Terima kasih sharing infonya Andri dan ambo baru tahu asal muasal tradisi 
malamangko karano setiap kali perayaan Maulid Nabi di Masjid kami di Pku 
dilakukan malamang sasuai tradisi dikampuang naik rang siak badikie – dikie 
sampai pagi dan sorenyo dittutuik dengan makan bajamba yosabana sero 
memperdekat silaturrahim ….

Salam,
Zainul Akhir Tanjuang, 53 th,Pku-Riau

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Andri Satria Masri
Sent: Wednesday, December 30, 2015 8:43 AM
To: Rantaunet
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [R@ntau-Net] Re: Musim Malamang


Sekedar tambahan dari Andri pak.
Asal muasal orang malamang di Pariaman dimulai sajak kedatangan Syech 
Burhanuddin ke Ulakan.

Sewaktu Syech Burhanuddin sampai di Pariaman, adat budaya dan kepercayaan yang 
dilihat masih menganut animisme dan sedikit dipengaruhi oleh Budha dan Hindu.

Masyarakat masih memakan hewan yang diharamkan agama Islam yaitu kondiak 
(babi). Syech Burhanuddin disuguhi makanan seperti itu menolak dengan halus 
namun dia harus mencari cara bgm bisa makan dengan aman tanpa menolak ajakan 
orang ketika diundang kenduri baralek, dll. Kalau dia menyantap makanan yang 
dihidangkan walaupun sudah diyakinkan bukan berasal dari hewan yang dilarang, 
Syech Burhanuddin belum yakin karena peralatan memasak masih bercampur dengan 
memasak yang diharamkan.

Akhirnya Syech Burhanuddin menemukan ide memasak makanan tanpa kuatir tercemar 
dengan zat yang diharamkan yaitu menggunakan buluh untuk membuat Lemang. Buluh 
yang baru ditebang dari pokok rumpunnya dipastikan aman dari sentuhan dari yang 
diharamkan. Beras pulut atau ketan dicuxi langsung dimasukkan ke buluh dan 
disangrai (dibakar di bawah api). Maka, makanan ini aman dari persentuhan 
dengan zat makanan yabg diharamkan.

Wallahuallam.... Sebagaimana cerita yang berkembang di Pariaman.
Pada 29 Des 2015 17.56, "Sjamsir Sjarif" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> menulis:

"Tidak Hanya Sekedar Tradisi

Di Minangkabau, malamang merupakan tradisi yang sering dilaksanakan tatkala ada 
acara penting seperti Maulid Nabi, pengangkatan penghulu, lebaran, pernikahan, 
dan acara besar lainnya, terutama hari besar Islam. Lamang biasanya disajikan 
atau dihidangkan untuk disantap dengan tapai sipuluik, yang juga terbuat dari 
beras ketan hitam atau beras ketan merah, tetapi yang banyak digunakan adalah 
beras ketan hitam. Dimusim durian, lamang juga banyak dihidangkan untuk dimakan 
bersama buah durian.

Di Pariaman yang menjadi daerah asal lamang, membuat lamang atau malamang tidak 
hanya sekedar tradisi. Lebih dari itu, malamang sudah seperti sebuah keharusan 
bagi masyarakat terutama dalam memperingati Maulid Nabi atau hari kelahiran 
Nabi Muhammad Saw. Tanpa malamang, masyarakat akan merasakan sesuatu yang 
kurang saat peringatan Maulid Nabi."

On Tuesday, December 29, 2015 at 12:23:40 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:
Apokoh istilah Musim Malamang di Minangkabau samo jo Maulid Nabi?

https://cesarzc.wordpress.com/2011/02/23/malamang-tradisi-kuliner-unik-minangkabau/

~~ Via iPhone, Sjamsir Sjarif, Santa Cruz, CA, USA
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke