GELORAKAN NAGARI DENGAN KSN(KOPERASI SYARIAH NAGARI)BAGI PEMBANGUNAN DIM KE 
MASA DEPAN Mochtar Naim8 Des 2015 

 
|

 
|  
  |

 SEJAK PRRI kemari, sudah lebihsetengah abad, Nagari meluncur turun terus. Dia 
disamakan dengan Desa di Jawa.Pada hal dia bukan Desa. Desa fungsinya hanya 
administratif semata, sebagaiujung tombak dari pemerintahan yang di atasnya. 
Sementara Nagari adalah Negaradalam bentukan mini. Para ahli antropologi dari 
Barat menamakan  Nagari bagaikan ‘petites republiques’ – republik-republik 
kecil. Di Nagari itu adasistem pemerintahan yang lengkap. Ada eksekutif, 
legislatif dan yudikatifnya –sama seperti Negara. Juga ada “parik paganagari” 
nya --polisi dan tentara yang dimainkan oleh manti dan dubalang sertapemudanya. 
 Bahkan ada “bundo kanduang”nya di mana wanita ditempatkandan diperlakukan 
dalam kedudukan yang mulia dan lebih terhormat dari laki-laki yangsistem 
sosialnyapun adalah matrilineal, bukan patrilineal. Belum pula secarasosial ada 
sistem kepemimpinan “tungku nantigo sajarangan, tali nan tigo sapilin,” yaitu 
ninik mamak sebagai pengetuaadat, alim ulama sebagai pemimpin agama dan cerdik 
pandai sebagai pengarah danpengayom di bidang sosial dan budaya. Lengkap sudah 
ibarat sebuah “negara” yangdemokratis-egaliter dan lengkap dengan instrumen 
pengelolaannya.            Tapi aneh, setelah kita merdeka, yang pentolan 
Minangnyadi tingkat nasional nyaris mendominasi pergerakan kemerdekaan, dan 
SumateraBarat dengan budaya Minangkabaunya menjadi bahagian yang integral dari 
NKRI, Nagarimenciut peranannya. Kekuasaan pemerintahan lalu dinaikkan ke atas, 
keKabupaten/Kota dan Provinsi, dan Pusat, dan Nagari tinggal sebagai 
ujungtombak, sama dengan Desa di Jawa.            Akibatnya rakyat di Nagari 
juga ikut mengerdil danperanannya juga ikut mengecil. Rakyat tidak lagi jadi 
subyek tapi jadi obyek.Semua-semua ditentukan untuk mereka dan mereka tidak 
lagi menentukan dirisendiri. Dan ini berjalan terus sampai tidak ada lagi yang 
bisa mereka lakukandan kendalikan sendiri. Mereka telah jadi obyek dari negara 
bukan lagi jadisubyek untuk dirinya sendiri dan Nagarinya.            Itu yang 
kita hadapi sekarang dengan Nagari diMinangkabau. Karena Nagari itu memiliki 
kekhasan adat dan sosial-budaya,sementara UUD1945 Pasal 18 B memberi peluang 
kepada daerah-daerah yang memilikikekhasan dan keistimewaan seperti Nagari yang 
bagaikan republik-republik kecilitu, kita secara sadar sekarang ini 
memperjuangkan tegaknya DIM – DaerahIstimewa Minangkabau – pengganti daerah 
Provinsi Sumatera Barat yang adasekarang. Apalagi yang khas dan istimewa itu 
bukan hanya sistem Nagari itusaja, tetapi juga filosofi dasarnya yang terpateri 
ke dalam paradigma “ABS-SBK”(Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi 
Kitabullah),” Syarak Mengata, AdatMemakai, Alam Terkembang Jadikan Guru.        
    Mari, Saudara-saudara, dengan DIM kita bangkitkan kembalibatang terendam 
itu. Kita hidup dan gelorakan kembali Nagari kita denganmembangunnya kembali 
sebagai kampung-halaman yang kita cintai dan banggakan. Marikita pilih Wali 
Nagari dan para anggota dari DPR Nagari, dari tokoh-tokohpemimpin yang kuat dan 
berbakat, yang sepenuhnya memberikan perhatian pada pembangunanNagari dan mau 
bertungkus-lumus untuk itu. Mari kita bangun ekonomi Nagaridengan membangun 
BUMNagari (Badan Usaha Milik Nagari) yang dasarnya adalah KSN(Koperasi Syariah 
Nagari). Kita manfaatkan hasil pemikiran dari mamak kita,Mohd Hatta, untuk 
membangun ekonomi Nagari dengan sistem koperasi yang telahdigumulinya sejak 
muda, dengan bersekolah ke Eropah, tempat ide koperasi itulahir, yang kita 
sekarang perkuat dengan semangat keislaman yang berjiwakansyariah: Koperasi 
Syariah Nagari.            Mari seluruh potensi yang ada di Nagari kita 
gelorakandan kelolakan, sehingga tak ada yang tak berguna. Allah swt 
kebetulanmemberkati kita dengan potensi alam yang luar biasa, dengan 
gunung-gunung dandataran tinggi yang indah dan terbentang luas di sepanjang 
perbukitan Barisan  dari Utara ke Selatan; dengan pantai danlautnya di sebelah 
Barat yang juga memanjang di sepanjang Bukit Barisan itu.             Mari kita 
pergunakan akal dan otak sehat kita untuk membangunsemuanya itu, dengan 
memanfaatkan sekolah-sekolah dan universitas-universitas yangkita bangun dan 
kita miliki. Sayang, memang, selama ini kita mengeluarkan dana yangluar biasa 
besarnya mensekolahkan anak-anak kita dari TK sampai ke SD, SMP, SMAdan PT, 
tetapi yang hasil bersihnya bukan kita yang menikmatinya, tapi tuh 
parakonglomerat dan kapitalis nasional dan multinasional yang menguasai 
ekonomikita, di darat, laut dan udara, tanpa modal sesen pun dari mereka dalam 
kegiatanpendidikan itu.            Mari ke depan, dalam mendisain dan merancang 
ekonomikerakyatan yang berbasis Nagari itu kita manfaatkan seoptimal mungkin 
otak danpikiran para sarjana yang kita hasilkan itu, yang dari hasil pemikiran 
merekaitu kita membangun ekonomi kerakyatan  berbasisNagari dengan sistem KSN 
itu. Mari dengan berbagai cara kita hasung merekauntuk menyiapkan berbagai 
macam rancangan road-mapyang menunjukkan kepada rakyat bagaimana membangun 
masing-masingnya dansemua itu. Tentu saja potensi dan kemauan yang ada dari 
para pejabat kitasendiri di berbagai  bidang kegiatan itu kitamanfaatkan pula 
untuk tujuan yang sama itu. Gambaran yang bersifat makro 
secaraberKabupaten/Kota dan Provinsi sudah harus didisain dan dimulai dari 
sekarang,sehingga kita sudah mendapat gambaran bagaimanapolanya secara 
makromenyeluruh itu sehingga kita di Nagari dapat pula menyesuaikannya dengan 
pola makroitu.             Mari, kita perkukuh kemauan dan kesediaan kita 
dalammembangun Nagari dengan ide mamak kita, Mohd Hatta, yang kita perkaya 
dengan rohdan semangat keislaman yang kita anut dan junjung tinggi itu. Semoga 
pemerintahanbaru Provinsi dan Kabupaten/Kota yad cepat tanggap dan cepat pula 
seiramadengan semua kita dalam membangun Nagari yang kita cintai dan banggakan 
itu. Semoga Allahswt memberkati, amin. ***

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke