Assalamu'alaikum Wr. Wb.Tarimokasih tulisan menarik tersebut.Untuk selanjutnyo 
tolong disabuikkan saja Palanta Rantaunet yth.  TIDAK dengan PENGHUNI Bon 
Bin.Wassalam,Haasma (Lk/72/Depok) 


     Pada Jumat, 23 Oktober 2015 16:21, Donard Games <[email protected]> 
menulis:
   

 Penghuni Palanta RN yth,
Berikut tulisan saya di Harian Kontan beberapa waktu lalu. Sayang, ambo ndak 
basuo versi cetaknyo.
Masih ada unsur Minangkabau-nyo. Semoga bermanfaat
salamDonard35
UMKMdan Kesempatan di Masa Sulit  TulisanProfesor Elfindri yang berjudul 
“Tantangan Lahirkan Wirausaha Lokal” di harianini kembali mengingatkan kita 
semua betapa besarnya harapan banyak orang agarusaha kecil bisa naik kelas. 
Lebih lanjut, dalam tulisan tersebut, usaha mikro,kecil, dan menengah (UMKM) 
disebutkan justru harus mampu mengambilkesempatan-kesempatan bisnis di masa 
sulit ini. Mungkinkah harapan ini terjadi?Lebih tajam lagi, apa sebenarnya yang 
membuat UMKM kesulitan bertransformasi menujuwirausahawan?IlustrasiGo-Jek (dan 
sejenisnya) versus ojek pangkalan  saya pikir bisa menggambarkan situasi 
umumusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia saat ini. Apa yang 
palingmembedakan Go-Jek dan ojek pangkalan? Salah satunya adalah Go-Jek dan 
yangsejenisnya adalah entitas bisnis yang jelas. Mereka adalah organisasi 
bisnisyang dicirikan oleh  adanya identitasperusahaan, terkoordinir, dan lebih 
penting lagi mereka terhubung. Pointerakhir inilah kata kuncinya, Go-Jek dan 
sejenisnya terhubung satu sama laindan terhubung pula dengan konsumen. 
Sementara, ojek pangkalan selama inikebanyakan hanya fokus pada daerah tempat 
mereka mangkal. Kalaupun merekaterhubung bahkan secara emosional dengan 
beberapa konsumen, itu lebih merupakankonsekuensi dari kenyataan bahwa pengojek 
ini merupakan bagian dari masyarakatlokal.Kitakini harus mafhum bahwa konsumen 
terutama di perkotaan telah berubah. Merekamembutuhkan layanan alternatif 
transportasi yang bisa diandalkan, dan tentunya yangbisa memberikan rasa aman. 
Untuk semua itu, konsumen bersedia membayar lebih. Tambahanlagi, di kota, orang 
lebih banya terhubung dengan orang lain melalui jaringaninternet. Hubungan 
mereka dengan masyarakat lokal juga tidak seintens merekayang tinggal di 
pinggiran kota. Disinilah konsep wirausaha lokal yangdisebut-sebut Profesor 
Elfindri perlu diperjelas lagi karena wirausaha saat inimenghendaki 
keterhubungan yang melintas batas-batas geografis.            Riset saya yang 
melibatkan lebihdari 400 UMKM mengonfirmasi bahwa isu jaringan bisnis adalah 
masalah utamadalam pengimplementasian inovasi bisnis UMKM. Padahal, inovasi 
adalah penandautama karakter kewirausahaan. UMKM, misalnya, tidak memiliki 
akses kepusat-pusat inovasi seperti universitas-universitas yang sebenarnya 
melakukanriset-riset yang relevan dengan pengembangan UMKM. Alasan 
utamaketidakterhubungan itu adalah konsekuensinya. Sekali terhubung, UMKM 
harusmengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memastikan agar mereka tidak 
keluardari situ. Jika berhubungan dengan pihak eksternal seperti pemerintah, 
merekaharus siap untuk dipajaki; jika berhubungan dengan universitas mereka 
harussiap untuk membiayai ide-ide baru.  Masa SulitLagi,bagaimana dengan 
situasi sekarang dimana terjadi tekanan eksternal yang cukupkuat melemahkan 
perekonomian. Presiden Joko Widodo sudah menyebut banyak hal terkaitfaktor 
eksternal ini. Rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika, misalnya, 
disebuttidak lepas dari konstelasi politik dan ekonomi internasional yang 
melibatkanAmerika Serikat dan Tiongkok sebagai pemain utamanya. Bagaimana UMKM 
menyikapisituasi yang di luar kontrol mereka ini? Mungkinkah UMKM Apakah 
tindakanpengusaha tempe yang memilih mengurangi ukuran tempe daripada menaikkan 
hargaadalah tipikal respon yang realistis dari UMKM? Jika begitu, kita mungkin 
akansulit berharap usaha mikro dan kecil bertransformasi menjadi wirausahawan 
yangmemiliki karakteristik yang berbeda. Krisisdalam Bahasa Tionghoa juga 
mengandung kesempatan. Artinya, situasi sulit bagiUMKM ini bisa jadi menawarkan 
kesempatan-kesempatan. Masa sulit ini bisa jugamerupakan momentum  untuk 
memperbaikidiri sekaligus upaya meningkatkan inovasi bisnis. Apalagi, temuan 
riset sayamengonfirmasi bahwa UMKM kita umumnya sudah tahan banting dan telah 
memilikipola pikir tertentu terkait faktor eksternal. Mereka telah menyadari 
sedariawal bahwa kondisi eksternal, iklim usaha dan inovasi di Indonesia, 
memang padadasarnya belum bisa diharapkan untuk mendukung kinerja mereka. 
Dengan demikian,faktor eksternal bahkan di masa sulit sekalipun, tidak sangat 
mengejutkan bagipelaku UMKM.Adabeberapa langkah yang bisa dilakukan pelaku UMKM 
jika melihat adanya kesempatandalam situasi sulit ini. Pertama, saat ini bisa 
jadi merupakan waktu yang tepatbagi pelaku UMKM untuk proaktif menghubungkan 
dirinya dengan pihak eksternal.Daripada menjadi korban dari situasi eksternal, 
ada baiknya UMKM mulai beranimembuka diri meskipun itu berarti risiko yang 
lebih tinggi. Sudah saatnya UMKMmulai berinvestasi daripada sekadar mengejar 
keuntungan jangka sangat pendek semata.Begitu banyak hasil 
penelitian-penelitian dari dunia kampus yang bisaditerapkan oleh UMKM. Dengan 
sedikit kejelian dan kemauan untuk membuka diriterhadap bantuan eksternal, 
pelaku UMKM bisa berinvestasui dan memanfaatkan idedan inovasi bisnis  dengan 
biaya yangrelatif murah. Kedua,untuk UMKM yang berpotensi untuk bisa swadaya 
dalam artian bisa mencukupikebutuhan diri mereka sendiri berbasis sumber daya 
yang mereka miliki. Salahsatu usaha kecil bidang olahan makanan di Pariaman 
yang saya teliti secarasadar memanfaatkan sumber daya ikan darat dan laut di 
sekeliling mereka. Selainitu, mereka juga memanfaatkan sumber daya manusia, 
ibu-ibu yang tinggal di sekitarlokasi, untuk menjadi bagian dari usaha 
tersebut. Usaha berbasis potensi daerahdan dukugan masyarakat lokal bukan hanya 
akan meningkatkan perekonomian lokal,tetapi juga akan meningkatkan kepercayaan 
diri usaha mikro kecil bahwa merekabisa naik kelas dan bertranformasi menjadi 
institusi bisnis yang inovatif.Dimasa lalu, di masa-masa sulit dan bahkan 
krisis, UMKM mampu bertahan. Namun,bertahan terus-terusan saja mungkin tidak 
cukup untuk mendekati levelwirausahawan. Paling tidak, di saat pasar berubah, 
bukankah UMKM juga harus ikutberubah bahkan meski di masa sulit sekalipun? 
DonardG, Kandidat doktor dari The University of Western Australia Business 
School-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke