RAPBN 2016 ; 
KETIKA NEGARA DIURUS OLEH PEDAGANG,  MAKELAR DAN CALO, MAKA APBN MIRIP 
PERJANJIAN KONTRAK
 
Oleh : Salamuddin Daeng (AEPI – Jakarta)
 
Beginilah nasib negara ketika diurus oleh para pengusaha yang berlatar belakang 
pedagang, calo dan makelar proyek, negara diubah fungsinya menjadi pelayan 
pengusaha untuk mengeruk uang rakyat dan pemerintahnya diubah fungsinya menjadi 
notaris untuk mensyahkan perjanjian bisnis antara negara dengan pebisnis.
 
Sehingga logika yang dibangun dalam RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA 
NEGARA (RAPBN) 2016 bukan cara berfikir para pengurus negara, namun cara 
berfikir para kontraktor proyek pemerintah yang memanfaatkan kekuasaan untuk 
mendapatkan proyek.
 
RAPBN 2016 yang seharusnya merancang agenda dan program strategis negara dalam 
rangka pertumbuhan, stabilitas dan pemerataan ekonomi, malah merancang lapak 
lapak proyek untuk dibagi bagikan.
 
Jika mambaca draft RAPBN 2016 yang diajukan oleh pemerintah sebagian besar 
berisikan daftar mega proyek seperti listrik 35 ribu megawatt, kereta cepat 
Jakarta Bandung, mega proyek tol, pelabuhan dan bandara dan lain sebagainya. 
Nantinya proyek proyek tersebut akan dibagi bagikan pengerjaan dan selanjutnya 
penguasaanya oleh para penguasaha di sekeliling pemerintah. Selanjutnya para 
pengusaha menggunakan legitimasi negara untuk menjual proyek proyek itu ke 
asing baik untuk mendapatkan utang maupun modal asing.
 
Bahkan di dalam RAPBN 2016 ini negara memberikan menjamin penuh untuk 
memastikan agar proyek tersebut tetap untung. RAPBN 2016 juga menjamin proyek 
tersebut atas segala bentuk resiko yang timbul. Bahkan  jika terjadi sesuatu 
dengan proyek tersebut maka negara akan mengganti seluruh kerugian kepada 
investor.
 
Pertanyaanya darimana negara mendapatkan uang untuk menanggung semua itu? RAPBN 
2016 merancang kenaikan pajak dan cukai berlipat ganda. Selain itu RAPBN  2016 
juga merancang kenaikan utang pemerintah baik melalui penerbitan Surat Utang 
Negara dan pinjaman langsung luar negeri. Tahun 2016 nanti target utang naik 
berlipat ganda, dan kenaikan tersebut belum pernah terjadi dalam masa 
sebelumnya.
 
Akhirnya para pedagang, calo dan makelar proyek di sekeliling penguasa berhasi 
mengubah Belanja Negara menjadi BELANJA PRIBADI, dan mengubah strategi 
bernegara menjadi PERJANJIAN KONTRAK antara pemerintah dengan para pedagang, 
calo dan makelar proyek. RAPBN 2016 adalah RAPBN yang paling detail dan rinci 
menguraikan tehnis pelaksanaan mega proyek bancakan penguasa..


Copas MHT



AnwarDjambak
Alam Takambang Jadikan Guru
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke