Terkesan p Ahmad Syafii Maarif mengikuti jejak alm p Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sukses menjadi tokoh lintas agama. Semasa hidupnya beliau akrab dg kalangan katolik, protestan, hindu, dan budha, mengakui agama orang tionghoa, dan berteman dg tokoh2 pemerintah israel/yahudi.
Tak heran ketika beliau dimakamkan orang2 dari semua agama resmi di Indonesia (mungkin jg yg tidak resmi spt syiah, ahmadiyah dll) pada datang. Upacara pemakamannya diberitakan di halaman depan koran Kompas dan media lain. Kalau memang begitu terjadilah estafet tokoh lintas bangsa. Tapi setiap Muslim perlu ingat bhw yg penting adalah kesejahteraan di alam kubur dan kebahagiaan hidup di akhirat kelak. Semeriah apapun pujian ratusan manusia selama hidup dan ketika dimakamkan tidak akan ada kontribusinya terhadap apa yg akan dihadapi setelah seorang diri di dalam kubur Saya ikut mengaminkan do'a p Maturidi Aamiin yaa Rabbal'aalamiin Salam Fashridjal M Noor Sidin On Jan 10, 2016 7:32 AM, "Maturidi Donsan" <[email protected]> wrote: > > > > > Saya juga belum baca. > > > > Mengenai buya SM ini, pemikiran positifnya ada, sayangnya setelah beliau > mengucapkan : > > Tak suka syariat islam masuk aturan negara, sebagian umat islam mungkin > mulai menjauhi beliau, menjauh dari omongan, mejauh dari tulisan maupun > pemikiran. > > > > Ide beliau tak suka syariat Islam jadi aturan dinegara ini, merangsang > orang berpikir, apakah Buya SM ini bagian dari salah satu kelompok yang > tidak suka Syariat Islam dinegeri ini. > > > > Namun pemikiran beliau ini sekarang memang disambut baik /diagungkan / > didengung-dengungkan oleh kelompok yang tak suka Syariat Islam. > > > > Sebagai orang Minang, untuk sebagian orang minang mungkin pemikiran > beliau sudah berat diterima, yang akan menerima mungkin kampus untuk bahan > skripsi/desertasi. > > > > Sekarang dengan buku Muazin Mekah Darat apakah masih akan dilihat sebagian > umat islam?. > > > > Kita doakan mudah-mudahan buya dipenghujung hayatnya bisa meralat > ucapannya yang tidak suka syariat islam itu, dengan demikian tulisan dan > pemikiran beliau menjadi hal yang menarik kembali, semoga. > > > > Maturidi > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
