Sekedar tambahan dari Andri pak. Asal muasal orang malamang di Pariaman dimulai sajak kedatangan Syech Burhanuddin ke Ulakan.
Sewaktu Syech Burhanuddin sampai di Pariaman, adat budaya dan kepercayaan yang dilihat masih menganut animisme dan sedikit dipengaruhi oleh Budha dan Hindu. Masyarakat masih memakan hewan yang diharamkan agama Islam yaitu kondiak (babi). Syech Burhanuddin disuguhi makanan seperti itu menolak dengan halus namun dia harus mencari cara bgm bisa makan dengan aman tanpa menolak ajakan orang ketika diundang kenduri baralek, dll. Kalau dia menyantap makanan yang dihidangkan walaupun sudah diyakinkan bukan berasal dari hewan yang dilarang, Syech Burhanuddin belum yakin karena peralatan memasak masih bercampur dengan memasak yang diharamkan. Akhirnya Syech Burhanuddin menemukan ide memasak makanan tanpa kuatir tercemar dengan zat yang diharamkan yaitu menggunakan buluh untuk membuat Lemang. Buluh yang baru ditebang dari pokok rumpunnya dipastikan aman dari sentuhan dari yang diharamkan. Beras pulut atau ketan dicuxi langsung dimasukkan ke buluh dan disangrai (dibakar di bawah api). Maka, makanan ini aman dari persentuhan dengan zat makanan yabg diharamkan. Wallahuallam.... Sebagaimana cerita yang berkembang di Pariaman. Pada 29 Des 2015 17.56, "Sjamsir Sjarif" <[email protected]> menulis: > > "*Tidak Hanya Sekedar Tradisi* > > *Di Minangkabau, malamang merupakan tradisi yang sering dilaksanakan > tatkala ada acara penting seperti Maulid Nabi*, pengangkatan penghulu, > lebaran, pernikahan, dan acara besar lainnya, terutama hari besar Islam. > Lamang biasanya disajikan atau dihidangkan untuk disantap dengan tapai > sipuluik, yang juga terbuat dari beras ketan hitam atau beras ketan merah, > tetapi yang banyak digunakan adalah beras ketan hitam. Dimusim durian, > lamang juga banyak dihidangkan untuk dimakan bersama buah durian. > > Di Pariaman yang menjadi daerah asal lamang, membuat lamang atau malamang > tidak hanya sekedar tradisi.* Lebih dari itu, malamang sudah seperti > sebuah keharusan bagi masyarakat terutama dalam memperingati Maulid Nabi > atau hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Tanpa malamang, masyarakat akan > merasakan sesuatu yang kurang saat peringatan Maulid Nabi."* > > On Tuesday, December 29, 2015 at 12:23:40 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >> >> Apokoh istilah Musim Malamang di Minangkabau samo jo Maulid Nabi? >> >> >> https://cesarzc.wordpress.com/2011/02/23/malamang-tradisi-kuliner-unik-minangkabau/ >> >> ~~ Via iPhone, Sjamsir Sjarif, Santa Cruz, CA, USA >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
