DARI ABS-SBK KITA CIPTAKANLEMBAGA KERAPATAN ADAT DAN SYARAK SERTA BUDAYA 
MINANGKABAU (LKASBM) Mochtar Naim15 Des 2015 

 
|

 
|  
  |

 KITA di Minangkabau selama initelah punya filosofi hidup bersama yang kita 
namakan dengan ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak BasandiKitabullah). Dan 
dengan itu kita kaitkan pula dengan sistem kepemimpinan TTS(Tungku nan Tigo 
Sajarangan, Tali nanTigo Sapilin) yang basisnya terdiri dari Ninik mamak 
(adat), Alim ulama(syarak) dan Cerdik pandai (sosial-budaya).Belakangan untuk 
melengkapi dengan perkembangan demokrasi-egaliter sekarang, kitatambahkan pula 
dengan Bundo Kanduang dan Pemuda parik-paga nagarinya.            Adatbersendi 
syarak menunjukkan bahwa budaya adat berada di bawah lindungan syarak.Adat 
dipakai sejauh dan selama tidak tertentangan dengan syarak, dan yang 
syaraksendiri dasarnya adalah Kitabullah al Qur’anul Karim. Orang Minang karena 
itudasarnya adalah Islam. Mereka yang keluar dari Islam sendirinya tidak 
lagimuslim dan berhenti bersuku ke Minangkabau.            Dengandemikian ada 
hubungan yang terintegrasi antara adat dan syarak itu. Berbedadengan di Jawa di 
mana adat dan agama, dan semua agama-agama apapun yang dianut,diperlakukan 
sebagai sama (Jw: Sadoyoagami sami kemawon = Semua agama sama saja). Adat itu 
sendiri di Jawa jugabercampur-baur antara yang animistik Kejawen yang “abangan” 
dengan yang Islam yang “mutihan” dan agama lain-lainnya yang datang dari sumber 
yangberbeda-beda.             Danitu pula yang diangkatkan dalam konteks NKRI 
sekarang ini sebagai budayanasional Indonesia, yang merupakan percampuran 
antara Pancasila, BhinnekaTunggal Ika, Kejawen, dsb. Kendati dalam Sila Pertama 
Pancasila dikatakan“Ketuhanan Yang Maha Esa,” yang implisit ataupun eksplisit 
satu-satunya agamayang berketuhanan YME adalah Islam, tetapi semua agama juga 
diakui dandiperlakukan sama dengan Islam, walau ada yang tidak mengenal bahwa 
Tuhan ituada, seperti Budhisme dan Konfusionisme dari warga keturunan Cina. Di 
zamanOrde Lama Soekarno dulupun Marxisme-komunisme yang jelas-jelas anti-tuhan 
jugadiakui dan PKI pun diakui sebagai sama dengan partai lain-lainnya. 
Dalihnya, Soekarnotidak mau kudanya berkaki-tiga: Islam, Sosialisme dan 
Nasionalisme. Yang keempat adalah komunisme-marxisme dari PKI itu.            
Jadi, kendati Islam merupakan agama dengan penganutterbesar di Indonesia dan 
bahkan sekaligus penganut muslim terbesar di dunia ini,yang jumlah penganutnya 
sampai di atas 80% dari 250 juta penduduk, tapiIndonesia bukanlah negara Islam 
seperti di Malaysia, Brunai, Bangladesh, Pakistandan negara-negara Islam di 
Timur Tengah. Karena bagian terbesar dari penduduk pribumiberada di lingkaran 
bawah, maka bagian terbesar dari penduduk muslim jugaberada di lingkaran bawah. 
Warga keturunan Cina yang jumlahnya relatif sangatsedikit (sekitar 2-3 %), 
tetapi mereka menguasai ekonomi Indonesia, di darat,laut dan udara, dari hulu 
sampai ke muara, sama seperti di Filipina sekarang danMalaysia, Thailand dan 
Vietnam sebelumnya. Kolusi mereka sebagai pengusahadengan penguasa pribumi 
adalah masalah besar yang telah berjalan sejak lama danmenjadi faktor penyebab 
utama dari merebaknya korupsi dari atas sampai ke bawahdi NKRI ini.            
Korupsi dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)nyapada gilirannya juga 
menciptakan berbagai macam rasuah, penyakit sosial,termasuk prostitusi, zina, 
narkoba, perjudian, yang meruyak ke mana-mana,termasuk ke ranah Minang sendiri. 
Semua itu bukan tanpa disengaja tetapi diciptakanoleh para penguasa ekonomi 
agar si pribumi tetap berada di bawah-bawah dalamkondisi sosial yang galau yang 
gampang dikendalikan.            Dalam situasi yang seperti itulah kita 
sekarang berada,baik nasional maupun daerah, termasuk Sumbar sendiri. Makanya, 
untuk mengatasiitulah kita di Sumbar di ranah Minang ini harus mengambil 
langkah tepat danpasti bahwa kita harus mengangkatkan nilai budaya yang kita 
miliki selama ini,yaitu ABS-SBK dengan TTSnya, untuk menjadi ‘suluh bendang’ 
kita dalammemperbaiki dan menegakkan kembali filosofi hidup yang kita miliki 
itu:ABS-SBK. Untuk itulah, melalui wadah yang dibukakan oleh UUD1945 Pasal 
18B,seperti dengan Aceh, Yogya, Papua dan DKI, kita jadikan Pemda Sumbar 
inimenjadi Pemda Provinsi DIM (Daerah Istimewa Minangkabau). Dengan DIM di 
sampingkita diatur dengan UUD1945 dan ketentuan perundang-undangan lainnya 
yangberlaku di NKRI ini, kita juga mengatur diri kita sendiri dengan prinsip 
dankententuan ABS-SBK yang kita miliki itu, yang selama ini hanya kita 
sebut-sebuttetapi yang sekarang benar-benar kita praktekkan dan berlakukan 
secara aktifdan efektif dalam masyarakat kita, dari Provinsi ke Kabupaten/Kota 
danNagari-nagari di seluruh Sumbar atau Minangkabau itu.            Tak lepas 
dari itu pulalah kita merajut kembali sistemkepemimpinan masyarakat kita yang 
terbuhul ke dalam sistem kepemimpinan TTSitu. Unsur-unsur kepemimpinan yang 
tadinya terlepas tak bertali, sekarangmasing-masing merupakan unsur yang saling 
terikat dan terorganisasi antara satusama lain. Organisasi ninik mamak yang 
selama ini terpecah ke dalam duakelompok: MTKAAM dan LKAAM, sekarang digabung 
dan dilebur kembali menjadisatu.  Silahkan nama gabungan yangkembali menyatu 
itu apa. Pokok semua ninik mamak di seluruh Nagari di Minangkabauterhimpun ke 
dalam satu organisasi ninik-mamak. Begitu juga dengan organisasialim-ulama, 
cerdik-pandai, bundo kanduang dan pemudanya.             Merangkulsemuanya itu, 
di bawah payung panji sistem kepemimpinan TTS dan sistem budayaABS-SBK, ada 
pula sistem kepemimpinan yang terpadu yang mencakup kesemuanyaitu. Sebutlah 
namanya misalnya: LKASBM (Lembaga Kerapatan Adat dan Syarak sertaBudaya 
Minangkabau). LKASBM inilah yang bersama-sama mengatur nilai-nilai adat,agama 
dan sosial-budaya masyarakat Minangkabau, dari hulu sampai ke muara,sehingga 
masyarakat Minangkabau kembali bangkit dan bersatu dalam menujumasyarakat yang 
madani dan berkeadilan sosial yang tinggi.            Khusus di bidang ekonomi, 
waktunya dengan DIM ini kitamenyusun ekonomi kerakyatan yang berbasis di 
Nagari, yakni dengan prinsipKoperasi Syariah. Kita hargai dan kita praktekkan 
sekali ajaran dari mamakkita, Mohd Hatta, dengan sistem ekonomi koperasi, yang 
sekarang kita lengkapi dansempurnakan dengan berdasarkan syariah dan berbasis 
di Nagari. Jadilah dia:Ekonomi Koperasi Syariah Nagari.            Di bidang 
pendidikan, kita hilangkan dualisme pendidikanumum dan agama yang berlaku 
selama ini. Silahkan pendidikan umum dan kejuruanberlaku di mana-mana, tetapi 
spirit keislamannya harus merata ke semuanya.            Dengan itu kita 
membangun negeri dan ranah yang kitacintai ini, dan dengan itu pula kita 
mengharapkan ridha dan ma’unah dari Allahswt. Amin. *** 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke