Itu negara diktator

Dek awak

Rajo alim   Rajo disambah
Rajo lalim. Rajo disanggah
On Jan 24, 2016 5:46 AM, "Sjamsir Sjarif" <[email protected]> wrote:

> Baa gak hati, ka dicukua lo Sisunguik Urang Awak?
>
> -- Nyiak Sunguik
>
>
> Dari Haluan kito copas:
>
>
> Bendung Kaum Radikal Tajikistan Cukur Janggut 13.000 Pria
> Dibaca: *53* kali
> Sabtu,23 Januari 2016 - 04:41:13 WIB
> [image: Tajikistan Cukur Janggut 13.000 Pria] LUTFULLO Bobobekov
> diperintahkan untuk mencukur janggutnya oleh polisi. Sebagaimana diketahui,
> Tajikistan cukur janggut 13.000 pria untuk membendung radikalisme.
>
> *TAJIKISTAN, HALUAN —* Dalam upaya mengekang radikalisasi, pihak
> berwe­nang di Tajikistan di Asia Tengah mencukur jenggot hampir 13.000
> pria. Mereka juga menutup sekitar 160 toko yang menjual pakaian tradisional
> Islam dan “me­yakinkan” lebih dari 1.700 perempuan untuk berhenti memakai
> kerudung.
>
> Menurut *Radio Free Ero­pa* dalam bahasa Tajik, lang­kah-langkah itu
> dilakukan di wilayah Khatlon di barat daya negara itu, yang ber­batasan
> dengan Afganistan. Kepala polisi wilayah itu mengatakan, sebanyak 12.­818
> pria dengan “jenggot yang terlalu panjang dan berantakan”, telah “dicu­kur”
> pada tahun 2015.
>
> Rezim sekuler Presiden Emomali Rahmon dikenal dengan tindakan kerasnya
> terhadap politik Islam. Dari tahun 1992 hingga 1997, Tajikistan mengalami
> pe­rang saudara yang sengit antara pasukan pemerintah yang setia kepada
> Rahmon dan kelompok Islam yang beroposisi. Diperkirakan, sebanyak 50.000
> sampai 100.000 orang tewas dalam perang saudara itu.
>
> Pemerintah telah meng­ambil sejumlah langkah untuk membendung ber­bagai
> tradisi yang diklaim sedang diimpor dari Afga­nistan.
>
> Departemen Luar Ne­geri AS memperkirakan, lebih dari 90 persen pen­duduk
> negara itu adalah Muslim, dan bahwa kepa­tuhan beragama tampaknya meningkat
> di negeri itu.
>
> Rahmon seorang pe­mimpin sekuler, walau dia adalah seorang Sunni*—*telah
> berkuasa sejak 1992. Pemerintahan otoriternya telah berulang kali
> me­nya­takan keprihatinan atas kebangkitan Islam. Pe­me­rin­tah
> menghubungkan ke­bangkitan tersebut dengan ekstremisme.
>
> Pada September lalu, Mahkamah Agung negara itu melarang satu-satunya
> partai politik Islam yang terdaftar, yang sebelumnya diakui secara resmi.
> Pada Desember, Rahmon me­lanjutkan kekuasaan setelah parlemen memberi
> kelu­arganya kekebalan seumur hidup dari penuntutan, dan menyebut dia
> sebagai “pen­diri perdamaian dan per­satuan nasional Tajikistan”.
>
> Berbagai masalah men­dera negara miskin ber­penduduk sekitar 7 juta orang
> itu. Ratusan warga Tajik diduga telah ber­gabung dengan ISIS di Irak dan
> Suriah. Tahun lalu, ke­pala unit pasukan elite polisi yang ditugaskan untuk
> me­merangi kaum ekstremis justru menghilang dan kini diduga telah bergabung
> de­ngan ISIS.
>
> Menurut laporan *Wa­shington Post*, tindakan keras di Tajikistan meniru
> lang­kah-langkah yang dilakukan di seberang perbatasan di wilayah Xinjiang,
> China bagian barat. Di daerah itu, Beijing telah berusaha un­tuk mengekang
> tradisi kaum Muslim Uighur, yang me­rupakan kelompok mino­ritas.
> * (h/kcm)*
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke