Alhamdulillah Sangat menarik dan senantiasa ditunggu tulisan2 dari Pak Komandan Jacky Mardono selanjutnya.
Semoga Pak Jacky sehat selalu Aamiin YRA Wassalam AnwarDjambak Alam Takambang Jadikan Guru Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]> Date: Thu, 15 Oct 2015 03:00:46 To: Jacky Mardono Tjokrodiredjo<[email protected]>; RN Ajo Duta<[email protected]>; RN Ali Umar<[email protected]>; RN Andrinof<[email protected]>; RN Andi<[email protected]>; RN Andri Satria Masri<[email protected]>; RN Ali Akbar<[email protected]>; RN Aprinal Saldi<[email protected]>; RN Asmardi<[email protected]>; RN AzmiBagindo<[email protected]>; RN Anwar D<[email protected]>; RN Aryandi Ilyas<[email protected]>; RN Buya Abidin<[email protected]>; RN Botsosani<[email protected]>; RN Chaniago<[email protected]>; RN Ephi<[email protected]>; RN Datuk<[email protected]>; RN Dasriel<[email protected]>; RN Darwin Ch Chalidi<[email protected]>; RN Evy Niz Nizhamul<[email protected]>; RN Dr.EngKhairi Yusuf Sutan Sinaro<[email protected]>; RN Fitrianto<[email protected]>; RN Fashridjal M. Noor<[email protected]>; RN FarhanMuin DATUK BAGINDO<[email protected]>; RN gebuminangpusat<[email protected]>; RN Hanifah<[email protected]>; RN Hamid M<[email protected]>; RN Hadi<[email protected]>; RN Hartati<[email protected]>; RN Hendra Messa<[email protected]>; RN Indra JP<[email protected]>; RN Idris Talu<[email protected]>; RN Isna Huriati<[email protected]>; RN Joesrinal<[email protected]>; RN Jupardi<[email protected]>; RN Lies Suryadi<[email protected]>; RN Miko<[email protected]>; RN Muljadi<[email protected]>; RN Muchwardi Muchtar<[email protected]>; RN Maturidi Donsan<[email protected]>; RN Muhammad Hanif<[email protected]>; RN Muchtar Naim<[email protected]>; RN Moel<[email protected]>; RN Nanang Sumbar<[email protected]>; RN Nofend<[email protected]>; RN Novenri (novenri)<[email protected]>; RN Nismah<[email protected]>; RN Nur'Aini<[email protected]>; RN Ojie<[email protected]>; RN P Burhan<[email protected]>; RN Parapatiah<[email protected]>; RN Pariaman<[email protected]>; RN Rahyussalim<[email protected]>; RN Rainal R.<[email protected]>; RN Sukmawat<[email protected]>; RN Syafril Erizon<[email protected]>; RN Rina P<[email protected]>; RN Suheimi<[email protected]>; RN Sjamsir Sjarief<[email protected]>; RN St Sinaro<[email protected]>; RN Riri Chaidir<[email protected]>; RN Syahrizal Galari<[email protected]>; RN Tasriel M<[email protected]>; RN Taufiq<[email protected]>; RN Wistian 1<[email protected]>; RN ZulTan<[email protected]>; RN Zubir Am<[email protected]>; OBW Yenny Tomi<[email protected]>; OBW Reni<[email protected]>; OBW Tina Widodo<[email protected]>; OBW Ira Sonny<[email protected]>; OBW Okky A<[email protected]>; OBW Uki Sudjoko<[email protected]>; OBW Yenny Zannuba Wahid<[email protected]>; OBW Ninik H<[email protected]>; OBW Rien Poeloeng 1<[email protected]>; OBW Sri Teddy<[email protected]>; OBW Tita Kholidah<[email protected]> Reply-To: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]> Subject: Re: Kesaksian Sekitar G30S/PKI (4) Setelah beberapa hari "membujang" di Priaman,saya menjemput keluarga yang masih tinggal di Lubuk Sikaping.Dalam perjalanan pulang,saya berpapasan dengan Dandim Pasaman.Saya-pun ber-bincang2 sebentar dengan beliau,dan beliau menjelaskan akan ke Padang,menghadiri briefing Waperdam Subandrio. Undangan baru diterima sekitar satu jam yang lalu.Mungkin saya juga terima,tetapi saya sudah terlanjur meninggalkan Pariaman,menuju Lubuk Sikaping.Beliau mengajak saya untuk kembali ke Padang.Saya jawab : "Hari ini saya libur memikirkan revolusi !Yang saya pikirkan adalah anak istri,untuk bergabung ke Pariaman". Apa yang terjadi andaikata saya kembali ke Padang ? Dalam rombongan bpk Subandrio,ternyata ada bapak BJP Sutarto,yang waktu itu menjabat kepala staf BPI (Badan Pusat Intelejen).Saya kenal baik dengan keluarga bpk Sutarto,sejak saya masih mahasiswa PTIK.Bahkan saya sering sengaja mampir kerumah beliau,untuk numpang makan siang.Kalau saya ke Padang,pasti saya menghadap beliau untuk sekedar bernostalgia.Dan kelak ternyata,siapa saja yang berhubungan dengan anggota robongan bpk Subandrio selama kunjungan ke daerah,sempat jadi urusan Satgas Intel Kopkamtib.Dan itu sedikit banyak akan mempengaruhi pelaksanaan tugas saya. Kelak saya dengar,bahwa bpk Subandrio aktif menyebar luaskan berita tentang adanya DD (Dewan Djederal).Salah satu pertanyaan dalam "security clearance",adalah kapan kita mendengar issue tentang DD.Mereka yang menjawab telah mendengar isyu tersebut sebelum tgl. 1 Oktober 1965,masuk daftar yang dicurigai,sebagai mereka yang sudah termakan oleh isyu dokumen "Gilchrist".Saya sendiri mendengar tentang adanya DD,adalah pada pengumuman Letkol Untung tgl. 1 Oktober 1965.Karena lebih cinta anak istri dari pada revolusi,maka selamatlah saya dari pertanyaan yang "mboten2" tentang DD. BJP Sutarto juga termasuk tokoh,yang dikabarkan aktif menyebarkan isyu tentang DD.Kelak istri pak Tarto tewas dalam musibah banjirnya kali Grogol,di Jl Lebak Bulus I.Tapi saya yakin,beliau bukan PKI atau simpatisan PKI !Pak Tarto mungkin masuk golongan mereka,yang oleh bapak HR Dharsono disebut sebagai mereka,yang termasuk golongan "zwakke broeder",atau saudara yang lemah bukan PKI,tetapi seorang "Sukarnois"."Zwakke broeder" ini terkenal dengan selogan2nya : "Taat tanpa reserve kepada bung Karno dan pejah gesang nderek bung Karno".Juga golongan inilah yang melahirkan motto-motto : "Merah kata bung Karno, merah kata saya"."Putih kata bung Karno, putih kata saya".Kisah2 semacam ini, yang sering luput dari pengamatan para pengamat politik militer,yang lebih mempercayai referensi dari luar negari. Adalah bapak HR Dharsono,yang pada sidang umum istimewa MPRS,mengingatkan agar para "zwakke broeder" lebih bersikap rasional,dan tidak bersifat kultus individu.Bpk HR Dharsono,termasuk salah satu dari para "king makers",terhadap Presiden Suharto.King Maker yang lain adalah:bpk Sarwo Edhei Wibowo dan bpk Kemal Idris. Sayang buku saya yang mengkisahkan sidang umum istimewa MPRS,yang melengserkan bung Karno,ada yang meminjam tapi saya lupa siapa orangnya. Kesimpulan saya,dalam menganalisa apa yang terjadi pada tgl 1 Oktober 1965,janganlah hanya berkiblat kepada tulisan2 pengamat asing,termasuk yang mengatas namakan dirinya sebagai CIA.Perlu digali se-banyak2nya,memoar dari mereka yang menjadi pelaku sejarah. Saya adalah pelaku sejarah ditingkat akar rumput,yang selalu mengkaji pengalaman saya,dengan peristiwa2 yang terjadi di tingkat nasional. Demikian untuk menjadikan maklum. Wassalam, Jacky Mardono (81+). From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]> Sent: Wednesday, 14 October 2015, 10:47 Subject: Kesaksian Sekitar G30S/PKI (4) Saya mulai menjabat Kapolres Padang Pariaman,tgl. 15 September 1965.Jabatan saya sebelum itu adalah Kapolres Pasaman di Lubuk Sikaping.Kepindahan saya ke Padang Pariaman,bukanlah kepindahan biasa,karena saya mendapat tugas khusus,mengatasi gangguan keamanan yang berupa perampokan. Pada waktu itu,dalam satu malam bisa terjadi dua sampai tiga kali perampokan.Terdapat petunjuk kuat,bahwa pelaku perampokan adalah ex OPR.Pihak Polres selalu mendapat kesulitan,kalau hendak melakukan pengusutan,karena yang dicurigai melakukan perampokan,selalu mendapatkan perlindungan dari oknum2 terentu.Bagi saya pribadi,peristiwa G30S/PKI merupakan "blessing in disguised".Dengan terjadinya peristiwa G30S/PKI,setelah ada anggota ex OPR yang digerebeg oleh kesatuan dari Kodam,saya dapat menindak mereka tanpa ada hambatan. Peristiwa menonjol pada waktu saya menjabat Kapolres Pasaman adalah :1. Ada seorang Kapolsek yang tidak menjemput kedatangan saya,tetapi lebih baik mendampingi bupati di penginapannya.Kelak ternyata baik pak Bupati maupun Kapolsek saya,diciduk Satgas Intel Kodam,karena terlibat G30S.Itulah sebabnya,saya bersedia mendampingi beberapa pnwrw TNI AD menghadap Kasad,untuk menghimbau agar anggota TNI AD jangan dulu menggunakan hak pilihnya.2. Adanya latihan untuk Sukwan/Sukwati Dwikora,yang seluruhnya adalah anggota ormas PKI.Hubungan saya dengan Kodim sempat agak tegang,karena saya tidak mau mengirim anggota untuk menjadi pelatih.3. Pada tgl. 1 Juni 1965,saya menanggapi ucapan Aidit yang menyatakan,Pancasila hanya alat pemersatu.Pidato saya rupanya didengar oleh seorang wartawan dari PAB (Pemberitaan Angkatan Bersenjata),namanya Tarmizi.Dari saudara Tarmizi saya mendapat hadiah buku "Dibawah Bendera Revolusi jilid II)".Buku tersebut hanya memuat pidato Agustus-an bung Karno,sampai dengan tahun 1964.4. Di tahun itu,DN Aidit gigih mengusulkan adanya angkatan ke V,yakni buruh tani yang dipersenjatai.Pada tgl. 4 Oktober 1965, ketika mendengar pidato pak Harto di Lubang Buaya,langsung saya menarik kesimpulan,bahwa PKI ada hubungan dengan G30S. Demikian sekilas info menjelang terjadinya G30S,atau sekilas info mengenai situasi yang saya hadapi,menjelang kepindahan saya ke Polres Padang Pariaman. Wassalam, Jacky Mardono (81+). -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
