"Apa aku bisa seperti paman menjadi seorang panglima kerajaan juga?" Burhan mengetahui Masnan seorang panglima dari Aswin, tadi saat mereka bercakap-cakap di sudut ruangan, Aswin banyak bercerita mengenai paman-pamannya ini, dia menceritakan sedemikian menariknya dengan cara bocahnya sehingga teman-temannya menjadi terkesima dan ingin menjadi sehebat paman-paman itu.
"Hahahaha. pertanyaan bagus. Paman tidak bisa menjawabnya, yang bisa menjawabnya hanya kamu sendiri, paman hanya tahu cara untuk bisa menjadi seorang panglima tapi apakah kamu akan menjadi panglima atau tidak nantinya semua kamu yang menentukannya sendiri." Kembali terlihat Burhan sepertinya merenungkan perkataan Masnan, matanya bersinar-sinar menandakan otaknya lagi berpikir keras. Masnan tahu Burhan seorang anak yang cerdas sekali dan juga sangat hati-hati, maka dia membiarkan Burhan dalam keadaan seperti itu, sampai dia siap melontarkan pertanyaan lagi. "Apakah aku akan tinggal bersama paman dan keluarga? apakah keluarga paman tidak keberatan aku tinggal di rumah paman?" "Jangan kuatir Burhan, keluargaku adalah keluarga yang bersahaja, kami selalu menerima siapa saja yang datang ke rumah kami, pintu rumah kami selalu terbuka untuk teman-teman dan sahabat kami yang datang mengunjungi kami. Dan lagi di rumah kami, ada beberapa kamar kosong yang biasa ditempati oleh para tamu kami yang menginap jadi kamu tidak usah kuatir kalau kamu jadi merepotkan kami. Hmmm sebelum kamu bertanya lebih jauh, paman akan mengatakan padamu bahwa paman mempunyai seorang putri yang hampir seusia kamu, jadi paman rasa kamu bisa mendapat teman bermain seusia kamu. Isteri paman juga sangat menyukai anak-anak dan paman yakin kamu akan bisa memperoleh kasih sayang dia." Burhan merenungkan kata-kata Masnan, "Paman, apa aku harus memanggil paman dengan sebutan guru atau paman?" Mendengar pertanyaan ini Masnan tahu dia sudah memenangkan hati anak itu, tinggal tunggu anak itu siap memberikan jawabannya. "Terserah kamu mau panggil apa padaku, paman boleh, guru boleh atau ayahpun boleh, aku tidak keberatan." Dia melihat Burhan memandang wajah mamaknya dan wajah dia secara bergantian, akhirnya dia lihat anak itu siap memberikan jawaban setelah mempertimbangkan semua seperti memang wataknya yang selalu berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. "Pertama aku akan tetap memanggil paman, kalau diperbolehkan," dia memandang Masnan dan melihat anggukan Masnan, dia melanjutkan, "Aku suka sekali menjadi murid paman, tapi aku punya syarat." "Baiklah, apa syaratmu, anak baik." Kata Masnan penasaran. "Paman, bisakah dalam setiap 2 tahun aku pulang ke sini untuk ketemu sama mamak dan keluargaku? " "Tentu saja bisa, karena paman juga ingin bertemu dengan paman Bumi ini. Baiklah paman berjanji setiap 2 tahun sekali kamu boleh balik ke sini selama 2 minggu dan akan paman temani kalau tidak bisa nanti akan paman minta bantuan teman paman. Bagaimana menurutmu?" "Baiklah paman, aku setuju, aku akan ikut bersama paman pulang."kata Burhan tegas, dia merasa senang dengan adanya janji dari paman Masnan. Dan mamak Burhan jadi senang sekali karena dia melihat ada kesempatan 2 tahun lagi puteranya bisa didik oleh perwira hebat ini. "Burhan, karena kamu sudah menyetujuinya, mamak hanya bisa merestuinya dan mendoakan saja. Panglima, aku menyerahkan kemenakanku di bawah bimbinganmu, semoga kelak dia besar nanti dia akan bisa seperti anda." "Terima kasih atas restu dan pujian Datuak, aku tidak akan menyia-nyiakannya." Urusan Burhan selesai dengan sendirinya, direncanakan dalam waktu 3 hari kedepan Masnan akan pulang dengan membawa Burhan pergi. Sekarang giliran Basri karena dia juga mau membawa Saiful pulang ke rumahnya, dia berharap dia tidak menemukan kesulitan dalam hal ini. "Bagaimana dengan kamu, Karim, apa kamu mau menjadi murid utama paman? tanya Bumi, sengaja dia menunda menanyakan Saiful karena dia ingin Saiful merasa nyaman dengan situasi ini, dia sudah melihat tanda-tanda kegelisahan pada wajah Saiful, dia tidak mau membuat anak itu jadi takut pada rencana mereka. "Apakah nanti aku berlatih dengan Aswin, paman? " "Iya. Apa kamu pikir nantinya kamu bisa mengalahkan Aswin? Sahut Bumi kepada Karim. "Tentu saja bisa paman, nanti ketika aku sudah besar pasti aku bisa mengalahkan Aswin." Jawab Karim dengan pasti. "Baiklah kita lihat saja nanti, yang penting kamu rajin berlajar dan berlatih pasti bisa." "Paman akan mengajari apa padaku? Selama ini aku kan sudah berlatih sesuai dengan petunjuk paman, apa ada ilmu lain yang akan paman ajarkan padaku?" "Iya, makanya kamu rajin berlatih biar kamu bisa tambah hebat lagi dan mengalahkan Aswin." "Apa aku boleh ikut berlatih dengan uda Karim dan Aswin juga paman?"Tanya Bastian. "Hahahaha. Bastian, kamu sudah punya guru sendiri, kamu tahu beliau ini lebih jago dari paman, kamu beruntung dipilih beliau jadi muridnya. Walaupun kamu sudah diajarin paman Kahar, kamu bisa berlatih bersama-sama Aswin dan Karim, supaya ilmu kamu semakin mantap. Paman juga jadi bisa lihat siapa yang terhebat diantara kalian."kata Bumi sambil memotivasi anak-anak itu. Bersambung.... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
