Bisa iyo, bisa indak, pengamatan Ajo Duta tentang "akar" sebagai basis.

Masak dalam pandangan Ajo Duta, Rhoma Irama indak punyo basis?
Mudah-mudahan lai taringek jo studi William H. Frederick (1982) atau nan
tabaru dari Andrew Weintraub dari kajian akademis.

Atau yang lebih mudah dari pre-pilpres tahun lalu ketika RI secara
signifikan mendongkrak suara satu partai nan "pura-pura" meminangnya
sebagai capres, tapi kemudian mencampakkannya setelah suara diperoleh.

Wassalam,

ANB



Pada 20 Oktober 2015 19.44, ajo duta <[email protected]> menulis:

> Alaikumsalam nakan Akmal,
>
> Bukankah partai itu sebuah organisasi bersama? Nah partai2 di Indonesia,
> masih bagaimana
> ketua umum, termasuk Partai Idaman ini. Karenanya partai2 di Indonesia tak
> lebih dari sebuah perseroan terbatas​ dengan pemegang saham 100% adalah
> pemilik uang yang menjadi ketua umum.
>
> Partai itu harusnya punya akar sebagai basis. Kalau tidak, dia akan hilang
> ditelan sejarah. Ambo melihat hanya satu partai yang punya akar, yaitu
> kelompok Tarbiyah kampus, kemudian menjelma menjadi partai bernama PK dan
> bertukar menjadi PKS. Ambo bukan anggota ataupun kader PKS. Tapi ambo
> mengamati, bahwa partaiko cukup mempraktekkan asas musyawarah. Namun tak
> dipungkiri, kekuasaan juga menjadi musibah bagi sebagian kader partai
> dakwah ini.
>
> Jadi, langkah Akmal masuk partai, ajo caliak justru akan membelenggu
> langkah dakwah Akmal, yang terlihat sudah mulai dirintis.
>
> Selamat mencoba, semoga niatnya tulus.
>
>
>
> Wassalaamu'alaikum WW
>
> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
> Jakarta - Sterling, Virginia USA
> ------------------------------------------------------------
>
> 2015-10-20 3:10 GMT-04:00 Afda Rizki <[email protected]>:
>
>> Uda Akmal,
>>
>> Selamat sudah memutuskan bergabung ke Parpol. Dibutuhkan urang pandai
>> sarupo Uda Akmal untuk menjadikan Partai semakin bermanfaat bagi rakyat
>> badarai.
>>
>> Salam hangat,
>>
>> Afda Rizki (Lk,37)
>> Basrah
>>
>> **********
>>
>>
>> Pada Sabtu, 17 Oktober 2015 07.32.00 UTC+3, Akmal Nasery Basral menulis:
>>>
>>> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>>> Tuo-tuo Rantaunet n.a.h.
>>> Juga uda, uni, adiak n.a.s. karena Allah.
>>>
>>> Jalan hidup kadang mengantarkan kita pada (banyak) peristiwa tak
>>> terduga.
>>> Atau lebih tepatnya, tidak kita rencanakan sebelumnya. Kita semua pernah
>>> merasakan hal ini, dalam berbagai bentuk. Untuk ambo, contohnya adalah
>>> kejadian berikut.
>>>
>>> Beberapa bulan lalu (usai Idul Fitri), Sekjen Partai Idaman Ramdansyah
>>> Bakir (mantan Ketua Panwaslu DKI) mengontak ambo, menanyakan apakah ambo
>>> mau ngobrol-ngobrol dan memberikan masukan tentang kebudayaan, kepada Rhoma
>>> Irama (RI), Ketum Idaman. Bukan paparan yang ilmiah dan akademis, hanya
>>> sekadar obrolan biasa.
>>>
>>> Karena topiknya menarik minat ambo, dan sebagai bentuk implementasi
>>> silaturahim sesama muslim, ambo jawab mau. Apalagi ambo belum pernah
>>> berbicara dengan RI sebelumnya, meski aktif di majalah berita sekitar 16
>>> tahun. Tak sekali pun pernah berbincang dan bertatap muka.
>>>
>>> Maka beberapa hari kemudian diadakan pertemuan di rumah RI, menjelang
>>> shalat Jumat.  RI menjelaskan visi misi Partai Idaman, ambo
>>> mendengarkan. Inti paparan RI: ingin mewujudkan bentuk Islam yang rahmatan
>>> lil alamin di Indonesia, dan membangun Indonesia yang Pancasilais.
>>>
>>> Ketika ambo diminta berkomentar, ambo bicara mengalir saja, dengan inti
>>> pendapat dua pula yakni:
>>>
>>> (1). Alhamdulillah jika bentuk akhlakul karimah yang ingin dimunculkan
>>> Partai Idaman di Indonesia. Tetapi jangan dilupakan konteks, bahwa
>>> Indonesia yang dimaksud adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
>>> seperti telah diperjuangkan para Bapak Bangsa, termasuk antara lain Bung
>>> Hatta, Haji Agus Salim, Pak Natsir, Buya Hamka, dll.
>>>
>>> (2) Tentang kebudayaan secara umum, dan kesenian sebagai ekspresi khusus
>>> kebudayaan, tentu sangat baik jika banyak kesenian Islam yang muncul dan
>>> bisa menjadi kegemaran masyarakat. Tetapi jangan dilupakan konteks bahwa
>>> Indonesia adalah masyarakat majemuk, heterogen, maka bentuk-bentuk ekspresi
>>> kebudayaan masyarakat non-muslim pun perlu dihargai dan dirangkul, dengan
>>> catatan sepanjang tidak mencederai nilai-nilai ketuhanan dan merendahkan
>>> harkat martabat manusia.
>>>
>>> Reaksi RI mendengar ucapan ambo adalah tersenyum tipis dan sesekali
>>> mengangguk-anggukan kepala. Saat itu ambo tidak tahu apakah RI melakukan
>>> gestur tersebut sebagai bentuk keramahtamahan seorang tuan rumah terhadap
>>> tamu, atau memang RI setuju dengan pendapat ambo.
>>>
>>> Tersebab sudah menjelang shalat Jumat, maka obrolan santai sekitar 40-45
>>> menit itu pun usai. Dan tidak dilanjutkan setelah shalat Jumat karena RI
>>> harus terbang ke luar kota.
>>>
>>> Sekitar dua pekan kemudian, Sekjen Ramdansyah kembali menghubungi ambo
>>> menyatakan bahwa RI "sreg" dengan pendapat ambo dan menanyakan apakah ambo
>>> bersedia membantu sebagai Wakil Ketua Umum Partai Idaman Bidang
>>> Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (total ada 5 Waketum seperti pada
>>> screen shot artikel Republika terlampir).
>>>
>>> Waduh! Ambo benar-benar tak menyangka perkembangannya ke sana. Jadi ambo
>>> mencoba berkelit dengan sopan dengan mengatakan bahwa tentu masih banyak
>>> orang lain yang punya kapasitas dan kapabilitas lebih tinggi dari ambo
>>> untuk tema itu.
>>>
>>> Jawaban Ramdan di ujung telpon, "Memang ada banyak orang yang ingin
>>> masuk DPP, tapi semua nama person di semua pos diputuskan Bang Haji, dan
>>> untuk Waketum Budaya beliau hanya sreg dengan Uda Akmal karena Uda sudah
>>> punya konsepnya. Bang Haji setuju sekali dengan apa yang Uda Akmal
>>> sampaikan."
>>>
>>> Ma syaa Allah.
>>>
>>> Ambo pikir tadinya itu hanya perbincangan biasa yang digunakan RI
>>> sebagai brainstorming untuk mendapatkan ide-ide (segar) dalam menjalankan
>>> Partai Idaman kelak. Tentu RI sudah berbincang dengan banyak orang, dari
>>> berbagai bidang dan profesi, selain ambo.
>>>
>>> Ambo minta waktu berpikir (sambil berdiskusi dengan anak istri, terutama
>>> menyangkut kondisi kehidupan kami yang saat ini juga tak bisa dibilang
>>> mapan, melainkan pas-pasan. Belum lagi menyangkut satu urusan domestik yang
>>> sedang keluarga ambo hadapi dan agak krusial). Tak lupa sebagai muslim,
>>> ambo pun minta petunjuk Allah Azza wa Jalla tindakan apa yang seharusnya
>>> ambo ambil atas tawaran seperti itu.
>>>
>>> Uniknya semakin ambo mencoba menolak tawaran itu dengan meningkatkan
>>> justifikasi rasional bahwa dunia politik sekarang adalah dunia yang
>>> membutuhkan banyak "logistik", justru semakin sering ambo mendapat
>>> bayangan/visualisasi kehidupan Haji Agus Salim sang politikus besar yang
>>> rumah pun hampir selalu mengontrak. Terbayang pula kehidupan Sang
>>> Proklamator Bung Hatta, Bapak Bangsa, yang sampai akhir hayatnya pun sepatu
>>> Bally yang diinginkannya tetap tak terbeli. Muncul lagi gambaran-gambaran
>>> imajinatif tentan Pak Natsir, Pak Sjafruddin Prawiranegara, Buya Hamka,
>>> dll, ketika mereka menjadikan politik sebagai sarana dakwah untuk
>>> mendekatkan diri kepada Ilahi, bukan sarana memperkaya diri.
>>>
>>> Teringat pula (salah satu) kuliah Prof. A. Rahman Zainuddin di FISIP UI,
>>> salah seorang dosen ambo dulu bahwa "moralitas itu sesungguhnya sesuatu
>>> yang melekat (embedded) pada diri politikus. Politikus yang tak bermoral
>>> sesungguhnya tak pantas disebut politikus, selain penghamba kekuasaan."
>>>
>>> Waktu terus berjalan. Ambo "buying time" dengan tak segera menjawab,
>>> berharap RI sudah menemukan calon Waketum lain yang lebih cocok.
>>>
>>> Lalu datanglah hari ketika Ramdan kembali menelpon bagaimana jawaban
>>> ambo terhadap permintaan Bang Haji? Beliau masih menginginkan ambo membantu
>>> DARI DALAM Partai Idaman. Bukan dari luar. Susunan Pengurus yang definitif
>>> akan segera ditentukan karena jadwal Deklarasi Nasional (1 Muharram)
>>> semakin mendekat.
>>>
>>> Sebetulnya ini bukan pertama kalinya aku menolak tawaran bergabung di
>>> parpol. Tahun 2009 ambo pernah pula mendapat tawaran bergabung di sebuah
>>> parpol besar, juga di Departemen Budaya DPP. Tapi saat itu ambo masih bisa
>>> bilang, "Thanks, but no thanks."
>>>
>>> Saat ini, meski sisi rasional benak ambo terus menerus menyarankan agar
>>> ambo menampik dengan sopan tawaran RI, tetapi sisi emosional dan spiritual
>>> ambo berkata lain dibanding tahun 2009.
>>>
>>> Saat ini ambo teringat bahwa RI pernah juga menjadi korban penzaliman
>>> Soeharto ketika di tahun 1977-1982 beliau dilarang tampil di TVRI tersebab
>>> keaktifannya sebagai juru kampanye PPP. Larangan itu baru diangkat tahun
>>> 1988.
>>>
>>> Belakangan ini, RI sering juga dijadikan "kuda tunggangan" oleh
>>> pihak-pihak lain, seperti tersaji gamblang dalam Pilpres tahun lalu.
>>> Dimanfaatkan.
>>>
>>> Belum lagi visinya untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil 'alamin dan
>>> sifat terbuka Partai Idaman (yang meski berbasis nilai-nilai Islam, namun
>>> tetap partai terbuka bagi non-muslim), adalah kredit yang patut
>>> diapresiasi.
>>>
>>> Akhirnya dengan mempertimbangkan seluruh faktor yang prosesnya tak mudah
>>> itu, berkonsultasi dengan keluarga, dan terus mengharapkan bimbingan Allah
>>> Azza wa Jalla, akhirnya ambo menyatakan menerima kepercayaan RI yang
>>> merupakan bentuk trust luar biasa besar atas kiprah ambo yang tidak ada
>>> apa-apanya dalam kancah dunia politik nasional selama ini.
>>>
>>> Bismillahirrahmanirrahim.
>>>
>>> Maka sejak 1 Muharram 1437 (14 Oktober 2015) ambo dengan resmi menempuh
>>> (semoga) jalan dakwah baru dengan berkiprah langsung di dunia politik tanah
>>> air, setelah mengucapkan Sumpah dan Janji Pengurus Inti Partai Idaman di
>>> Tugu Proklamasi, dalam acara yang dihadiri 2000-an orang, baik sipil
>>> (non-partai) maupun wakil-wakil parpol yang hadir hampir dari seluruh
>>> parpol sekarang.
>>>
>>> Ambo sangat paham bahwa dunia politik Indonesia saat ini adalah dunia
>>> yang penuh fitnah, kejam, penuh tikungan berliku, di mana setiap senyuman
>>> yang terlihat belum tentu berisi kehangatan persaudaraan, malah bisa
>>> sebaliknya.
>>>
>>> Karena itulah dengan penuh kerendahan hati, ambo berharap agar seluruh
>>> Dunsanak RantauNet yang ambo hormati, untuk tetap berkenan membimbing,
>>> memberi masukan, sampai mengkritik jika diperlukan, sekiranya ada
>>> tanda-tanda langkah yang akan ambo lakukan melenceng dan keluar jalur di
>>> masa depan. Semoga itu tidak akan terjadi.
>>>
>>> Ini pilihan berat, salah satu terberat dalam hidup ambo. Tetapi ikhtiar
>>> untuk memperbaiki masyarakat, memperbaiki bangsa, harus tetap kita lakukan
>>> di mana pun kita berada.  Dan saat ini, kebetulan satu pintu politik
>>> sedang terbuka di hadapan ambo.
>>>
>>> Mohon maaf lahir batin jika ada Dunsanak RN yang kurang berkenan membaca
>>> posting ini. Sama sekali tidak ambo niatkan untuk promosi partai/kampanye,
>>> melainkan semata-mata karena ambo merasa sebagai bagian integral dari
>>> keluarga besar RantauNet.
>>>
>>> Wallahul muwaffiq ilaa aqwaamith thariq.
>>> Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang lurus.
>>>
>>> Hamba Allah yang dhaif,
>>>
>>> Akmal Nasery Basral
>>> 47, Cibubur.
>>>
>>> Terlampir cuplikan berita *Republika*, Kamis 15 Oktober 2015.
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke