pemuda tadi dicegat dan
diinterogasi oleh sebagian aparatur desa, yang ironisnya mereka adalah
muslim, mereka menganggap pemuda ini mengajarkan ajaran menyimpang karena
itu dia tertahan dan tidak bisa mengajar lagi, lalu datanglah saudara kami
“Maris” salah satu tokoh yang masuk Islam dia menjelaskan kepada aparatur
desa bahwa dia hanya mengajarkan baca tulis al-Quran.

Dua bulan tiga bulan sampai satu tahun dia tidak pernah datang lagi,
apalagi setelah kami warga muslim ikut-ikutan ritual belian (pemanggilan
roh-roh halus), mau tidak mau, suka atau tidak suka kami harus mengikutinya
adat-istiadat karena ini solidaritas suku.

Tuan Syaikh Abudrrozzaq pemuda ini tidak pernah datang lagi, kami memaklumi
dan mengerti dia membutuhkan perubahan dari kami dan juga perjuangan untuk
melawan adat tapi kami tidak mampu, dan lagi beliau juga perlu penghasilan
untuk keluarga semoga Allah memudahkan urusan pemuda ini.

Tuan Syaikh Abdurrozzaq semoga dengan tulisan ini dan sampainya tulisan ini
di hadapan anda semoga ada da’i atau ustadz yang mau ke tempat kami, dulu
waktu kami menjadi misionaris kami bisa ke pelosok-pelosok tapi umat Islam
yang kata anda rahmat semesta alam tidak ada yang bertahan ke pedalaman.
Maka disisa umurku ini saya berharap bisa bertemu di surga kelak. Saya
mempunyai penyakit kronis bisa saja setelah ini Allah mencabut nyawa saya,
sekali lagi terimakasih untuk anda dan Islam.

Abdurrahman al-Islami
Muara Andeh, 15 Agustus 2014


*Beberapa faidah yang bisa dipetik dari surat mulia ini :*

1. Betapa banyak orang terhalangi untuk masuk Islam karena menganggap Islam
adalah agama yang sulit dan rumit. Padahal kita tahu bahwasanya Islam
adalah agama yang sederhana, jika dibersihkan dari seluruh bid'ah, syirik,
khurofat, dan takhayyul maka sungguh Islam adalah agama yang sangat simpel
dan mudah.

Akan tetapi sering kali gambaran Islam sampai kepada non muslim dengan
gambaran yang keliru.

2. Kontradiktif yang terdapat dalam Injil merupakan sebab penting yang
menjadikan bekas pendeta ini masuk Islam, karena hal ini menimbulkan
keraguan terhadap ajarannya, padahal ia seorang pendeta. Maka perlu kita
menjelaskan kontradiktif Injil kepada kaum Nashrani, semoga mereka
dibukakan hatinya oleh Allah untuk memeluk Islam.

3. Berdakwah dengan akhlak, keramah-tamahan, serta budi pekerti yang baik
merupakan daya tarik terbesar bagi non muslim untuk mengenal Islam.
Sebagaimana yang ditunjukkan oleh sang pemuda tersebut tatkala berdakwah di
pedalaman.

4. Islam yang benar akan merubah perilaku pemeluknya secara drastis,
sebagaimana yang dituturkan oleh bekas pendeta, bahwasanya kerabatnya
dahulu brutal namun setelah masuk Islam berubah menjadi berperangai mulia.

Inilah bedanya orang yang masuk Islam karena belajar –sehingga mempengaruhi
perilakunya-, dengan orang yang masuk Islam hanya ikut-ikutan, atau
keturunan, namun tidak dibarengi dengan mempelajari Islam.

5. Bekas pendeta ini puluhan tahun berkhotbah di hadapan jama'ahnya untuk
mengajarkan kebahagiaan kepada mereka, akan tetapi ia sendiri tidak
merasakan kebahagiaan tersebut. Ia sendiri sedang mencari kebahagiaan.
Ternyata ia menemukan hakekat kebahagiaan melalui buku Asy-Syaikh
Abdurrozzaq hafizohulloh.

6. Seorang yang menyatakan masuk Islam maka harus kita sambut dengan penuh
kebahagiaan dan memberi optimisme kepada dirinya. Sungguh perkataan sang
dai muda tersebut sangat mengena di hati bekas pendeta. Tatkala sang
pendeta masuk Islam, maka dipelulah dengan haru oleh sang pemuda seraya
berkata “Bapak sekarang menjadi saudara saya dalam Islam maka berbahagialah
bapak dengan jaminan Allah, bahwa dengan taat kepada perintah Allah dan
Rasul-Nya kita akan bertemu di surga”

7. Diantara pernyataan indah Syaikh Abdurrozzaq yang selalu diingat oleh
sang pendeta yaitu "Bahwa bila kita ingin meraih cinta Allah harus
mendahulukan perintah-perintah-Nya"

8. Pendeta ini memberi informasi bahwa dakwah sang pemuda ke pedalaman
ternyata dihalangi oleh orang-orang Islam sendiri.

Setelah saya menghubungi sang pemuda, maka sang pemuda itu bercerita bahwa
yang menghalanginya adalah orang-orang Islam yang tidak suka dengan dakwah
sunnah yang tidak menyetujui adat-adat yang tidak benar.

9. Diantara harapan mantan pendeta Abdurrahman al-Islami, yaitu agar para
dai menyempatkan diri berdakwah di pedalaman. Karena kaum misionaris rela
berjuang berdakwah berpuluh-puluh tahun untuk mengajarkan kekufuran dan
kesyirikan di pedalaman-pedalaman.

Bahkan diantara informasi yang disampaikan oleh sang pemuda kepada saya
melaui WA bahwasanya gerakan syi'ah pun telah sampai ke pedalaman. Berikut
isi WA tersebut :

((Pak Robert buatkan busur dan panah, (sebagai) hadiah yang akan diberikan
untuk syaikh bila tiba ke Jakarta. Di Kutai Barat waktu beliau menjabat
sebagai (Ketua) Forum Kerukunan Pelayanan Tuhan –sejenis persekutuan
gereja-, (beliau) pernah didatangi kunjungan Islam Iranian Corner dan
Ixxbx. Mereka datang katanya untuk misi pendidikan. Ketika ditanyakan maka
mereka banyak menjelek-jelekan Arab Saudi dan Sunni. Lalu beliau nanya sama
ana, Islam apa mereka?, ana bilang mereka syi'ah…, ana kisahkan kekejian
mereka terhadap Islam dan foto-foto pembantaian…dari internet.

Beliau nanya sama ana, apakah di Mekkah dan Madinah akan diserah Syi'ah?.
Ana bilang nggak tahu…

Karena beliau piawai membuat peralatan perang maka beliau berinisiatif buat
panah dan busur untuk Syaikh, katanya untuk jaga-jaga dari Syi'ah…))

10. Pemuda yang gigih dalam berdakwah –semoga Allah menjaga keikhlasannya
dan menambah semangatnya dalam berdakwah-

Alhamdulillah saya telah berkomunikasi langsung dengan pemuda da'i ini, dan
ada beberapa informasi yang bisa saya sampaikan, diantaranya :

-         Pemuda ini sudah bertahun-tahun berdakwah di pedalaman, ia
sendiri berasal dari suku Sunda, akan tetapi ia bertekad untuk berdakwah di
pedalaman Kalimantan. Bahkan mendakwahi suku asli Kalimantan, yaitu suku
Dayak.

-         Alhamdulillah ia sekarang bersama istrinya sedang mengasuh pondok
kecil-kecilan dengan jumlah santri 160 santri-santriwati kecil. Disamping
itu ada sekitar 40 orang muallaf dewasa yang ia didik. Berikut WA yang ia
kirimkan kepada saya : ((Ustadz, afwan sebelumnya, surat yagn dtitip dari
pak Robert/Abdurrahman untuk Syaikh sebenarnya sudah lama sekali. Sebulan
setelah beliau wafat surat itu bari kami tahu dari tumpukan buku di
rumahnya. Itupun kami tahu dari saudar beliau yang non muslim, bahwa pak
Robert rahimahullah mau titip surat untuk ana. Ala kulli haal, beliau (pak
Robert) ingin sekali bertemu Syaikh, beliau memesan buku-buku Syaikh dan
tulisannya. Dan yang paling beliau suka adalah buku "Perjalanan dari
Madinah ke Rodja" yang ditulis antum.

Ana ingin ngasih surat ke antum tapi qodarullah waktu dan kondisi ana yang
tidak memungkinkan. Jangankan ke Jakarta, ke Balikpapan aja ana gak sempat
ustadz. Ana berdua bersama istri mengajar lebih 160 anak dan 40 muallaf,
kalau ana tinggal maka nggak ada yang ngajarin mereka))

-         Dari tuturan sang pendeta, ternyata pemuda ini tatkala berdakwah
sama sekali tidak berharap upah. Bahkan tatkala ditawarkan untuk diberi
ongkos ke Jakarta oleh sang pendeta, maka iapun dengan tegas menolak dengan
menyatakan bahwa ia tidak berharap dunia. Akan tetapi suku Dayak yang
menerima dakwahnya tetap memberikan rasa terima kasih mereka kepada sang
pemuda dengan memberikan sekedarnya yaitu berupa ikan dan pisang.

Tutur mantan pendeta "Selama dua tahun naik turun bukit pemuda ini hanya
digaji dengan ikan dan pisang sedangkan saya diberi sesembahan para jamaah
setiap minggu"

-         Pemuda ini mengaku kepada saya bahwasanya ia tidak bisa berbahasa
Arab, sehingga tatkala sampai di tabligh Akbar Syaikh Abdurrozaq ia tidak
kuasa dan tidak mampu untuk berbicara dengan Syaikh. Hal ini menunjukkan
bahwa untuk menyampaikan dasar-dasar Islam dan iqro' maka tidak harus
menunggu menjadi Ustadz berkaliber. Yang penting adalah tekad yang kuat
dalam berdakwah, dengan tetap menyadari kekurangan ilmu yang ada. Lihatlah
pemuda ini, ia tidak angkuh dengan banyaknya orang masuk Islam karena
dakwahnya, bahkan ia mengakui di hadapan saya bahwa ia tidak bisa berbahasa
Arab tanpa malu-malu.

-         Pemuda ini meskipun memiliki ilmu seadanya akan tetapi ia
mengerti betul bahwa dakwah bukanlah sarana untuk mencari dunia dan
kekayaan. Bahkan ia sendiri kekurangan dana untuk menjalankan pondoknya.
Diantara keluhannya kepada saya, ia kekurangan dana untuk menyunat
orang-orang yang baru masuk Islam, sehingga masih banyak muallaf yang
belajar dengannya belum disunat.

-         Pentingnya ilmu, lihatlah pemuda ini langsung mengajarkan iqro'
kepada para muallaf.

Akhirnya, semoga Allah merahmati Abdurrahman Al-Islami, memafkan
dosa-dosanya, dan memasukannya ke dalam surgaNya. Dan semoga Allah membalas
jasa Asy-Syaikh Abdurrazzaq yang dengan sebab buku beliau maka Robert pun
berubah menjadi Abdurrahman. Semoga Allah menambah kehikhlasan Syaikh
Abdurrazzaq dan menjaga beliau dalam memperjuangkan dakwah Sunnah di Kota
Madinah dan juga di tanah air. Dan semoga Allah membalas jasa sang Pemuda
yang telah berjuang keras berdakwah di pedalaman suku Dayak dengan segala
keterbatasan dan kekurangan sarana dan prasarana. Semoga akan banyak
dai-dai yang mengikuti jejak langkah kaki beliau.



*Hal-Hal yang terkait dengan risalah di atas:*

Kajian " Sebab-sebab Datangnya Kebahagiaan " :
https://www.youtube.com/watch?v=zOQ1RwY-CJc

Pertanyaan mantan pendeta ketika Syaikh Abdurrozzaq mengisi di Jakarta :
https://youtu.be/vDL3aFKHXO0?t=6719

Scan surat mantan pendeta :
https://app.box.com/s/0wz2q7wujvqkb3jgikwxm9kwednl4j8s



Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 14-11-1436 H / 29-08-2015 M
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja
www.firanda.com

Tautan sumber:

http://firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/962-surat-mantan-pendeta-yg-masuk-islam-karena-membaca-buku-sebab-sebab-kebahagiaan-karya-asy-syaikh-abdurrozzaq-al-badr

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke