Iko barito Peristiwa Tragedi di Jalan Arabo 205, Mina: Kisah Lengkap Tragedi Di Mina Mekah <http://korananakindonesia.com/2015/09/24/kisah-lengkap-musibah-di-mina-mekah/> Posted on September 24, 2015 <http://korananakindonesia.com/2015/09/24/kisah-lengkap-musibah-di-mina-mekah/> by The Children Indonesia <http://korananakindonesia.com/author/childrenclinic/> 1 Vote
[image: image] <http://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2015/09/wpid-wp-1443106528147.jpg> Kembali musibah maut menimpa para syuhada di tanah suci. Ketika ratusan jemaah haji meninggal terinjak-injak di Jalan Arab 204 saat menuju ke lokasi lempar jumroh di Mina. Jalan Arab 204 itu berada di sebelah kiri jalan King Fahd dan jaraknya sekitar 500 meter. Sehingga dipastikan saat kejadian jemaah Indonesia tak berada di jalan itu. Hingga pukul 18.35 WIB sebanyak 453 jemaah haji dilaporkan tewas dan lebih dari 719 orang luka-luka karena terinjak-injak di Jalan Arab 204, Mina. Mereka terinjak-injak saat menuju lokasi lempar jumroh. Kejadian terinjak-injak ini terjadi sekitar pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Data terakhir dari pihak Kementerian Pertahanan Sipil Arab Saudi, korban jiwa berjumlah 310 orang dan kebanyakan berasal dari Yaman. Hingga saat ini, belum ada WNI yang dilaporkan menjadi korban. Diperkirakan 400 orang tewas akibat terinjak-injak di Jalan Arab 204 saat mereka menuju ke lokasi lempar jumroh. Sebanyak 4000 tim penyelamat berjibaku menyelamatkan korban jiwa, dan 220 ambulan dioperasikan untuk proses evakuasi. Kejadian naas itu terjadi pada pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi. Para jemaah berdesak-desakan dan saling menginjak-injak. Akibatnya, para jemaah terluka karena terinjak-injak dan sebagian tewas. [image: image] <http://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2015/09/wpid-wp-1443105891060.jpg> Penyebab Penyebab utama musibah itu diduga karena ribuan jamaah haji saling dorong mendorong. Saat para jemaah berjalan menuju tempat melempar jumroh, tiba-tiba jemaah di bagian depan berhenti. Jemaah bagian belakang yang sudah tak sabar ingin melempar jumroh lalu mendorong-dorong. Berdasarkan hasil temuan sementara, para jemaah sempat terlibat bentrok karena saling berdesakan menuju tempat melempar jumroh Aqabah. Menurut akun Facebook Direktorat Pertahaman Sipil Arab Saudi Kamis (24/9/2015) melansir bahwa “Volume jemaah yang akan melakukan lempar jumroh Aqabah sangat tinggi dan saling bertemu di jalan menuju Jamarat, tepatnya di persimpangan Jalan 204 dan Jalan 223 di Mina. Jemaah saling tumpang tindih,”. Jumlah jemaah sangat banyak kala itu, mencapai ratusan ribu. Awalnya, para jemaah terlibat saling dorong dan kemudian berlanjut ke pertengkaran yang berujung pada jatuhnya para korban jiwa. “Sehingga, terjadi pertengkaran dan saling injak antara para jemaah dan sebagian besar dari mereka terjatuh. Pihak Saudi Red Crescent langsung mengambil inisiatif tindakan untuk mengendalikan situasi untuk mencegah bentrok semakin berlanjut dan menyetop arus para jemaah menuju Jamarat,” ungkap akun facebook Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi langsung mengevakuasi ratusan korban insiden Mina. Rumah sakit di Mina sudah penuh, sehingga para korban langsung dilarikan ke RS yang berada di kota Makkah. Para korban langsung dilarikan ke Mina Emergency Hospital. Namun, karena RS tersebut penuh, sehingga korban luka dan tewas dibawa ke beberapa RS yang ada di kota Makkah. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Puluhan ambulance lalu-lalang di Jalan 204, tempat insiden terjadi. [image: image] <http://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2015/09/wpid-wp-1443105891060.jpg> [image: image] <http://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2015/09/wpid-wp-1443106327176.jpg> [image: image] <http://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2015/09/wpid-wp-1443106489959.jpg> On Sunday, September 20, 2015 at 12:59:39 AM UTC-7, ZulTan wrote: > > > Nan sakali ko, yo cadiak MakNgah. Lah ikhlas babagi barita. Ndak sakadar > ma onyoak-onyok'an liank cando nan taralah. Ambo yo tamasuak nan pamaleh > manuncik-nuncik liank tu... tibo tatunciak tumo bisa lameh wak dek nyo. > Antah kok indak? > > Mo kasi ciek lu MakNgah. > > Salam, > ZulTan > > > Sent from Samsung Mobile > > > > -------- Original message -------- > From: Sjamsir Sjarif <[email protected] <javascript:>> > Date: 19/09/2015 23:12 (GMT-08:00) > To: RantauNet <[email protected] <javascript:>> > Subject: Re: [R@ntau-Net] Fwd: Peristiwa Mekkah > > > Dari Haluan kita baca lagi Musibah Haajji 2015: > > [image: PDF] > <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/nusantara/43554-musim-haji-2015-penuh-musibah?format=pdf> > [image: > Cetak] > <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/nusantara/43554-musim-haji-2015-penuh-musibah?tmpl=component&print=1&layout=default&page=> > [image: > Surel] > <http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=5637d04336a17028bede9f14c01806ad986f277e> > Sabtu, > 19 September 2015 03:07 > > Musim haji tahun 2015 diwarnai kasus tumbangnya crane lalu terbakarnya > hotel tempat menginap sebagian jamaah Indonesia. Musibah sekaligus cobaan > ini tentunya juga jadi pembelajaran sekaligus meningkatkan kedekatan kepada > sang khalik > > *MAKKAH, HALUAN —* Setelah musibah crane tumbang di Masjidil Haram, Jumat > kemarin, (Kamis waktu setempat), jamaah haji musim 2015 kambali mendapat > cobaan. Hotel tempat jamaah Indonesia bersama seribuan jemaah haji Asia, > Hotel Sakkab Al Barakah di wilayah Aziziah terbakar. > > Belum ada keterangan resmi dari pejabat haji Indonesia, baik di Arab Saudi > maupun di tanah air, Joko Widodo. Api menghanguskan seluruh isi kamar 801 > Lantai 8 Pemondokan 403 itu. Tidak ada korban jiwa, namun seluruh barang > bawaan milik jemaah yang tinggal di kamar itu musnah dilalap api. > > “Ada 2 orang yang tinggal di dalam kamar itu,” kata Kepala Seksi > Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji > (PPIH) Arab Saudi Jaetul Muchlis Bashir, Kamis (17/9). > > Lantai 8 Pemondokan 403 dihuni jemaah dari Kediri yang tergabung dalam > Kelompok Terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 61. Mereka tiba di Mekah pada > Rabu 16 September 2015. Jemaah dalam kloter ini melakukan umrah qudum atau > kedatangan secara bertahap. > > Muchlis menjelaskan, kebakaran terjadi saat penghuni kamar sedang umrah. > Dia menduga penghuni kamar lupa mematikan *rice cooker* ketika berangkat > umrah. “*Rice cooker* menyala, padahal umrah berjalan sampai 2 jam. Ini > tentu saja sangat ceroboh,” ujar Muchlis. > > Melewati tengah malam, asap muncul dari lantai 8 pemondokan. Dengan > cepat, asap memenuhi lantai lain di bawahnya. Pemondokan 403 memiliki 10 > lantai yang terisi lantai 1 sampai lantai 8. “Jemaah histeris melihat > asap,” ujar Muchlis. > > Selanjutnya, petugas langsung mengevakuasi seluruh jemaah dari lantai 1 > sampai lantai 8. Sebagian pintu yang terkunci dibuka paksa. Petugas sektor > juga menghubungi pemadam kebakaran setempat. > > “Tidak sampai 5 menit petugas kebakaran langsung datang,” imbuh dia. > > Petugas kepolisian juga datang untuk mengatur lalu lintas di sekitar > pemondokan. Petugas pemadam kebakaran bekerja dengan cepat mulai dari > memadamkan sumber api di kamar 801 dan mengevakuasi 2 jemaah ke rumah > sakit milik pemerintah Arab Saudi. > > Muchlis menyatakan, 2 jemaah itu dievakuasi bukan karena mengalami luka > melainkan mengirup asap tebal. “Keduanya jemaah risiko tinggi, sudah uzur. > Dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan. Nanti Sansur akan cek kondisi > mereka,” kata dia. > > Sansur merupakan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang > kesehatan yang salah satu tugasnya memantau kesehatan jemaah sakit. > > Setelah api dipadamkan, petugas pemadam kebakaran dan tim kesehatan > melarang jemaah tinggal di dalam pemondokan karena bau asap masih > mendominasi. Seluruh jemaah dipindahkan ke Pemondokan 310 di Hotel > Holliday Inn. > > Menurut Muchlis, jemaah hanya sementara dipindahkan ke Pemondokan 310. > “Setelah 1x24 jam, jemaah dari lantai 1 sampai 7 bisa kembali ke 403. > Untuk jemaah yang lantai 8 harus menunggu dulu karena bau asapnya memang > sangat kuat,” tandas Muchlis. *(h/net/lnc)* > > > On Monday, September 14, 2015 at 7:28:24 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: >> >> Sementara itu terbetik pula berita ada setan-setan penipu (tentunya setan >> Indonesia pula) yang memeras keluarga Korban Crane itu supaya mentransfer >> uang ke account setan itu untuk biaya perawatan korban... >> أعوذ بالله من الشيطان الرجيم >> >> -- MakNgah >> Sjamsir Sjarif > > -- > .. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
