Bicara soal hutang, berita ini perlu dibaca. Rasio hutang Indonesia pada
akhir 2014 masih belum mengkuatirkan. Bandingkan dengan 7 negara besar ini.
Namun, bukan berarti Indonesia merasa aman aman saja. Perlu tekanan pakar
ekonomi, akademisi dan politisi di Senayan untuk mengingatkan pemerintah
untuk tidak gegabah mengambil keputusan berutang.

Senin, 13/07/2015 10:09 WIB

*Ini Dia 7 Negara dengan Rasio Utang Besar*

*Wahyu Daniel* - detikFinance

*Jakarta *- Setiap individu memiliki batas untuk berutang. Utang harus
disesuaikan dengan kemampuan individu untuk membayar, sehingga tidak
bangkrut.

Kita bisa melihat, bagaimana utang besar bisa merusak perekonomian negara
di Eropa pasca krisis 2008 lalu.

Kemampuan pembayaraan utang suatu negara, biasanya dilihat dari rasio
jumlah utang pemerintah dibandingkan dengan pendapatan domestik bruto
(PDB). Selain untuk membiayai proyek, utang juga biasanya ditarik
pemerintah suatu negara untuk menstimulasi perekonomiannya, saat kelesuan
melanda.

Bila ditarik dengan kondisi saat ini, Yunani jadi negara yang terlilit
utang dan tidak bisa membayarnya, sehingga bisa dikatakan negara ini
berstatus bangkrut. Utang selama ini digunakan Yunani untuk hal yang
bersifat konsumtif, seperti membayar uang pensiun yang besar, dan membiayai
anggaran kurang penting seperti pertahanan. Jumlah utang Yunani sudah
melebihi PDB-nya.

Untuk Indonesia, rasio utang pemerintah hingga akhir 2014 mencapai 25,9%
dari PDB. Hingga Mei 2015, total utang pemerintah pusat tercatat Rp
2.843,25 triliun. Naik Rp 62,28 triliun dibandingkan posisi bulan
sebelumnya, yaitu Rp 2.780,97 triliun.

Dilansir dari *Forbes*, Senin (13/7/2015), di dunia ini ada 7 negara dengan
rasio utang terhadap PDB yang di atas 100%. Itu berarti, jumlah utangnya
sudah melebihi nilai perekonomiannya. Namun dari 7 negara ini, hanya satu
negara yang saat ini berstatus bangkrut, yaitu Yunani. Berikut daftarnya
berdasarkan data 2014:

Jepang, dengan rasio utang 227,2%. Dari rasio di 2014 165,5$ Yunani, dengan
rasio utang 175,1%. Dari rasio di 2014 98,6% Italia, dengan rasio utang
132,6%. Dari rasio di 2014 103,9% Portugal, dengan rasio utang 129%. Dari
rasio di 2014 57,6% Singapura, dengan rasio utang 105,5%. Dari rasio di
2014 98% Amerika Serikat (AS), dengan rasio utang 101,5%. Dari rasio di
2014 62,7% Belgia, dengan rasio utang 101,5%. Dari rasio di 2014 94,2%.
Apakah utang ini akan menjadi bom waktu? Hanya waktu yang akan
mengatakannya.

*(dnl/ang)*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke