Baa gak hati, ka dicukua lo Sisunguik Urang Awak?

-- Nyiak Sunguik


Dari Haluan kito copas:


Bendung Kaum Radikal Tajikistan Cukur Janggut 13.000 Pria 
Dibaca: *53* kali 
Sabtu,23 Januari 2016 - 04:41:13 WIB
[image: Tajikistan Cukur Janggut 13.000 Pria] LUTFULLO Bobobekov 
diperintahkan untuk mencukur janggutnya oleh polisi. Sebagaimana diketahui, 
Tajikistan cukur janggut 13.000 pria untuk membendung radikalisme. 

*TAJIKISTAN, HALUAN —* Dalam upaya mengekang radikalisasi, pihak berwe­nang 
di Tajikistan di Asia Tengah mencukur jenggot hampir 13.000 pria. Mereka 
juga menutup sekitar 160 toko yang menjual pakaian tradisional Islam dan 
“me­yakinkan” lebih dari 1.700 perempuan untuk berhenti memakai kerudung.

Menurut *Radio Free Ero­pa* dalam bahasa Tajik, lang­kah-langkah itu 
dilakukan di wilayah Khatlon di barat daya negara itu, yang ber­batasan 
dengan Afganistan. Kepala polisi wilayah itu mengatakan, sebanyak 12.­818 
pria dengan “jenggot yang terlalu panjang dan berantakan”, telah “dicu­kur” 
pada tahun 2015.

Rezim sekuler Presiden Emomali Rahmon dikenal dengan tindakan kerasnya 
terhadap politik Islam. Dari tahun 1992 hingga 1997, Tajikistan mengalami 
pe­rang saudara yang sengit antara pasukan pemerintah yang setia kepada 
Rahmon dan kelompok Islam yang beroposisi. Diperkirakan, sebanyak 50.000 
sampai 100.000 orang tewas dalam perang saudara itu.

Pemerintah telah meng­ambil sejumlah langkah untuk membendung ber­bagai 
tradisi yang diklaim sedang diimpor dari Afga­nistan.

Departemen Luar Ne­geri AS memperkirakan, lebih dari 90 persen pen­duduk 
negara itu adalah Muslim, dan bahwa kepa­tuhan beragama tampaknya meningkat 
di negeri itu.

Rahmon seorang pe­mimpin sekuler, walau dia adalah seorang Sunni*—*telah 
berkuasa sejak 1992. Pemerintahan otoriternya telah berulang kali 
me­nya­takan keprihatinan atas kebangkitan Islam. Pe­me­rin­tah 
menghubungkan ke­bangkitan tersebut dengan ekstremisme.

Pada September lalu, Mahkamah Agung negara itu melarang satu-satunya partai 
politik Islam yang terdaftar, yang sebelumnya diakui secara resmi. Pada 
Desember, Rahmon me­lanjutkan kekuasaan setelah parlemen memberi 
kelu­arganya kekebalan seumur hidup dari penuntutan, dan menyebut dia 
sebagai “pen­diri perdamaian dan per­satuan nasional Tajikistan”.

Berbagai masalah men­dera negara miskin ber­penduduk sekitar 7 juta orang 
itu. Ratusan warga Tajik diduga telah ber­gabung dengan ISIS di Irak dan 
Suriah. Tahun lalu, ke­pala unit pasukan elite polisi yang ditugaskan untuk 
me­merangi kaum ekstremis justru menghilang dan kini diduga telah bergabung 
de­ngan ISIS.

Menurut laporan *Wa­shington Post*, tindakan keras di Tajikistan meniru 
lang­kah-langkah yang dilakukan di seberang perbatasan di wilayah Xinjiang, 
China bagian barat. Di daerah itu, Beijing telah berusaha un­tuk mengekang 
tradisi kaum Muslim Uighur, yang me­rupakan kelompok mino­ritas. * (h/kcm)*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke