> kitab, karena 'alimnya tuan guru itu, anak murid membawa kitab Sekarang
> tuan
> guru membawa kitab, anak murid tidak,. 'alimnya anak murid tu :)

 Assalamu'alaikum.w.w.

 ...  kita sambung yang kemaren agak sedikit ....

  Dulu waktu kita mengaji, tuan guru tidak membawa kitab, karena 'alimnya
 tuan guru itu, anak murid membawa kitab Sekarang tuan guru membawa kitab,
 anak murid tidak,. 'alimnya anak murid tu  :).
 ..... aaa. itu pula kelebihan kita.  :)
 Yang bagusnya mengaji ini dari kitab-kitab tua, karena kitab tua ini kitab
 orang 'alim, hanya bisa dibaca oleh orang-orang alim saja. Kita yang tidak
 pandai ini bawa kitab sendirilah dan rajin bertanya. Rajin bertanya ini
 perlu walaupun soal remeh temeh. Karena soal fiqih ini tidak habis-habis,
 setiap hari ada saja.
   Sebagai contoh misalnya, ketika itu air kebetulan tidak mengalir di
 jurusan mesin. Seorang dosen mau shalat ashar dan waktu tinggal sedikit. Di
 dalam toilet dosenpun air tidak mengalir. Ada sedikit air dalam bak plastik
 silinder yang berwarna biru itu. Untuk siram-siram tangan dan kaki bisalah,
 tapi jumlahnya sudah sedikit. Dan entah bekas tangan siapa pula yang telah
 masuk, atau ada tahi cecak kita tidak tahu.
 Eh... dia berwudhuk juga dengan air itu. Saya bilang, air itu sudah
sedikit, tidak shah wudhuknya, karena sudah tidak mensucikan lagi. Lalu saya
minta
 mengulangi wudhuk di telaga.
   Nah, inikan kekurang pengetahuan dalam hal air yang digunakan untuk
 wudhuk. Kalau air sudah kurang dari 2 qulah (lebih kurang 216 liter),
 walaupun kelihatannya bening, sudah jatuh kepada subhat, karena kita tidak
 dapat menjamin ada tidaknya najis yang masuk. Sejak itu saya minta kajur
 untuk dapat melengkapi air, paling tidak untuk berwudhuk. Di sini kelihatan
 seolah-olah persoalan sepele, tapi dapat membuat shalat tuan-tuan tidak
 diterima karena tidak shahnya wudhuk. Oleh sebab itu jangan segan-segan
 bertanya kalau kita tidak mengerti. Jangan sampai kita beribadah tidak
 mengerti hukum. (Ingat urusan zakat yang sempat heboh dahulu karena tidak
 mengerti hukum). Karena ibadah diterima oleh Allah dengan dua syarat,
 pertama ikhlas, kedua mengikuti undang-undang, sudah, cukup.
 Kita sembahyang ada undang-undangnya, zakat ada undang-undangnya. Kita
 hendaknya tambah mengerti, tidak statis saja. Ada perbedaan antara
 sembahyang waktu muda-muda dulu dan sembahyang sudah tua. Jangan menganggap

sembahyang kita sudah shah, selesai. Tapi hendaklah merasa dimana lagi
 kurangnya. Bila perlu kita  mengajak seorang yang pandai, lalu berkata,
 "lihat saya sembahyang, betul ndak ?, sempurna atau tidak". Kita mesti cek
 sembahyang kita betul atau tidak, jangan hanya nonton cek and ricek para
 selebritis saja di TV yang kerjanya tiap hari bergunjing saja.
Sampai-sampai anak SMP di Jakarta dari pembicaraannya yang selintas
terdengar
 "Gimana kabar si anu (artis)"
 "Eh,.. dia sudah cerai kan ?"
 ...aii.... SMP sudah rusak karena sudah diajarkan kebiasaan bergunjing.
 Yang kita cek adalah ibadah kita, supaya kita beramal dengan betul.
 Kita kembali.....
  Jadi, orang-orang jahil jangan sombong, bertanya kalau tidak paham.
 Yang ke-empat
 "maa daamal fuqara laa yabi'uuna akhiratahum bi dunyahum"
 Selama mana orang-orang faqir tidak menjual akhirat mereka dengan dunia
 mereka. Orang miskin jangan menjual agama dengan harta dunia yang sedikit
 ini. Kasus-kasus pemurtadan hanya dengan sekotak Supermi.
 Tapi, fenomena menjual akhirat dengan dunia ini sangat banyak terjadi
 sekarang. Tidak hanya orang-orang faqir (miskin) saja, bahkan orang-orang
 berduitpun menjual akhirat dengan dunia mereka. Sehingga sekarang ini
 terkenal pameo,
 "Uang haram aja susah apalagi uang halal", sehingga kebiasaan sikut sana
 sikut sini sudah membudaya. Mereka lupa bahwa artinya mereka sudah menjual
 akhirat dengan dunia. Demi kesenangan dunia mereka lupa kalau seluruh
 perbuatannya akan dipertanggung jawabkan nanti. Harta dapat dari mana dan
 dibelanjakan kemana, nanti akan ditanya. Dan bila sudah didepan mata, sudah
 melihat dengan keyakinan mata, mau lari kemana ?.
   Suatu hari satu orang anak berkulit hitam menggembala kambing. Kambing
 ini bukan dia yang punya tapi tuannya. Datang saidina Umar ra. menanya anak
 kulit hitam itu.
 "Apa yang kamu lakukan di sini ?"
 "Menggembala kambing tuan", dia tidak kenal ini saidina Umar.
 "Mana kambingnya ?"
 "Itu yang di padang rumput sana, saya yang menjaganya"
 "Siapa yang punya ?"
 "Tuan saya yang punya"
 Umar men-test anak itu.
 "Bisa jual sama saya seekor ?"
 "Tidak boleh tuan"
 "Mengapa ?"
 "Kambing ini tuan saya yang punya"
 "Kan tuan kamu tidak ada, saya beli dengan harga yang mahal, kalau tuan
kamu bertanya, katakan kambingnya sudah mati, dimakan dek serigala"
 "Tidak tuan", katanya
 "Kalau tuan saya tidak ada, Tuhan ada"
 Tertegun saidina Umar, sampai iman Islam di sini.
 ....aaa.... kulit hitam hati putih
 Kita ?, .....kulit putih hati hitam.....:)
 Maknanya dia takut kepada Allah swt. Menetes air mata saidina Umar ra.
 Dibelinya semua kambing itu kepada tuannya, dihadiahkan kepada anak kulit
 hitam itu. Sampai iman Islam di sini, dia tidak menjual agama dengan harga
 yang sangat sedikit, sebagaimana cerita kita dari mula-mula kemaren.

 ... aaa lah panjang pula...... beresok kita sambung..

Wabillahil hidayah wat taufiq

Wassalam

Padang, April 2008
Lab. Perancangan dan Konstruksi Mesin
Fakultas Teknik Universitas Andalas
Kampus Limau manih
Dr. Eng. Khairi Yusuf   St. Sinaro.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke