Dr. Emeraldy Chatra : Jihad Ekonomi Untuk Melawan Korupsi

Bangsa Indonesia akan hancur bila terus-terusan dilumuri praktik korupsi.
Ada satu hal yang bisa diperbuat untuk melawan para korupsi dengan
melakukan gerakan Jihad Ekonomi. Hal itu disampaikan pakar Universtas
Andalas dan Pencetus gagasan “Jihad Ekonomi”, Dr. Emeraldy Chatra kepada
media ini, Sabtu (12/12).

“Banyak kalangan yang bias mengartikan kata “Jihad”, kebanyakan dari mereka
mengartikan Jihad adalah perang (membunuh) saja, padahal jika ditelaah
ayat Al-Qur’an pengertian Jihad itu sendiri lebih banyak berhubungan dengan
perjuangan ekonomi, bukan berperang untuk membunuh” kata Pak Em.

Selanjutnya, kata Pak Em, Jihad Ekonomi dapat didefinisikan sebagai
“kegiatan ekonomi langsung maupun tidak langsung yang dilaksanakan secara
bersungguh-sungguh dan berjamaah dengan niat menegakkan Kalimatullah untuk
melawan kemiskinan dan kezaliman ekonomi yang menyebabkan timbulnya
ketimpangan ekonomi-sosial-politik dalam masyarakat sehingga mendorong
timbulnya kekufuran”, ungkapnya.

Dijelaskannya, Keruntuhan sebuah negara banyak dikaitkan dengan korupsi.
Korupsi melahirkan ketimpangan ekonomi yang parah, memunculkan sekelompok
orang yang berkelimpahmewahan, tapi di sisi lain memperbanyak orang
melarat. Ketidaksenangan terhadap rezim korup dapat berpuncak pada
pembangkangan dan pemberontakan bersenjata, sehingga negara dihadapkan pada
konflik berkepanjangan atau revolusi. Itulah alasan mengapa korupsi menjadi
momok bagi sebuah bangsa.

Kebencian terhadap korupsi diwujudkan ke dalam pemberian hukuman berat
kepada para pelaku. Di China para koruptor dihukum mati. Di berbagai negara
para koruptor harus mendekam dalam penjara selama bertahun-tahun.

Meskipun sudah diancam hukuman berat, korupsi tetap menghantui banyak
negara, terutama di negara yang masuk kategori negara berkembang. Korupsi
baru dapat diatasi oleh negara-negara Eropa yang makmur, meskipun belum
sepenuhnya.

Mengapa orang korupsi? Mengapa orang berani mencuri kekayaan yang bukan
haknya? Tentu akan banyak sekali argumen yang dapat dilontarkan. Namun
dalam perspektif Islam sebabnya adalah karena orang hanya memikirkan
kesejahteraannya sendiri. Mereka tidak memikirkan orang lain yang akan jadi
miskin akibat ulahnya. Mereka pun tidak memikirkan apalagi yakin bahwa apa
yang mereka kerjakan akan membuat dirinya mengalami kesulitan serius kelak
di akhirat. Sebagian koruptor mungkin tidak percaya adanya akhirat dan hari
pembalasan.

Dengan demikian, persoalannya berada pada pikiran mereka. Orang yang
percaya pada hari pembalasan tentu tidak akan terseret ke dalam perbuatan
yang merugikan negara, tidak akan korupsi. Mereka memilih hidup apa adanya
daripada makmur dengan barang curian. Tanpa ditakut-takuti dengan hukum
penjara yang panjang atau hukuman mati pun mereka tidak punya keberanian
melakukan korupsi.

Mereka yang melakukan Jihad Ekonomi tentu akan lebih takut lagi melakukan
korupsi. Alih-alih mencuri, mereka justru lebih giat bekerja karena dengan
demikian mereka telah menabung untuk kehidupan di akhirat. Mereka yakin
Allah tidak buta, selalu mengawasi, dan memberikan ganjaran yang pantas
untuk orang yang bekerja keras dengan hanya mengharapkan ridha Allah.

Simpulannya, korupsi akan habis dengan sendirinya apabila setiap pejabat
atau pegawai institusi mana pun melakukan Jihad Ekonomi. Negara tidak perlu
lagi memperbesar bangunan penjara yang kelak digunakan untuk menghukum para
koruptor, dan tidak pula perlu menjatuhkan hukuman mati. Oleh sebab itu,
pantas kita tidak dapat berharap banyak dari cara-cara penanggulangan
korupsi yang sekarang dilakukan pemerintah. Sepanjang ketakutan kepada
hukum Allah masih ada pada diri banyak pejabat dan karyawan, korupsi akan
tetap berlanjut, tidak akan pernah habis. Hanya mereka yang benar-benar
takut kepada Allah, seperti para jihadis ekonomilah yang akan menyelamatkan
negara dari rongrongan tindak korupsi.

Untuk melakukan Jihad Ekonomi, perlu sebuah organisasi yang dapat
mengakumulasikan kekuatan umat, yang sistemnya sedang dipersiapkan,
pungkasnya.*(bud)*

Sumber:
http://minangnews.co.id/dr-emraldy-chatra-jihad-ekonomi-untuk-melawan-korupsi/?fdx_switcher=true

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke