DIM DAN WILAYAH BUDAYASERTA WILAYAH ADMINISTRATIF PEMERINTAHAN Mochtar Naim25 Okt 2015 | W |
ILAYAH budaya Minangkabau tidakhanya mencakup daerah Sumatera Barat tetapi menyebar ke manapun di Sumatera danNusantara, sampai ke Malaysia, khususnya Negeri Sembilan. Malah sekarangpun adakoloni orang Minang di Sydney, Australia, sedang dahulu sampai ke Brunei danSulu dan Zamboaga di Filipina serta Madagaskar di Afrika. Ini semua adalahakibat dari kebiasaan merantau orang Minang yang sudah ada sejak masa silamyang panjang ke belakang. Apakah lalu DIM yang kita idamkan itu juga mencakupkeseluruhan wilayah budaya Minang yang menebar sampai ke mana-mana itu? Tentu saja tidak! Sama tidak mungkinnya dengan wilayahbudaya sebuah negara Islam, Kristen, Hindu, Budha, yang wilayahadministratifnya seluas wilayah budaya agama-agama itu yang bisa menduniasifatnya. Wilayah budaya DIM adalah sama dengan wilayahadministratif pemerintahan Provinsi Sumatera Barat yang ada sekarang. Wilayahbudaya Minangkabau yang ada di provinsi-provinsi tetangga, termasuk Riau,Jambi, Bengkulu, Aceh Barat, Sumatera Utara, lalu Negeri Sembilan di Malaysia, dsb,masuk ke dalam wilayah administratif pemerintahan provinsi atau negara bagian masing-masingitu. Bagaimana dengan kepulauan Mentawai yang penduduk aslinyabanyak yang tidak beragama Islam, tetapi masih animis atau beragama Kristen.Sewajarnya Mentawai tetap masuk ke dalam wilayah administratif DIM dengan mengingatfaktor jarak dan kawasan pembangunannya serta filosofi dari DIM sendiri yangtidak ada niat mau mengusir siapapun yang tidak beragama Islam. Di DIM itu,sebagaimana halnya dengan Prov Sumbar sekarang, berbagai etnik dan kelompokagama bisa ada di dalamnya tanpa mereka diusik. Mereka bahkan harus dilindungidan diperlakukan sama dengan penduduk ytang beragama Islam. Keberadaan suku Mentawai dan suku-suku dan etnik lainnyadengan bermacam ragam agama dan budayanya wajib dilindungi sebagaimana yangdiajarkan oleh Islam sendiri. Itulah yang DIM itu. Karenanya tidak ada alasan untuk menolak DIM karena adafaktor Mentawai dan etnik serta kelompok-kelompok agama lain-lainnya. Mari dengan DIM kita bangun dan selamatkan tanah leluhuryang kita cintai dan sayangi ini. Semoga Allah swt meridhai dan membukakan jalan untuk itu, amin! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
